alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

AirNav Siap Dukung Terminal Baru

BANJARBARU – Pembangunan tower Air Traffic Controller (ATC) baru di Bandara Syamsudin Noor memang belum rampung. Namun masyarakat tak perlu khawatir, karena AirNav Indonesia memastikan hal itu tidak akan mempengaruhi operasional terminal baru.

Manager Humas AirNav Indonesia, Yohanes Sirait mengatakan, pembangunan tower baru yang mereka lakukan tidak ada hubungannya dengan pengembangan Bandara Syamsudin Noor. Sehingga proyeknya tidak harus selesai bersamaan dengan dibukanya terminal baru.

“Walaupun terminal bandara nanti baru, kita masih bisa menggunakan tower ATC yang lama. Karena tower lama masih bisa melihat semua area layanan. Jadi dari sisi layanan, AirNav siap mendukung pengoperasian terminal baru,” katanya saat mengunjungi Tower ATC di Bandara Syamsudin Noor, kemarin.

Terkait pembangunan tower baru, dia mengungkapkan hal itu dilakukan lantaran tower yang lama usianya sudah tua. Sehingga, sudah waktunya untuk dimodernisasi. “Tower lama ini usianya sudah cukup tua. Sebab, sudah ada sejak 1971. Sehingga, kami lakukan modernisasi,” ungkapnya.

Selain bangunannya yang sudah tua, Yohanes menyampaikan, fasilitas di tower lama juga kurang mendukung lantaran tidak dilengkapi lift dan jalur evakuasi. “Kasihan kalau nanti ada petugas yang hamil, harus naik tangga setinggi ini. Selain itu, kalau ada apa-apa tidak ada jalur lain untuk turun tower karena jalan cuma ada satu,” ucapnya.

Namun untuk layanan lalu lintas penerbangan, dia memastikan tower ATC yang lama masih bisa melayani secara maksimal. Baik dari segi operasi maupun safety. “Layanan tower lama masih bisa maksimal karena area yang dilayani, yakni runaway posisinya tidak berubah,” ujarnya.

Kecuali jika posisi runaway atau landasan pacu dipindah ke posisi lain, hingga membuat petugas di tower ATC yang lama tidak bisa melihatnya. Maka, tower menurutnya harus dipindah atau ditambah supaya bisa melihat semua area layanan.

“Sama halnya kalau bandara baru, maka tower ATC juga harus dibangun baru dan selesainya harus barengan. Tapi, kalau Syamsudin Noor ‘kan bandaranya sudah ada, cuma terminalnya saja yang baru jadi tidak masalah pakai tower yang lama,” bebernya.

Disinggung mengenai bagaimana kelanjutan pembangunan tower ATC yang baru, Yohanes menjelaskan, saat ini masih berproses. Di mana, mereka menargetkan proyeknya akan rampung pada pertengahan 2020. “Nanti tinggi tower yang baru mencapai 44 meter. Dua kali lipat dari tower lama yang hanya 18 meter,” paparnya.

Bukan hanya lebih tinggi, dia menyampaikan, tower ATC baru nanti juga memiliki fasilitas lebih lengkap. “Nanti ada lift-nya. Peralatan tower sitenya juga baru. Selain itu, lebih luas juga,” ucapnya.

Masih maksimalnya layanan yang diberikan tower ATC lama juga disampaikan, Manager Keselamatan, Keamanan dan Standarisasi AirNav Banjarmasin, Sumedi. Dia mengungkapkan, hingga kini tower masih bisa melayani 85 pergerakan pesawat setiap harinya.

“Apalagi kalau musim haji, layanan kami 24 jam. Tapi, kalau di luar itu layanan tower ATC sesuai dengan jumlah penerbangan di Bandara Syamsudin Noor,” jelasnya. (ris/ay/ran)

BANJARBARU – Pembangunan tower Air Traffic Controller (ATC) baru di Bandara Syamsudin Noor memang belum rampung. Namun masyarakat tak perlu khawatir, karena AirNav Indonesia memastikan hal itu tidak akan mempengaruhi operasional terminal baru.

Manager Humas AirNav Indonesia, Yohanes Sirait mengatakan, pembangunan tower baru yang mereka lakukan tidak ada hubungannya dengan pengembangan Bandara Syamsudin Noor. Sehingga proyeknya tidak harus selesai bersamaan dengan dibukanya terminal baru.

“Walaupun terminal bandara nanti baru, kita masih bisa menggunakan tower ATC yang lama. Karena tower lama masih bisa melihat semua area layanan. Jadi dari sisi layanan, AirNav siap mendukung pengoperasian terminal baru,” katanya saat mengunjungi Tower ATC di Bandara Syamsudin Noor, kemarin.

Terkait pembangunan tower baru, dia mengungkapkan hal itu dilakukan lantaran tower yang lama usianya sudah tua. Sehingga, sudah waktunya untuk dimodernisasi. “Tower lama ini usianya sudah cukup tua. Sebab, sudah ada sejak 1971. Sehingga, kami lakukan modernisasi,” ungkapnya.

Selain bangunannya yang sudah tua, Yohanes menyampaikan, fasilitas di tower lama juga kurang mendukung lantaran tidak dilengkapi lift dan jalur evakuasi. “Kasihan kalau nanti ada petugas yang hamil, harus naik tangga setinggi ini. Selain itu, kalau ada apa-apa tidak ada jalur lain untuk turun tower karena jalan cuma ada satu,” ucapnya.

Namun untuk layanan lalu lintas penerbangan, dia memastikan tower ATC yang lama masih bisa melayani secara maksimal. Baik dari segi operasi maupun safety. “Layanan tower lama masih bisa maksimal karena area yang dilayani, yakni runaway posisinya tidak berubah,” ujarnya.

Kecuali jika posisi runaway atau landasan pacu dipindah ke posisi lain, hingga membuat petugas di tower ATC yang lama tidak bisa melihatnya. Maka, tower menurutnya harus dipindah atau ditambah supaya bisa melihat semua area layanan.

“Sama halnya kalau bandara baru, maka tower ATC juga harus dibangun baru dan selesainya harus barengan. Tapi, kalau Syamsudin Noor ‘kan bandaranya sudah ada, cuma terminalnya saja yang baru jadi tidak masalah pakai tower yang lama,” bebernya.

Disinggung mengenai bagaimana kelanjutan pembangunan tower ATC yang baru, Yohanes menjelaskan, saat ini masih berproses. Di mana, mereka menargetkan proyeknya akan rampung pada pertengahan 2020. “Nanti tinggi tower yang baru mencapai 44 meter. Dua kali lipat dari tower lama yang hanya 18 meter,” paparnya.

Bukan hanya lebih tinggi, dia menyampaikan, tower ATC baru nanti juga memiliki fasilitas lebih lengkap. “Nanti ada lift-nya. Peralatan tower sitenya juga baru. Selain itu, lebih luas juga,” ucapnya.

Masih maksimalnya layanan yang diberikan tower ATC lama juga disampaikan, Manager Keselamatan, Keamanan dan Standarisasi AirNav Banjarmasin, Sumedi. Dia mengungkapkan, hingga kini tower masih bisa melayani 85 pergerakan pesawat setiap harinya.

“Apalagi kalau musim haji, layanan kami 24 jam. Tapi, kalau di luar itu layanan tower ATC sesuai dengan jumlah penerbangan di Bandara Syamsudin Noor,” jelasnya. (ris/ay/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/