alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Arus Lalin Karang Anyar Bakal Berubah

BANJARBARU – Kawasan jalan di wilayah Karang Anyar dan Jalan Barjad Banjarbaru bakal mengalami perubahan arus lalu lintas. Sebab, pihak Forum Lalu Lintas mewacanakan lajur ini akan dibuat satu lajur.

Kepala Dinas Perhubungan Banjarbaru, A Yani Makkie didampingi Kabid LLAJ Dishub Banjarbaru, Zaini menjelaskan, rekayasa lalu lintas di kawasan tersebut terus digodok. Soal wacana satu jalur atau one way pun ujarnya benar adanya.

“Pertimbangannya karena jalur ini rentan macet. Dan juga, Pemko juga telah membangun jalan baru di kawasan Simpang Empat Karang Anyar yang tembus ke samping Kanwil PLN Kalselteng di Panglima Batur,” kata Yani.

Jalan baru inilah katanya yang akan jadi alternatif sekaligus solusi dalam mengurai kemacetan yang kerap terjadi di kawasan sana. Mengingat lebar jalan yang kecil dan padatnya arus lalu lintas, memang jalan areal Karang Anyar, Jalan Barjad, hingga menuju Kampus JPOK FKIP ULM rentan mengalami kemacetan.

Nantinya, dalam rekayasa arus lalu lintas tersebut. Ada beberapa perubahan yang diterapkan. Pertama, pengendara dari arah Panglima Batur masuk ke Jalan Barjad dan bertujuan ke arah Jln Taruna Praja atau Kampus JPOK, harus mengambil Jalan Karang Anyar dahulu.

“Tidak bisa langsung ke JPOK, di simpang empat diarahkan ke Jalan Karang Anyar, baru melewati Karang Sawo tembus ke jalur menuju JPOK,” kata Yani.

Sebaliknya, pengendara dari arah Jln Taruna Praja menuju Jalan Karang Anyar katanya juga harus lewat Jalan Karang Sawo. “Kalau mau ke Panglima Batur, ambil kiri lewat jalan baru tembus di samping Kanwil PLN,” tambahnya.

Sedangkan pengendara yang keluar dari Karang Anyar, tidak boleh belok kanan (Jln Barjad) atau kiri (Jln Taruna Praja), tapi langsung lurus ke jalan baru dan keluar di Panglima Batur.

Sehingga untuk Jln Barjad menurutnya diterapkan lajur searah, dari Panglima Batur menuju ke Jln Karang Anyar.

Kapan diterapkan? Yani memprediksi diterapkan tahun depan. Mengingat, saat ini proyek jalan tembus samping PLN juga masih dikerjakan.

“Sekarang kita fokus sosialisasi dahulu, termasuk pemasangan spanduk informasi, rambu dan marka jalan. Kita tidak ingin keputusan jadi tergesa-gesa dan malah merugikan masyarakat karena ketidaktahuan,” bebernya.

Sosialisasi melibatkan Forum Lalu Lintas, termasuk di dalamnya Satlantas Polres Banjarbaru. Wacana ini tegas Yani juga akan disosialisasikan sampai ke tingkat Camat, Kelurahan hingga RT dan RW.

Sementara itu, Huda Khalis salah seorang warga di kawasan Balitan mengaku cukup terkejut dengan wacana ini. Sebab terangnya, ia selama ini sudah nyaman dan terbiasa dengan arus lalu lintas yang ada.

“Yang agak bingung nanti mungkin kalau mau ke arah arah Barjad dari Karang Anyar, karena di Simpang Empat tidak boleh ambil langsung tapi harus memutar dahulu. Memang akan lebih jauh dari jalur biasa,” ceritanya.

Meski begitu, ia mengakui jika kawasan ini selalu mengalami kemacetan di pagi hari. “Kalau demi mengurai kemacetan saya sepakat saja, karena memang di kawasan ini padat, apalagi jam saat berangkat atau pulang kerja,” tandasnya. (rvn/bin/ema)

BANJARBARU – Kawasan jalan di wilayah Karang Anyar dan Jalan Barjad Banjarbaru bakal mengalami perubahan arus lalu lintas. Sebab, pihak Forum Lalu Lintas mewacanakan lajur ini akan dibuat satu lajur.

Kepala Dinas Perhubungan Banjarbaru, A Yani Makkie didampingi Kabid LLAJ Dishub Banjarbaru, Zaini menjelaskan, rekayasa lalu lintas di kawasan tersebut terus digodok. Soal wacana satu jalur atau one way pun ujarnya benar adanya.

“Pertimbangannya karena jalur ini rentan macet. Dan juga, Pemko juga telah membangun jalan baru di kawasan Simpang Empat Karang Anyar yang tembus ke samping Kanwil PLN Kalselteng di Panglima Batur,” kata Yani.

Jalan baru inilah katanya yang akan jadi alternatif sekaligus solusi dalam mengurai kemacetan yang kerap terjadi di kawasan sana. Mengingat lebar jalan yang kecil dan padatnya arus lalu lintas, memang jalan areal Karang Anyar, Jalan Barjad, hingga menuju Kampus JPOK FKIP ULM rentan mengalami kemacetan.

Nantinya, dalam rekayasa arus lalu lintas tersebut. Ada beberapa perubahan yang diterapkan. Pertama, pengendara dari arah Panglima Batur masuk ke Jalan Barjad dan bertujuan ke arah Jln Taruna Praja atau Kampus JPOK, harus mengambil Jalan Karang Anyar dahulu.

“Tidak bisa langsung ke JPOK, di simpang empat diarahkan ke Jalan Karang Anyar, baru melewati Karang Sawo tembus ke jalur menuju JPOK,” kata Yani.

Sebaliknya, pengendara dari arah Jln Taruna Praja menuju Jalan Karang Anyar katanya juga harus lewat Jalan Karang Sawo. “Kalau mau ke Panglima Batur, ambil kiri lewat jalan baru tembus di samping Kanwil PLN,” tambahnya.

Sedangkan pengendara yang keluar dari Karang Anyar, tidak boleh belok kanan (Jln Barjad) atau kiri (Jln Taruna Praja), tapi langsung lurus ke jalan baru dan keluar di Panglima Batur.

Sehingga untuk Jln Barjad menurutnya diterapkan lajur searah, dari Panglima Batur menuju ke Jln Karang Anyar.

Kapan diterapkan? Yani memprediksi diterapkan tahun depan. Mengingat, saat ini proyek jalan tembus samping PLN juga masih dikerjakan.

“Sekarang kita fokus sosialisasi dahulu, termasuk pemasangan spanduk informasi, rambu dan marka jalan. Kita tidak ingin keputusan jadi tergesa-gesa dan malah merugikan masyarakat karena ketidaktahuan,” bebernya.

Sosialisasi melibatkan Forum Lalu Lintas, termasuk di dalamnya Satlantas Polres Banjarbaru. Wacana ini tegas Yani juga akan disosialisasikan sampai ke tingkat Camat, Kelurahan hingga RT dan RW.

Sementara itu, Huda Khalis salah seorang warga di kawasan Balitan mengaku cukup terkejut dengan wacana ini. Sebab terangnya, ia selama ini sudah nyaman dan terbiasa dengan arus lalu lintas yang ada.

“Yang agak bingung nanti mungkin kalau mau ke arah arah Barjad dari Karang Anyar, karena di Simpang Empat tidak boleh ambil langsung tapi harus memutar dahulu. Memang akan lebih jauh dari jalur biasa,” ceritanya.

Meski begitu, ia mengakui jika kawasan ini selalu mengalami kemacetan di pagi hari. “Kalau demi mengurai kemacetan saya sepakat saja, karena memang di kawasan ini padat, apalagi jam saat berangkat atau pulang kerja,” tandasnya. (rvn/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/