alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Karena Kesalahan Dokumen, Gedung BLK Batal Dibangun, Padahal Sudah Dapat Pemenang Lelang

BANJARMASIN – Meski sudah mendapat pemenang lelang, Pemko Banjarmasin membatalkan proyek pembangunan gedung Balai Latihan Kerja (BLK) di Jalan AMD Tatah Belayung, Banjarmasin Selatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Banjarmasin Noorbi mengatakan, rencana pembangunan dua gedung dengan pagu Rp3,2 miliar itu harus dibatalkan karena terjadi kesalahan dalam dokumen yang mereka miliki.

Kesalahan dokumen yang dimaksud, adanya perbedaan pada kode rekening untuk pembayaran. Lantas mengapa kekeliruan itu bisa lolos? Dijelaskannya, bermula dari proses lelang yang sempat gagal, sehingga lelang harus diulang.

Karena waktu yang tersisa hanya tiga bulan, sangat mepet, maka pihaknya mengubah perencanan awal. Dengan memangkas jumlah gedung, dari yang awalnya dua menjadi satu saja.

“Otomatis yang tadinya Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) dua gedung dipangkas menjadi satu gedung saja. Kemudian duit lebihnya dialihkan ke biaya pengurukan,” ucap Noorbi.

Namun, perubahan rencana untuk memangkas gedung dan mengalihkan biaya untuk pengurukan itu ternyata tak semudah yang dikira. Perubahan itu rupanya harus sesuai dengan kode rekening di rencana awal.

“Sehingga jika pengerjaan itu tetap dilakukan, maka kami jelas tak bisa melakukan pembayaran, karena kesalahan dokumen tadi,” terangnya.

Lalu bagaimana nasib pemenang lelang yang diketahui bernama PT Waja Mas setelah pemko membatalkan proyek tersebut? Noorbi menerangkan, pihaknya sudah menjelaskan permasalahan ini kepada pemenang lelang. Agar persoalan ini tak berbuntut panjang di kemudian hari.

“Kepada pemenang lelang sudah kami sampaikan dan kami jelaskan secara detail mengapa sampai proyek ini dibatalkan. Mereka paham, dan mereka mereka menerima saja. Katanya asalkan tidak di-blacklist,” pungkasnya. (hid/fud/ema)

BANJARMASIN – Meski sudah mendapat pemenang lelang, Pemko Banjarmasin membatalkan proyek pembangunan gedung Balai Latihan Kerja (BLK) di Jalan AMD Tatah Belayung, Banjarmasin Selatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Banjarmasin Noorbi mengatakan, rencana pembangunan dua gedung dengan pagu Rp3,2 miliar itu harus dibatalkan karena terjadi kesalahan dalam dokumen yang mereka miliki.

Kesalahan dokumen yang dimaksud, adanya perbedaan pada kode rekening untuk pembayaran. Lantas mengapa kekeliruan itu bisa lolos? Dijelaskannya, bermula dari proses lelang yang sempat gagal, sehingga lelang harus diulang.

Karena waktu yang tersisa hanya tiga bulan, sangat mepet, maka pihaknya mengubah perencanan awal. Dengan memangkas jumlah gedung, dari yang awalnya dua menjadi satu saja.

“Otomatis yang tadinya Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) dua gedung dipangkas menjadi satu gedung saja. Kemudian duit lebihnya dialihkan ke biaya pengurukan,” ucap Noorbi.

Namun, perubahan rencana untuk memangkas gedung dan mengalihkan biaya untuk pengurukan itu ternyata tak semudah yang dikira. Perubahan itu rupanya harus sesuai dengan kode rekening di rencana awal.

“Sehingga jika pengerjaan itu tetap dilakukan, maka kami jelas tak bisa melakukan pembayaran, karena kesalahan dokumen tadi,” terangnya.

Lalu bagaimana nasib pemenang lelang yang diketahui bernama PT Waja Mas setelah pemko membatalkan proyek tersebut? Noorbi menerangkan, pihaknya sudah menjelaskan permasalahan ini kepada pemenang lelang. Agar persoalan ini tak berbuntut panjang di kemudian hari.

“Kepada pemenang lelang sudah kami sampaikan dan kami jelaskan secara detail mengapa sampai proyek ini dibatalkan. Mereka paham, dan mereka mereka menerima saja. Katanya asalkan tidak di-blacklist,” pungkasnya. (hid/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/