alexametrics
31.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Duel di Bandung, Barito Sukses Perpanjang Rekor Tak Kalah

BANDUNG – Barito Putera berhasil memperpanjang rekor tak terkalahkan atas Persib Bandung sejak 2016 silam. Bertemu di pekan ke-28 Liga 1 2019, The Yellow River membawa pulang satu poin setelah bermain imbang 0-0 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, kemarin (24/11) sore.

Atas hasil ini Barito Putera masih tertahan di peringkat ke-14 klasemen sementara Liga 1 2019. Unggul tiga poin dari pesaing terdekatnya di posisi ke-15, Persela Lamongan. Sedangkan Persib Bandung berhasil naik satu peringkat ke posisi tujuh, menggeser PSS Sleman.

Pelatih Barito Putera, Djajang Nurjaman bersyukur atas raihan satu poin kali ini. Meski timnya sangat membutuhkan tiga poin untuk mendongkrak posisi dari jeratan zona merah. “Kita syukuri satu poin pada laga berat kali ini,” kata Djanur.

Djanur juga mengapresiasi daya juang pemainnya yang sudah bekerja keras. “Penguasaan bola memang jauh dikuasai Persib, tapi peluang mereka tak begitu berbahaya bagi kami. Masih bisa dihalau,” katanya.

Sebenarnya Barito memiliki peluang untuk mencetak angka jika wasit Hamim Tohari asal Jawa Timur memberi keputusan tepat di babak pertama.

“Peluang terbaik kami adalah saat pemain Persib melakukan handball di kotak penalty. Sayang wasit tak berani untuk mengambil keputusan,” sindir Djanur.

Pelatih Persib, Robert Rene mengungkapkan alasan gagal meraih tiga poin akibat efektivitas lini depannya yang dinilai buruk. “Target kami menang untuk posisi kelima. Namun, kami kehilangan dua poin akibat efektivitas yang buruk,” tuntas Robert.(bir/dye/ema)

BANDUNG – Barito Putera berhasil memperpanjang rekor tak terkalahkan atas Persib Bandung sejak 2016 silam. Bertemu di pekan ke-28 Liga 1 2019, The Yellow River membawa pulang satu poin setelah bermain imbang 0-0 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, kemarin (24/11) sore.

Atas hasil ini Barito Putera masih tertahan di peringkat ke-14 klasemen sementara Liga 1 2019. Unggul tiga poin dari pesaing terdekatnya di posisi ke-15, Persela Lamongan. Sedangkan Persib Bandung berhasil naik satu peringkat ke posisi tujuh, menggeser PSS Sleman.

Pelatih Barito Putera, Djajang Nurjaman bersyukur atas raihan satu poin kali ini. Meski timnya sangat membutuhkan tiga poin untuk mendongkrak posisi dari jeratan zona merah. “Kita syukuri satu poin pada laga berat kali ini,” kata Djanur.

Djanur juga mengapresiasi daya juang pemainnya yang sudah bekerja keras. “Penguasaan bola memang jauh dikuasai Persib, tapi peluang mereka tak begitu berbahaya bagi kami. Masih bisa dihalau,” katanya.

Sebenarnya Barito memiliki peluang untuk mencetak angka jika wasit Hamim Tohari asal Jawa Timur memberi keputusan tepat di babak pertama.

“Peluang terbaik kami adalah saat pemain Persib melakukan handball di kotak penalty. Sayang wasit tak berani untuk mengambil keputusan,” sindir Djanur.

Pelatih Persib, Robert Rene mengungkapkan alasan gagal meraih tiga poin akibat efektivitas lini depannya yang dinilai buruk. “Target kami menang untuk posisi kelima. Namun, kami kehilangan dua poin akibat efektivitas yang buruk,” tuntas Robert.(bir/dye/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

GOR Hasanuddin Memerah

Kejurprov Atletik Dihelat Agustus

/