alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Sunday, 29 May 2022

CATAT..! Mobil Harus Memutar Jauh Jika Ingin Melewati Jalur ini

BANJARMASIN – Warga Sungai Lulut harus membiasakan diri dengan kemacetan dan rute alternatif. Karena rekayasa lalu lintas mulai diberlakukan seiring penutupan Jembatan Sungai Lulut.

Proyek pembangunan ulang jembatan penghubung Banjarmasin dan Kabupaten Banjar sudah dimulai sejak Jumat (15/11) tadi.

Bagi pesepeda motor, masih diberikan kemudahan. Ada jembatan alternatif yang dibangun tepat di samping jembatan utama. Tapi untuk mobil harus memutar jauh. Karena jembatan alternatif itu khusus roda dua saja.

Sedangkan mobil dari arah luar Banjarmasin harus memutar ke Jalan Gubernur Syarkawi, tepatnya di bundaran Jalan Ahmad Yani kilometer 17. Sedangkan dari dalam kota, bisa memutar ke Kompleks Rahayu di Jalan Pramuka.

Pantauan Radar Banjarmasin kemarin (16/11), terjadi penumpukan kendaraan. Pengendara harus ngantre untuk melewati jembatan alternatif tersebut. Karena sempit dan hanya muat satu motor.

Padahal, tanpa proyek sekalipun, Sungai Lulut sudah tersohor dengan kemacetannya pada pagi dan sore hari.

Guna memberi tahu pengendara dari luar kota bahwa jembatan sudah ditutup, rambu-rambu mulai dipasang di beberapa titik. Seperti Jalan Veteran, Pramuka, hingga Sungai Tabuk.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kalsel Roy Rizali Anwar mengatakan, proyek ditargetkan rampung sebelum akhir Desember. “Kami tetap optimis bisa rampung tepat waktu berdasarkan kontrak pengerjaan,” kata Roy yang Kabid Bina Marga Yasin Toyib.

Rekayasa lalu lintas itu bekerja sama dengan Polresta Banjarmasin dan Polsek Sungai Tabuk. Guna pengamanan arus selama penutupan jembatan.

Toyib menambahkan, sosialisasi sudah dilakukan sejak 15 hari sebelum jembatan ditutup. Mereka juga berkoordinasi terlebih dulu dengan PLN dan pemko.

Untuk PLN, terkait dengan tiang listrik yang berada di sekitar area proyek. Sedangkan untuk Dinas PUPR Banjarmasin terkait papan reklame berukuran besar. “Agar warga yang sering melintasi jembatan tidak terkejut,” imbuhnya.

Warga Sungai Lulut, Dewi yang bekerja di salah satu rumah sakit di Banjarmasin mengatakan, setelah jembatan ditutup, dia harus menggunakan sepeda motor. Tak bisa lagi menggunakan mobil.

“Ketimbang memutar jauh, mending memakai kendaraan roda dua. Biasanya saya cuma memakai motor pada malam hari,” tuturnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, perumahan baru berkembang pesat di Sungai Lulut. Banyak warga Banjarmasin yang tinggal di sana. (hid/fud/ema)

BANJARMASIN – Warga Sungai Lulut harus membiasakan diri dengan kemacetan dan rute alternatif. Karena rekayasa lalu lintas mulai diberlakukan seiring penutupan Jembatan Sungai Lulut.

Proyek pembangunan ulang jembatan penghubung Banjarmasin dan Kabupaten Banjar sudah dimulai sejak Jumat (15/11) tadi.

Bagi pesepeda motor, masih diberikan kemudahan. Ada jembatan alternatif yang dibangun tepat di samping jembatan utama. Tapi untuk mobil harus memutar jauh. Karena jembatan alternatif itu khusus roda dua saja.

Sedangkan mobil dari arah luar Banjarmasin harus memutar ke Jalan Gubernur Syarkawi, tepatnya di bundaran Jalan Ahmad Yani kilometer 17. Sedangkan dari dalam kota, bisa memutar ke Kompleks Rahayu di Jalan Pramuka.

Pantauan Radar Banjarmasin kemarin (16/11), terjadi penumpukan kendaraan. Pengendara harus ngantre untuk melewati jembatan alternatif tersebut. Karena sempit dan hanya muat satu motor.

Padahal, tanpa proyek sekalipun, Sungai Lulut sudah tersohor dengan kemacetannya pada pagi dan sore hari.

Guna memberi tahu pengendara dari luar kota bahwa jembatan sudah ditutup, rambu-rambu mulai dipasang di beberapa titik. Seperti Jalan Veteran, Pramuka, hingga Sungai Tabuk.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kalsel Roy Rizali Anwar mengatakan, proyek ditargetkan rampung sebelum akhir Desember. “Kami tetap optimis bisa rampung tepat waktu berdasarkan kontrak pengerjaan,” kata Roy yang Kabid Bina Marga Yasin Toyib.

Rekayasa lalu lintas itu bekerja sama dengan Polresta Banjarmasin dan Polsek Sungai Tabuk. Guna pengamanan arus selama penutupan jembatan.

Toyib menambahkan, sosialisasi sudah dilakukan sejak 15 hari sebelum jembatan ditutup. Mereka juga berkoordinasi terlebih dulu dengan PLN dan pemko.

Untuk PLN, terkait dengan tiang listrik yang berada di sekitar area proyek. Sedangkan untuk Dinas PUPR Banjarmasin terkait papan reklame berukuran besar. “Agar warga yang sering melintasi jembatan tidak terkejut,” imbuhnya.

Warga Sungai Lulut, Dewi yang bekerja di salah satu rumah sakit di Banjarmasin mengatakan, setelah jembatan ditutup, dia harus menggunakan sepeda motor. Tak bisa lagi menggunakan mobil.

“Ketimbang memutar jauh, mending memakai kendaraan roda dua. Biasanya saya cuma memakai motor pada malam hari,” tuturnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, perumahan baru berkembang pesat di Sungai Lulut. Banyak warga Banjarmasin yang tinggal di sana. (hid/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/