alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Kamis, 19 Mei 2022

Pejuang CPNS Bersiap, Ujian SKD Digeber Tahun Depan

BANJARMASIN – Tahapan seleksi administrasi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan pemerintah provinsi Kalsel 2019 berakhir pada Rabu (27/11) besok. Semua berkas lamaran sudah harus diterima di Kantor Pos Banjarbaru pada pukul 14.00 Wita. Semenentara, pendaftaran online ditutup hari ini (26/11) sampai pukul 23.11 Wita.

BKD Kalsel hingga saat ini belum mendapat bocoran kapan seleksi selanjutnya yang meliputi seleksi kompetensi dasar (SKD) dan seleksi kompetensi bidang (SKB) dilaksanakan.

Kepala BKD Kalsel, Sulkan mengatakan tahapan SKD dan SKB masih dibahas di tingkat pusat. Pihaknya memperkirakan dua seleksi ini akan dihelat tahun depan. “Kalau sekedar perkiraan, dilaksanakannya dua seleksi ini bisa di bulan Februari atau awal Maret tahun 2020 mendatang,” sebut Sulkan kemarin. 

Untuk diketahui, materi ujian SKD meliputi tes karakteristik pribadi (TKP), tes intelegensi umum (TIU) dan tes wawasan kebangsaan (TWK). Sama seperti tahun sebelumnya, ujian SKD menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) online.

Dengan sistem ini, begitu peserta selesai mengikuti ujian mereka bisa langsung melihat nilai atau hasil mereka. Hasil ini mengacu nilai ambang batas/passing grade yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Nilai ambang batas untuk TKP, pada seleksi CPNS tahun ini sebesar 126, sementara untuk TIU 80 dan TWK 65. Nilai ambang batas ini diterapkan berbeda kepada peserta disabilitas. Nilai kumulatif SKD bagi peserta ini, paling rendah 260 dengan nilai TIU paling rendah 70.

Untuk diketahui, jumlah soal keseluruhan yang disajikan kepada peserta sebanyak 100 butir. Terdiri dari soal TKP 35 butir, soal TIU 35 butir, dan sebanyak 30 butir soal TWK. Penilaianya, untuk materi soal TIU dan TWK apabila peserta menjawab benar, akan mendapat nilai 5 dan apabila salah atau tidak menjawab, nilainya 0. Sedangkan penilaian untuk materi soal TKP, apabila peserta menjawab, nilai terendah 1, dan nilai tertinggi 5. Sedangkan jika peserta tidak menjawab, nilainya 0.

Sementara, hingga Ahad (24/11) tadi, jumlah pelamar yang mendaftarkan diri melalui online di laman https://sscasn.bkn.go.id sudah mencapai 10.648 orang. Sedangkan berkas yang masuk baru sebanyak 5.771.

Berkas yang masuk itu pun tak semuanya bisa diproses oleh BKD Kalsel. Lantaran, ada yang tak memenuhi syarat, jumlahnya mencapai 629. “Yang memenuhi syarat baru 2.586. Masih ada sebanyak 2.501 berkas yang masih kami proses,” terang Sulkan.

Ada tiga formasi yang disediakan tahun ini yang terdiri dari tenaga kesehatan, tenaga teknis dan tenaga guru. Formasi terakhir ini paling banyak diincar. Dari alokasi sebanyak 227 formasi, pendaftarnya sudah mencapai sebanyak 4.959.

Disusul formasi tenaga kesehatan, dari alokasi sebanyak 176 orang. Sudah dilamar sebanyak 3.144 orang. Sedangkan formasi tenaga teknis jumlah pendaftar online mencapai 2.545 dari alokasi yang tersedia sebanyak 57.

“Dari sebanyak 460 formasi yang didapat Pemprov Kalsel tahun ini, tenaga guru paling banyak pelamar, khususnya guru matematika, jumlahnya mencapai 1.047 orang, padahal alokasinya hanya 33 orang,” tandas mantan Sekretaris Inspektorat Kalsel itu. (mof/ran/ema)

BANJARMASIN – Tahapan seleksi administrasi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan pemerintah provinsi Kalsel 2019 berakhir pada Rabu (27/11) besok. Semua berkas lamaran sudah harus diterima di Kantor Pos Banjarbaru pada pukul 14.00 Wita. Semenentara, pendaftaran online ditutup hari ini (26/11) sampai pukul 23.11 Wita.

BKD Kalsel hingga saat ini belum mendapat bocoran kapan seleksi selanjutnya yang meliputi seleksi kompetensi dasar (SKD) dan seleksi kompetensi bidang (SKB) dilaksanakan.

Kepala BKD Kalsel, Sulkan mengatakan tahapan SKD dan SKB masih dibahas di tingkat pusat. Pihaknya memperkirakan dua seleksi ini akan dihelat tahun depan. “Kalau sekedar perkiraan, dilaksanakannya dua seleksi ini bisa di bulan Februari atau awal Maret tahun 2020 mendatang,” sebut Sulkan kemarin. 

Untuk diketahui, materi ujian SKD meliputi tes karakteristik pribadi (TKP), tes intelegensi umum (TIU) dan tes wawasan kebangsaan (TWK). Sama seperti tahun sebelumnya, ujian SKD menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) online.

Dengan sistem ini, begitu peserta selesai mengikuti ujian mereka bisa langsung melihat nilai atau hasil mereka. Hasil ini mengacu nilai ambang batas/passing grade yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Nilai ambang batas untuk TKP, pada seleksi CPNS tahun ini sebesar 126, sementara untuk TIU 80 dan TWK 65. Nilai ambang batas ini diterapkan berbeda kepada peserta disabilitas. Nilai kumulatif SKD bagi peserta ini, paling rendah 260 dengan nilai TIU paling rendah 70.

Untuk diketahui, jumlah soal keseluruhan yang disajikan kepada peserta sebanyak 100 butir. Terdiri dari soal TKP 35 butir, soal TIU 35 butir, dan sebanyak 30 butir soal TWK. Penilaianya, untuk materi soal TIU dan TWK apabila peserta menjawab benar, akan mendapat nilai 5 dan apabila salah atau tidak menjawab, nilainya 0. Sedangkan penilaian untuk materi soal TKP, apabila peserta menjawab, nilai terendah 1, dan nilai tertinggi 5. Sedangkan jika peserta tidak menjawab, nilainya 0.

Sementara, hingga Ahad (24/11) tadi, jumlah pelamar yang mendaftarkan diri melalui online di laman https://sscasn.bkn.go.id sudah mencapai 10.648 orang. Sedangkan berkas yang masuk baru sebanyak 5.771.

Berkas yang masuk itu pun tak semuanya bisa diproses oleh BKD Kalsel. Lantaran, ada yang tak memenuhi syarat, jumlahnya mencapai 629. “Yang memenuhi syarat baru 2.586. Masih ada sebanyak 2.501 berkas yang masih kami proses,” terang Sulkan.

Ada tiga formasi yang disediakan tahun ini yang terdiri dari tenaga kesehatan, tenaga teknis dan tenaga guru. Formasi terakhir ini paling banyak diincar. Dari alokasi sebanyak 227 formasi, pendaftarnya sudah mencapai sebanyak 4.959.

Disusul formasi tenaga kesehatan, dari alokasi sebanyak 176 orang. Sudah dilamar sebanyak 3.144 orang. Sedangkan formasi tenaga teknis jumlah pendaftar online mencapai 2.545 dari alokasi yang tersedia sebanyak 57.

“Dari sebanyak 460 formasi yang didapat Pemprov Kalsel tahun ini, tenaga guru paling banyak pelamar, khususnya guru matematika, jumlahnya mencapai 1.047 orang, padahal alokasinya hanya 33 orang,” tandas mantan Sekretaris Inspektorat Kalsel itu. (mof/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/