alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Saturday, 21 May 2022

Sebagus Apapun Trotoar, Kalau Dilintasi Kendaraan Ya Tetap Tidak Nyaman

BANJARMASIN – Bagaimanapun bentuk trotoar, jika masih saja dilintasi pengendara sepeda motor, pejalan kaki tetap tidak akan nyaman. Itulah ungkapan salah satu pengguna trotoar di Banjarmasin.

“Diperbaiki bagaimanapun, sebagus apapun, jika masih saja ada kendaraan yang melintas dan mobil parkir di atas trotoar, sama saja tidak ada perubahan. Yang terpenting itu bagaimana caranya pejalan kaki merasa aman saat berjalan di trotoar,” ujar Ayu, pegawai swasta di Banjarmasin, kemarin (28/11).

Pemko Banjarmasin melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin sedang membangun trotoar dengan berbagai fasilitas di Jalan Ahmad Yani dari kilometer 3 sampai 6. Salah satunya dengan memasang stand bollard agar pengendara kendaraan tak bisa melintas di atas trotoar.

Ayu merespons baik langkah dari Pemko Banjarmasin. “Syukurlah jika sudah dipasang tiang penghalang kendaraan ini. Semoga saja dengan dipasangnya tiang ini pengendara sudah tidak melintasi trotoar. Tapi, tergantung kesadaran masyarakatnya juga,” tuturnya.

Kabid Jalan dan PJU PUPR Banjarmasin, Chandra mengatakan stand bollard akan dipasang di 30 titik ujung jalur trotoar di sepanjang Jalan Ahmad Yani Km 2 sampai 6. “Ada 120 stand bollard yang akan dipasang. Masing-masing titik ada empat bollard,” ungkap Chandra.

Bollard yang akan dipasang ada dua jenis. Satu tegak lurus, dan satunya berbentuk L di bagian atas. Bollard L itu berguna menghalangi kendaraan lewat karena jaraknya lebih lebar.

“Bollard L itu gunanya agar disabilitas yang menggunakan kursi roda bisa melewati tiang itu. Makanya lebih lebar dari tiang sebelahnya. Bentuk L itulah yang menghalangi agar kendaraan tak bisa lewat,” jelas Chandra.

Pemko juga memasang lampu taman beserta kursinya di jalur trotoar. Supaya bisa digunakan menjadi tempat beristirahat saat pengendara kelelahan. “Pengerjaan trotoar sudah diangka 80 persen. Akhir tahun ini optimis sudah selesai semua,” katanya.

Terkait masih ada kendaraan roda dua dan empat yang parkir di atas trotoar, Chandra berharap kepada SKPD terkait bisa bekerja sama menertibkannya. “Saat ini memang masih ada yang parkir di atas trotoar. Bahkan ada tukang tambal ban yang berada di trotoar,” sebutnya.

Chandra juga ingin setelah selesainya pembangunan trotoar ini tidak ada lagi parkir sembarangan maupun mencari nafkah di atas trotoar yang bisa mengganggu kenyamanan pejalan kaki. “Semua itu bisa tercapai asal semua SKPD yang terkait ikut membantu,” tutupnya.(hid/dye/ema)

BANJARMASIN – Bagaimanapun bentuk trotoar, jika masih saja dilintasi pengendara sepeda motor, pejalan kaki tetap tidak akan nyaman. Itulah ungkapan salah satu pengguna trotoar di Banjarmasin.

“Diperbaiki bagaimanapun, sebagus apapun, jika masih saja ada kendaraan yang melintas dan mobil parkir di atas trotoar, sama saja tidak ada perubahan. Yang terpenting itu bagaimana caranya pejalan kaki merasa aman saat berjalan di trotoar,” ujar Ayu, pegawai swasta di Banjarmasin, kemarin (28/11).

Pemko Banjarmasin melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin sedang membangun trotoar dengan berbagai fasilitas di Jalan Ahmad Yani dari kilometer 3 sampai 6. Salah satunya dengan memasang stand bollard agar pengendara kendaraan tak bisa melintas di atas trotoar.

Ayu merespons baik langkah dari Pemko Banjarmasin. “Syukurlah jika sudah dipasang tiang penghalang kendaraan ini. Semoga saja dengan dipasangnya tiang ini pengendara sudah tidak melintasi trotoar. Tapi, tergantung kesadaran masyarakatnya juga,” tuturnya.

Kabid Jalan dan PJU PUPR Banjarmasin, Chandra mengatakan stand bollard akan dipasang di 30 titik ujung jalur trotoar di sepanjang Jalan Ahmad Yani Km 2 sampai 6. “Ada 120 stand bollard yang akan dipasang. Masing-masing titik ada empat bollard,” ungkap Chandra.

Bollard yang akan dipasang ada dua jenis. Satu tegak lurus, dan satunya berbentuk L di bagian atas. Bollard L itu berguna menghalangi kendaraan lewat karena jaraknya lebih lebar.

“Bollard L itu gunanya agar disabilitas yang menggunakan kursi roda bisa melewati tiang itu. Makanya lebih lebar dari tiang sebelahnya. Bentuk L itulah yang menghalangi agar kendaraan tak bisa lewat,” jelas Chandra.

Pemko juga memasang lampu taman beserta kursinya di jalur trotoar. Supaya bisa digunakan menjadi tempat beristirahat saat pengendara kelelahan. “Pengerjaan trotoar sudah diangka 80 persen. Akhir tahun ini optimis sudah selesai semua,” katanya.

Terkait masih ada kendaraan roda dua dan empat yang parkir di atas trotoar, Chandra berharap kepada SKPD terkait bisa bekerja sama menertibkannya. “Saat ini memang masih ada yang parkir di atas trotoar. Bahkan ada tukang tambal ban yang berada di trotoar,” sebutnya.

Chandra juga ingin setelah selesainya pembangunan trotoar ini tidak ada lagi parkir sembarangan maupun mencari nafkah di atas trotoar yang bisa mengganggu kenyamanan pejalan kaki. “Semua itu bisa tercapai asal semua SKPD yang terkait ikut membantu,” tutupnya.(hid/dye/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/