alexametrics
31.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Gerindra Hanya Kirim Tiga Kandidat, Tak Ada Nama Petahana

BANJARMASIN – Memiliki 8 kursi di DPRD Kalsel, membuat Partai Gerindra memiliki nilai tawar pada Pemilihan Gubernur Kalsel 2020 mendatang. Untuk mengusung sendiri bakal calon gubernur, mereka hanya butuh tiga kursi lagi.

Di hari terakhir pendaftaran Jumat (15/11) tadi, dari lima kandidat yang mengambil formulir, hanya tiga orang yang mengembalikan formulir pendaftaran.

Mereka adalah, Sofwat Hadi, Gusti Iskandar Sukma Alamsyah dan Denny Indrayana. Sementara, dua nama lain, Rosehan NB dan bakal calon petahana, Sahbirin Noor tak mengantar kembali formulir.

Sekretaris DPD Partai Gerindra Kalsel, Ilham Nor mengungkapkan, ditunggu hingga pukul 00.00 Wita, Rosehan dan Sahbirin Noor tak datang. Praktis, DPD Gerindra Kalsel pun hanya akan menyerahkan tiga nama ke DPP Gerindra.

“Di hari terakhir, hanya tiga nama yang mengembalikan formulir. Tak ada formulir Rosehan NB dan Paman Birin yang sebelumnya sudah mengambil formulir pendaftaran,” beber Ilham kemarin.

Dia mengungkapkan, formulir pendaftaran yang dikembalikan para bakal calon ini, akan diverifikasi oleh DPD pada Senin (18/11).

“Tak hanya bakal calon gubernur yang diverifikasi. Tapi juga bakal calon wali kota dan bupati se Kalsel,” terangnya.

Usai itu, berkas tersebut dikirim ke DPP untuk selanjutnya dilakukan penajaman terhadap para kandidat ini. Ilham menegaskan, semua keputusan siapa yang akan diusung ditentukan oleh DPP.

“Terkait dengan siapa berkoalisi, siapa pasangan bakal calonnya, itu ranahnya DPP,” sebut mantan Anggota DPRD Kalsel itu.

Soal dua kandidat yang tak mengembalikan berkas formulir pendaftaran, Ilham memastikan tak bisa diproses.

“Kami akan sampaikan mekanisme dan hasil pendaftaran ke DPP. Selanjutnya DPP lah yang akan menentukannya. DPD hanya membuka dan menerima pendaftaran, tidak mengambil kebijakan. Semua keputusan di DPP,” imbuhnya.

Sinyal dukungan Gerindra sendiri sudah terlihat mengarah ke Denny Indrayana. Dimana Ketua DPD Gerindra Kalsel, Abidin saat mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM itu mengambil berkas pendaftaran lalu mengatakan, pihaknya akan memberikan dukungan kepada Denny.

Bahkan, pertemuan dirinya dengan Denny sudah sering dilakukan. Salah satunya di restoran di Banjarmasin sebulan lalu.

“Kami sampaikan sekali lagi, tetap keputusan ada ditangan DPP. Kita tunggu saja nanti,” tandasnya.

Terpisah, Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Kalsel 2 DPD Partai Golkar Kalsel, Puar Junaidi saat menyerahkan berkas formulir pendaftaran Sahbirin ke DPW PKS, Jumat (15/11) tadi mengatakan pihaknya tidak melamar karena Gerindra sudah berencana mengusung bakal calon lain.

“Sampai saat ini tak ada instruksi kepada tim untuk menyerahkan berkas pendaftaran ke Gerindra,” ujar Puar.

Memang tanpa Gerindra, Golkar sudah memenuhi syarat untuk mengusung kembali Sahbirin di Pilgub 2020 mendatang. Memiliki 12 Kursi di DPRD Kalsel, partai berlambang pohon beringin sejatinya berada di atas angin.

Hingga kemarin, melalui partai Golkar, Sahbirin sudah melamar ke tiga partai politik. Yakni, PDI Perjuangan, NasDem dan PKS. Menurut Puar, Golkar masih dan sangat perlu rekan koalisi partai politik, khususnya yang memiliki kursi di DPRD Kalsel untuk membangun Banua.

“Saat ini gubernur sangat merasakan keharmonisan bersama partai politik di DPRD Kalsel. Makanya kami lamar semua partai politik yang membuka pendaftaran,” imbuhnya.

Sementara, PKS yang memiliki 5 kursi di DPRD Kalsel ditambah militansinya para kader, menjadi rebutan para bakal calon gubernur dan wakil gubernur. Hingga kemarin, tak hanya dilamar petahana, partai ini juga dilamar oleh Sofwat Hadi dan Denny Indrayana yang digadang bakal menjadi lawan petahana di Pilgub 2020 mendatang.

Wakil Ketua DPW PKS Kalsel, Mathari yang menerima langsung berkas formulir pendaftaran Sahbirin kemarin menegaskan, pihaknya terbuka kepada siapa saja yang ingin melamar ke PKS. DPW sendiri sebutnya tak memiliki kewenangan untuk menentukan siapa yang nantinya diusung pada Pilgub 2020 mendatang.

Anggota DPRD Kota Banjarmasin ini menerangkan, keputusan penuh ada di tangan DPP, DPW sebutnya hanya menyampaikan siapa saja yang melamar ke partai. Meski demikian, DPP tetap mendengarkan aspirasi daerah sebelum menentukan. “Semua masih dinamis. Kita tunggu bersama keputusan dari DPP,” ucapnya.

PKS i saat Pilgub 2015 lalu mengusung Sahbirin Noor bersama Gerindra,PPP, PDIP, Hanura dan PAN. Saat ini, koalisi yanag hampir pasti mengusung petahana adalah Golkar, PDIP, PPP, PKB, PKS dan PAN. (mof/ran/ema)

BANJARMASIN – Memiliki 8 kursi di DPRD Kalsel, membuat Partai Gerindra memiliki nilai tawar pada Pemilihan Gubernur Kalsel 2020 mendatang. Untuk mengusung sendiri bakal calon gubernur, mereka hanya butuh tiga kursi lagi.

Di hari terakhir pendaftaran Jumat (15/11) tadi, dari lima kandidat yang mengambil formulir, hanya tiga orang yang mengembalikan formulir pendaftaran.

Mereka adalah, Sofwat Hadi, Gusti Iskandar Sukma Alamsyah dan Denny Indrayana. Sementara, dua nama lain, Rosehan NB dan bakal calon petahana, Sahbirin Noor tak mengantar kembali formulir.

Sekretaris DPD Partai Gerindra Kalsel, Ilham Nor mengungkapkan, ditunggu hingga pukul 00.00 Wita, Rosehan dan Sahbirin Noor tak datang. Praktis, DPD Gerindra Kalsel pun hanya akan menyerahkan tiga nama ke DPP Gerindra.

“Di hari terakhir, hanya tiga nama yang mengembalikan formulir. Tak ada formulir Rosehan NB dan Paman Birin yang sebelumnya sudah mengambil formulir pendaftaran,” beber Ilham kemarin.

Dia mengungkapkan, formulir pendaftaran yang dikembalikan para bakal calon ini, akan diverifikasi oleh DPD pada Senin (18/11).

“Tak hanya bakal calon gubernur yang diverifikasi. Tapi juga bakal calon wali kota dan bupati se Kalsel,” terangnya.

Usai itu, berkas tersebut dikirim ke DPP untuk selanjutnya dilakukan penajaman terhadap para kandidat ini. Ilham menegaskan, semua keputusan siapa yang akan diusung ditentukan oleh DPP.

“Terkait dengan siapa berkoalisi, siapa pasangan bakal calonnya, itu ranahnya DPP,” sebut mantan Anggota DPRD Kalsel itu.

Soal dua kandidat yang tak mengembalikan berkas formulir pendaftaran, Ilham memastikan tak bisa diproses.

“Kami akan sampaikan mekanisme dan hasil pendaftaran ke DPP. Selanjutnya DPP lah yang akan menentukannya. DPD hanya membuka dan menerima pendaftaran, tidak mengambil kebijakan. Semua keputusan di DPP,” imbuhnya.

Sinyal dukungan Gerindra sendiri sudah terlihat mengarah ke Denny Indrayana. Dimana Ketua DPD Gerindra Kalsel, Abidin saat mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM itu mengambil berkas pendaftaran lalu mengatakan, pihaknya akan memberikan dukungan kepada Denny.

Bahkan, pertemuan dirinya dengan Denny sudah sering dilakukan. Salah satunya di restoran di Banjarmasin sebulan lalu.

“Kami sampaikan sekali lagi, tetap keputusan ada ditangan DPP. Kita tunggu saja nanti,” tandasnya.

Terpisah, Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Kalsel 2 DPD Partai Golkar Kalsel, Puar Junaidi saat menyerahkan berkas formulir pendaftaran Sahbirin ke DPW PKS, Jumat (15/11) tadi mengatakan pihaknya tidak melamar karena Gerindra sudah berencana mengusung bakal calon lain.

“Sampai saat ini tak ada instruksi kepada tim untuk menyerahkan berkas pendaftaran ke Gerindra,” ujar Puar.

Memang tanpa Gerindra, Golkar sudah memenuhi syarat untuk mengusung kembali Sahbirin di Pilgub 2020 mendatang. Memiliki 12 Kursi di DPRD Kalsel, partai berlambang pohon beringin sejatinya berada di atas angin.

Hingga kemarin, melalui partai Golkar, Sahbirin sudah melamar ke tiga partai politik. Yakni, PDI Perjuangan, NasDem dan PKS. Menurut Puar, Golkar masih dan sangat perlu rekan koalisi partai politik, khususnya yang memiliki kursi di DPRD Kalsel untuk membangun Banua.

“Saat ini gubernur sangat merasakan keharmonisan bersama partai politik di DPRD Kalsel. Makanya kami lamar semua partai politik yang membuka pendaftaran,” imbuhnya.

Sementara, PKS yang memiliki 5 kursi di DPRD Kalsel ditambah militansinya para kader, menjadi rebutan para bakal calon gubernur dan wakil gubernur. Hingga kemarin, tak hanya dilamar petahana, partai ini juga dilamar oleh Sofwat Hadi dan Denny Indrayana yang digadang bakal menjadi lawan petahana di Pilgub 2020 mendatang.

Wakil Ketua DPW PKS Kalsel, Mathari yang menerima langsung berkas formulir pendaftaran Sahbirin kemarin menegaskan, pihaknya terbuka kepada siapa saja yang ingin melamar ke PKS. DPW sendiri sebutnya tak memiliki kewenangan untuk menentukan siapa yang nantinya diusung pada Pilgub 2020 mendatang.

Anggota DPRD Kota Banjarmasin ini menerangkan, keputusan penuh ada di tangan DPP, DPW sebutnya hanya menyampaikan siapa saja yang melamar ke partai. Meski demikian, DPP tetap mendengarkan aspirasi daerah sebelum menentukan. “Semua masih dinamis. Kita tunggu bersama keputusan dari DPP,” ucapnya.

PKS i saat Pilgub 2015 lalu mengusung Sahbirin Noor bersama Gerindra,PPP, PDIP, Hanura dan PAN. Saat ini, koalisi yanag hampir pasti mengusung petahana adalah Golkar, PDIP, PPP, PKB, PKS dan PAN. (mof/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/