alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Saturday, 21 May 2022

Titip Kasus Belum Tuntas

BANJARMASIN – Kejaksaan Agung kembali memutasi sejumlah pejabat. Seorang pejabat utama di Kejaksaan Tinggi Kalsel dan seorang kepala Kejaksaan Negeri bergeser.

Yakni Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus Kejati Kalsel Munaji yang dipromosikan menjabat Kepala Kejari Bogor, Jawa Barat. Posisinya akan digantikan Dwiyanto Prihartono yang sebelumnya Kepala Kejari Jepara.

Lalu, Kepala Kejari Hulu Sungai Tengah Wagiyo bergeser ke Surabaya. Menjadi Kepala Kejari Tanjung Perak. Dia digantikan Trimo yang sebelumnya menjabat koordinator pada Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Prosesi serah terima jabatan dipimpin Kajati Kalsel Arie Arifin. Ditemui seusai sertijab, Munaji menitipkan beberapa kasus yang prosesnya masih berjalan.

Antara lain kasus pipanisasi di Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Banjar dan kasus pengadaan kapal pembersih sungai dari Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar. “Tugas-tugas yang belum selesai akan diselesaikan pejabat yang baru,” pesannya.

Munaji yang menjabat sebagai Aspidsus selama dua tahun delapan bulan membeberkan, kasus pipanisasi tak lama lagi masuk tahap pra penuntutan. Sedangkan kasus kapal sapu-sapu tinggal menunggu hasil audit.

Sedangkan kasus proyek Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) yang terjadi di Hulu Sungai Tengah dari Dinas PUPR dan Satuan Kerja Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Permukiman Kalsel untuk sementara dihentikan (SP3).

Menurut Munaji, setelah dikaji dengan mengundang saksi ahli dari Universitas Lambung Mangkurat, ternyata pengerjaannya sudah sesuai aturan. “Makanya kasus tersebut sementara kami hentikan karena tidak terbukti ada kerugian negara. Kecuali ditemukan bukti baru, maka bisa lanjut kembali,” tegasnya.

Terpisah, Aspidsus Kejati Kalsel yang baru dilantik, Dwiyanto Prihartono mengatakan tugas yang dititipkan pejabat lama akan didata ulang. “Apa saja yang belum selesai, segera kita selesaikan. Tanggung jawab sekarang adalah menginventarisir kembali,” ujarnya. (gmp/fud/ema)

BANJARMASIN – Kejaksaan Agung kembali memutasi sejumlah pejabat. Seorang pejabat utama di Kejaksaan Tinggi Kalsel dan seorang kepala Kejaksaan Negeri bergeser.

Yakni Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus Kejati Kalsel Munaji yang dipromosikan menjabat Kepala Kejari Bogor, Jawa Barat. Posisinya akan digantikan Dwiyanto Prihartono yang sebelumnya Kepala Kejari Jepara.

Lalu, Kepala Kejari Hulu Sungai Tengah Wagiyo bergeser ke Surabaya. Menjadi Kepala Kejari Tanjung Perak. Dia digantikan Trimo yang sebelumnya menjabat koordinator pada Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Prosesi serah terima jabatan dipimpin Kajati Kalsel Arie Arifin. Ditemui seusai sertijab, Munaji menitipkan beberapa kasus yang prosesnya masih berjalan.

Antara lain kasus pipanisasi di Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Banjar dan kasus pengadaan kapal pembersih sungai dari Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar. “Tugas-tugas yang belum selesai akan diselesaikan pejabat yang baru,” pesannya.

Munaji yang menjabat sebagai Aspidsus selama dua tahun delapan bulan membeberkan, kasus pipanisasi tak lama lagi masuk tahap pra penuntutan. Sedangkan kasus kapal sapu-sapu tinggal menunggu hasil audit.

Sedangkan kasus proyek Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) yang terjadi di Hulu Sungai Tengah dari Dinas PUPR dan Satuan Kerja Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Permukiman Kalsel untuk sementara dihentikan (SP3).

Menurut Munaji, setelah dikaji dengan mengundang saksi ahli dari Universitas Lambung Mangkurat, ternyata pengerjaannya sudah sesuai aturan. “Makanya kasus tersebut sementara kami hentikan karena tidak terbukti ada kerugian negara. Kecuali ditemukan bukti baru, maka bisa lanjut kembali,” tegasnya.

Terpisah, Aspidsus Kejati Kalsel yang baru dilantik, Dwiyanto Prihartono mengatakan tugas yang dititipkan pejabat lama akan didata ulang. “Apa saja yang belum selesai, segera kita selesaikan. Tanggung jawab sekarang adalah menginventarisir kembali,” ujarnya. (gmp/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/