alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

BERTENTANGAN…! Keterangan Saksi Berbeda Dengan Polisi Soal Kecelakaan Kerja di Terminal Petikemas Trisakti

BANJARMASIN – Lima hari setelah kasus kecelakaan kerja di Terminal Petikemas Banjarmasin, Pelabuhan Trisakti, polisi mulai memeriksa sejumlah saksi.

Dalam kecelakaan itu, tubuh seorang mandor hancur mengenaskan setelah dilintas roda RTG alat pengangkat kontainer.

Meski belum final, apakah bakal ada tersangka dalam insiden ini? Kemarin (25/11), Radar Banjarmasin coba mengonfirmasi terkait lanjutan kasus tersebut ke Polsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL).

“Masih dalam proses pemeriksaan. Jika ada perkembangan baru kami kabarkan ke rekan-rekan wartawan,” ucap Kanit Reskrim Polsek KPL Iptu Agus Apriyoga.

Disebutkannya, sudah 12 saksi yang diperiksa. Termasuk saksi di lapangan dan operator RTG naas tersebut. “RTG masih kami pasangi garis polisi,” tambahnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, mesin tersebut sudah dioperasikan sesuai SOP (standar operasional prosedur).

“Yang jelas, kasus ini masih dalam penyelidikan. Pengoperasian RTG sudah sesuai SOP. Setelah dihidupkan, mesinnya dipanaskan dulu. Dan ada rentang waktu, setelah mesin hidup tak langsung dioperasikan,” jelasnya.

Keterangan kepolisian amat bertolak belakang dengan keterangan rekan korban, Margianto. Dia mengatakan, kedua RTG itu sedang dalam kondisi off, satu lagi dalam kondisi rusak.

“Jadi tidak mungkin hidup, apalagi berjalan. Nah, entah bagaimana tiba-tiba hidup dan langsung berjalan,” kata Margianto yang juga nyaris dilindas ban maut tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, Humas Pelindo III Banjarmasin Sularyo tak ingin berkomentar atas insiden tersebut.

Kilas balik, laka kerja ini terjadi Kamis (21/11) jam 9 pagi. Tubuh Arifin remuk seketika dilindas roda RTG yang cukup besar. Nyaris saja Margianto juga menjadi korban.

Posisi korban menghadap ke arah RTG, sedangkan posisi Margianto membelakangi RTG. Hanya sepatu Margianto yang sempat kena lindas. Tapi korban terdiam dan terperangah melihat RTG itu. Melindas tubuhnya bersama motor matic yang diparkir di samping korban. (lan/fud/ema)

BANJARMASIN – Lima hari setelah kasus kecelakaan kerja di Terminal Petikemas Banjarmasin, Pelabuhan Trisakti, polisi mulai memeriksa sejumlah saksi.

Dalam kecelakaan itu, tubuh seorang mandor hancur mengenaskan setelah dilintas roda RTG alat pengangkat kontainer.

Meski belum final, apakah bakal ada tersangka dalam insiden ini? Kemarin (25/11), Radar Banjarmasin coba mengonfirmasi terkait lanjutan kasus tersebut ke Polsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL).

“Masih dalam proses pemeriksaan. Jika ada perkembangan baru kami kabarkan ke rekan-rekan wartawan,” ucap Kanit Reskrim Polsek KPL Iptu Agus Apriyoga.

Disebutkannya, sudah 12 saksi yang diperiksa. Termasuk saksi di lapangan dan operator RTG naas tersebut. “RTG masih kami pasangi garis polisi,” tambahnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, mesin tersebut sudah dioperasikan sesuai SOP (standar operasional prosedur).

“Yang jelas, kasus ini masih dalam penyelidikan. Pengoperasian RTG sudah sesuai SOP. Setelah dihidupkan, mesinnya dipanaskan dulu. Dan ada rentang waktu, setelah mesin hidup tak langsung dioperasikan,” jelasnya.

Keterangan kepolisian amat bertolak belakang dengan keterangan rekan korban, Margianto. Dia mengatakan, kedua RTG itu sedang dalam kondisi off, satu lagi dalam kondisi rusak.

“Jadi tidak mungkin hidup, apalagi berjalan. Nah, entah bagaimana tiba-tiba hidup dan langsung berjalan,” kata Margianto yang juga nyaris dilindas ban maut tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, Humas Pelindo III Banjarmasin Sularyo tak ingin berkomentar atas insiden tersebut.

Kilas balik, laka kerja ini terjadi Kamis (21/11) jam 9 pagi. Tubuh Arifin remuk seketika dilindas roda RTG yang cukup besar. Nyaris saja Margianto juga menjadi korban.

Posisi korban menghadap ke arah RTG, sedangkan posisi Margianto membelakangi RTG. Hanya sepatu Margianto yang sempat kena lindas. Tapi korban terdiam dan terperangah melihat RTG itu. Melindas tubuhnya bersama motor matic yang diparkir di samping korban. (lan/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/