alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Jalan Santai Bersama 150 Penyandang Disabilitas

Momen Hari Penyandang Disabilitas Internasional 2019 di Kalsel, diperingati dengan gelaran jalan santai bersama warga banua penyandang disabilitas di seputaran Tugu Nol Kilometer, Banjarmasin

———–

Tampak diantara peserta jalan santai Jumat (22/11) pagi itu, Gubernur H Sahbirin Noor dan Ketua TP PKK Kalimantan Selatan, Hj Raudatul Jannah turut membaur.

Keduanya bercengkerama hangat dengan para penyandang disabilitas peserta jalan santai. Canda dan tawa warga banua yang memiliki keterbatasan fisik itu, mewarnai hampir sepanjang perjalanan di seputaran Tugu Nol Kilometer, Banjarmasin, tempat lokasi jalan santai digelar.

Hari Disabilitas Internasional tingkat Provinsi Kalimantan Selatan kali ini mengangkat tema ‘Indonesia Inklusi Disabilitas Unggulan’.

Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor mengatakan, peringatan ini dapat menjadi momentum menumbuhkan kesadaran semua pihak untuk lebih memperhatikan dan menghargai serta memberikan hak yang sama kepada para penyandang disabilitas.

“Mari kita bersama-sama, memberikan hak mereka, seperti fasilitas yang layak dan rasa nyaman, serta perlakukanlah mereka dengan setara dan adil,” ucap Gubernur yang akrab disapa Paman Birin.

Ia menambahkan, peringatan ini tidak sebatas seremonial saja, tetapi lebih ke teknis yang terfokus pada pemenuhan hak-hak disabilitas.

“Saya berharap, saudara kita penyandang disabilitas, agar lebih diperhatikan dan diberikan pelayanan lebih, dan senantiasa membantu di saat mereka membutuhkan kita,” harap Paman Birin.

Senada dengan sang suami, Hj Raudatul Jannah mengharapkan ada kesetaraan hak bagi penyandang disabilitas.

“Baik itu akses pendidikan, ekonomi, olahraga, pekerjaan, harus ada kesetaraan di segala bidang. Karena sejatinya tidak ada perbedaan diantara kita,” harap Acil Odah, sapaan akrabnya.

Selain itu, Ketua TP PKK Kalsel juga mengucapkan terimakasih tulus kepada para pembimbing, pendamping dan guru pengajar yang sudah mendedikasikan hidupnya bagi penyandang disabilitas.

“Tidak lupa, terimakasih yang tulus saya sampaikan untuk para pembimbing, pendamping dan guru pengajar yang tulus ikhlas melayani serta mengajarkan saudara kita penyandang disabilitas, untuk mengasah keterampilan dan menjadi lebih baik lagi,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalsel, Siti Nuriyani dalam laporannya mengatakan kegiatan ini diikuti 150 orang penyandang disabilitas, mulai dari SLB, panti dan organisasi-organisasi penyandang disabilitas.

Lebih lanjut, Siti Nuriyani mengatakan setiap tahunnya pihak Dinsos Provinsi Kalimantan Selatan mencari penyandang disabilitas ke kabupaten kota yang ada di Kalimantan Selatan.

Tujuannya, untuk dibina dan diberi pelatihan khusus. Ada beberapa panti sosial, seperti panti tuna netra Fajar Harapan. Mereka semua dididik untuk keterampilan seperti pembuatan tikar purun dan mereka sudah punya usaha sendiri.

“Masyarakat yang mempunyai tetangga atau keluarga penyandang Disabilitas jangan malu punya keluarga seperti itu, mereka harus dibawa ke Dinsos untuk dibina dan didik,” tuturnya. (hum/bin/ema)

Momen Hari Penyandang Disabilitas Internasional 2019 di Kalsel, diperingati dengan gelaran jalan santai bersama warga banua penyandang disabilitas di seputaran Tugu Nol Kilometer, Banjarmasin

———–

Tampak diantara peserta jalan santai Jumat (22/11) pagi itu, Gubernur H Sahbirin Noor dan Ketua TP PKK Kalimantan Selatan, Hj Raudatul Jannah turut membaur.

Keduanya bercengkerama hangat dengan para penyandang disabilitas peserta jalan santai. Canda dan tawa warga banua yang memiliki keterbatasan fisik itu, mewarnai hampir sepanjang perjalanan di seputaran Tugu Nol Kilometer, Banjarmasin, tempat lokasi jalan santai digelar.

Hari Disabilitas Internasional tingkat Provinsi Kalimantan Selatan kali ini mengangkat tema ‘Indonesia Inklusi Disabilitas Unggulan’.

Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor mengatakan, peringatan ini dapat menjadi momentum menumbuhkan kesadaran semua pihak untuk lebih memperhatikan dan menghargai serta memberikan hak yang sama kepada para penyandang disabilitas.

“Mari kita bersama-sama, memberikan hak mereka, seperti fasilitas yang layak dan rasa nyaman, serta perlakukanlah mereka dengan setara dan adil,” ucap Gubernur yang akrab disapa Paman Birin.

Ia menambahkan, peringatan ini tidak sebatas seremonial saja, tetapi lebih ke teknis yang terfokus pada pemenuhan hak-hak disabilitas.

“Saya berharap, saudara kita penyandang disabilitas, agar lebih diperhatikan dan diberikan pelayanan lebih, dan senantiasa membantu di saat mereka membutuhkan kita,” harap Paman Birin.

Senada dengan sang suami, Hj Raudatul Jannah mengharapkan ada kesetaraan hak bagi penyandang disabilitas.

“Baik itu akses pendidikan, ekonomi, olahraga, pekerjaan, harus ada kesetaraan di segala bidang. Karena sejatinya tidak ada perbedaan diantara kita,” harap Acil Odah, sapaan akrabnya.

Selain itu, Ketua TP PKK Kalsel juga mengucapkan terimakasih tulus kepada para pembimbing, pendamping dan guru pengajar yang sudah mendedikasikan hidupnya bagi penyandang disabilitas.

“Tidak lupa, terimakasih yang tulus saya sampaikan untuk para pembimbing, pendamping dan guru pengajar yang tulus ikhlas melayani serta mengajarkan saudara kita penyandang disabilitas, untuk mengasah keterampilan dan menjadi lebih baik lagi,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalsel, Siti Nuriyani dalam laporannya mengatakan kegiatan ini diikuti 150 orang penyandang disabilitas, mulai dari SLB, panti dan organisasi-organisasi penyandang disabilitas.

Lebih lanjut, Siti Nuriyani mengatakan setiap tahunnya pihak Dinsos Provinsi Kalimantan Selatan mencari penyandang disabilitas ke kabupaten kota yang ada di Kalimantan Selatan.

Tujuannya, untuk dibina dan diberi pelatihan khusus. Ada beberapa panti sosial, seperti panti tuna netra Fajar Harapan. Mereka semua dididik untuk keterampilan seperti pembuatan tikar purun dan mereka sudah punya usaha sendiri.

“Masyarakat yang mempunyai tetangga atau keluarga penyandang Disabilitas jangan malu punya keluarga seperti itu, mereka harus dibawa ke Dinsos untuk dibina dan didik,” tuturnya. (hum/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/