alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

Masih Banyak Juru Parkir Liar, Sulit Dibasmi karena Dibeking Preman

BANJARMASIN – Merespons keresahan terkait maraknya aksi juru parkir liar di Banjarmasin, Dinas Perhubungan Banjarmasin akan merutinkan razia.

“Hampir setiap hari berkeliling kota. Guna operasi menindak jukir liar,” kata Kepala UPT Parkir Dishub Banjarmasin Hendra, kemarin (18/11).

Disebutkannya, jumlah jukir di Banjarmasin tak bisa dihitung dengan jari. Sulit membasminya. Karena jukir liar diduga dibekingi preman setempat.

Berdasarkan pantauan Dishub, modus yang digunakan jukir liar cukup beragam. Tak jarang menaruh tarif lebih mahal dari ketentuan Perda No 7 Tahun 2011 tentang Pajak Parkir atau Perda No 2 Tahun 2016 tentang Retribusi Parkir.

Atas pelanggaran kedua perda tadi, Kepala Dishub Banjarmasin Ichwan Noor Khalik membeberkan, sudah banyak jukir yang dijerat tindak pidana ringan. Agar memberikan efek jera kepada barisan jukir nakal.

“Sudah banyak jukir liar yang kami bawa sampai ke pengadilan untuk ditipiring,” ujarnya.

Berdasar Surat Keputusan (SK) Wali Kota Banjarmasin, ada 191 titik pajak parkir resmi. Tersebar di lima kecamatan. Paling banyak di Banjarmasin Tengah dengan 86 titik. Lalu Banjarmasin Timur dengan 47 titik, Banjarmasin Utara dengan 36 titik, Banjarmasin Barat dengan 14 titik, dan Banjarmasin Selatan dengan 8 titik.

Ditambah 238 titik retribusi parkir resmi. Banjarmasin Tengah dengan 138 titik, Banjarmasin Timur dengan 36 titik, Banjarmasin Utara dengan 33 titik, Banjarmasin Barat dengan 16 titik, dan Banjarmasin Selatan dengan 15 titik.

Dari total jumlah pajak dan retribusi parkir itu, Ichwan tak bisa menghitung berapa lokasi titik parkir liar di penjuru Banjarmasin. Sejauh ini, Dishub hanya mengambil tindakan tegas jika kedapatan.

“Saat ini memang masih ada saja lagi jukir liar yang menjalankan operasinya. Perlu tindak pidana khusus agar ada efek jera,” tegasnya.

Dia berharap warga Banjarmasin bisa kooperatif dengan Dishub untuk tidak menanggapi pungutan para jukir liar. Caranya, tidak memberikan uang kepada mereka. Jika dikasih, bakal kian langgeng.

“Seperti di minimarket yang sudah banyak dipasangi spanduk parkir gratis. Tapi malah ada jukirnya, semestinya jangan dikasih,” pungkasnya. (hid/fud/ema)

BANJARMASIN – Merespons keresahan terkait maraknya aksi juru parkir liar di Banjarmasin, Dinas Perhubungan Banjarmasin akan merutinkan razia.

“Hampir setiap hari berkeliling kota. Guna operasi menindak jukir liar,” kata Kepala UPT Parkir Dishub Banjarmasin Hendra, kemarin (18/11).

Disebutkannya, jumlah jukir di Banjarmasin tak bisa dihitung dengan jari. Sulit membasminya. Karena jukir liar diduga dibekingi preman setempat.

Berdasarkan pantauan Dishub, modus yang digunakan jukir liar cukup beragam. Tak jarang menaruh tarif lebih mahal dari ketentuan Perda No 7 Tahun 2011 tentang Pajak Parkir atau Perda No 2 Tahun 2016 tentang Retribusi Parkir.

Atas pelanggaran kedua perda tadi, Kepala Dishub Banjarmasin Ichwan Noor Khalik membeberkan, sudah banyak jukir yang dijerat tindak pidana ringan. Agar memberikan efek jera kepada barisan jukir nakal.

“Sudah banyak jukir liar yang kami bawa sampai ke pengadilan untuk ditipiring,” ujarnya.

Berdasar Surat Keputusan (SK) Wali Kota Banjarmasin, ada 191 titik pajak parkir resmi. Tersebar di lima kecamatan. Paling banyak di Banjarmasin Tengah dengan 86 titik. Lalu Banjarmasin Timur dengan 47 titik, Banjarmasin Utara dengan 36 titik, Banjarmasin Barat dengan 14 titik, dan Banjarmasin Selatan dengan 8 titik.

Ditambah 238 titik retribusi parkir resmi. Banjarmasin Tengah dengan 138 titik, Banjarmasin Timur dengan 36 titik, Banjarmasin Utara dengan 33 titik, Banjarmasin Barat dengan 16 titik, dan Banjarmasin Selatan dengan 15 titik.

Dari total jumlah pajak dan retribusi parkir itu, Ichwan tak bisa menghitung berapa lokasi titik parkir liar di penjuru Banjarmasin. Sejauh ini, Dishub hanya mengambil tindakan tegas jika kedapatan.

“Saat ini memang masih ada saja lagi jukir liar yang menjalankan operasinya. Perlu tindak pidana khusus agar ada efek jera,” tegasnya.

Dia berharap warga Banjarmasin bisa kooperatif dengan Dishub untuk tidak menanggapi pungutan para jukir liar. Caranya, tidak memberikan uang kepada mereka. Jika dikasih, bakal kian langgeng.

“Seperti di minimarket yang sudah banyak dipasangi spanduk parkir gratis. Tapi malah ada jukirnya, semestinya jangan dikasih,” pungkasnya. (hid/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/