alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Terkait Syarat Pendaftaran CPNS Wajibkan Swafoto e-KTP, Capil: Pakai Suket pun Boleh

 

 (sub)

BANJARMASIN – Pendaftaran seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 sudah dibuka sejak Selasa (12/11). Kartu Tanda Penduduk (KTP) adalah salah satu syarat wajib.

Beberapa calon pendaftar dari Banjarmasin sempat kebingungan. Karena masih belum memiliki KTP elektronik. Pasalnya, pada satu alur pendafaran, peserta seleksi harus berswafoto dengan memegang e-KTP dan kartu informasi akun Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN).

Ari, salah satu pelamar, mengaku kebingungan hendak mengunggah swafoto tersebut. Karena dia hanya memiliki Surat Keterangan KTP Sementara.

“Kalau melihat contoh fotonya, e-KTP di sebelah kanan dan kartu SSCN di sebelah kiri. Sedangkan saya cuma memiliki suket. Takutnya tidak bisa mendaftar. Karena seleksi CPNS ini benar-benar detil. Salah sedikit bisa gagal terverifikasi,” ujarnya, kemarin (15/11).

Menanggapi kegelisahan itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Banjarmasin Khairul Saleh mengatakan, calon pelamar yang belum memiliki e-KTP tak perlu risau atau takut. Karena diizinkan memakai suket KTP bagi yang belum memiliki e-KTP.

Argumennya mengacu kebijakan yang diatur dalam Undang-Undang No 24 Tahun 2013 dan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tanggal 26 Maret 2019.

“Kepada masyarakat, suket KTP sementara ini memiliki kekuatan hukum yang sama dengan e-KTP. Jadi pelamar CPNS memang dibolehkan menggunakannya sebagai pengganti,” bebernya.

Keputusan ini menyikapi masih banyaknya penduduk Indonesia yang sudah melakukan perekaman data tapi belum memperoleh e-KTP karena keterbatasan blanko.

Suket KTP sementara dan e-KTP sebetulnya sama saja. Masing-masing dilengkapi barcode dan biodata. Hanya bentuknya saja yang berbeda.

“Yang terpenting adalah data yang sudah terekam sesuai NIK (Nomor Induk Kependudukan) masing-masing. Apalagi langsung pernyataan dari KemenPAN-RB demi kelancaran pendaftaran CPNS,” imbuhnya.

Lazimnya ada kenaikan pengurusan KTP menjelang penutupan pendaftaran CPNS 2019. Tapi menurut Khairul, saat ini tak ada lonjakan berarti.

Disdukcapil juga sudah mempunyai cara untuk mengantisipasi jika antrean panjang muncul. Yaitu memberikan wewenang kepada empat Kepala Bidang (Kabid) dan Kepala Seksi (Kasi) untuk mengambil kebijakan jika terjadi penumpukan pelayanan. Artinya, tak perlu Kepala Dinas (Kadis) lagi.

Selain itu, Disdukcapil juga bisa membuka pelayanan pada akhir pekan. Seperti Sabtu dan Minggu juga akan manfaatkan jika keperluannya sudah mendesak.

“Akan kami atur, guna memberikan pelayanan terbaik. Sehingga tidak terlambat berurusan, apalagi saat ini sedang banyak yang berjuang menjadi PNS,” pungkasnya. (fud/ema)

 

 (sub)

BANJARMASIN – Pendaftaran seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 sudah dibuka sejak Selasa (12/11). Kartu Tanda Penduduk (KTP) adalah salah satu syarat wajib.

Beberapa calon pendaftar dari Banjarmasin sempat kebingungan. Karena masih belum memiliki KTP elektronik. Pasalnya, pada satu alur pendafaran, peserta seleksi harus berswafoto dengan memegang e-KTP dan kartu informasi akun Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN).

Ari, salah satu pelamar, mengaku kebingungan hendak mengunggah swafoto tersebut. Karena dia hanya memiliki Surat Keterangan KTP Sementara.

“Kalau melihat contoh fotonya, e-KTP di sebelah kanan dan kartu SSCN di sebelah kiri. Sedangkan saya cuma memiliki suket. Takutnya tidak bisa mendaftar. Karena seleksi CPNS ini benar-benar detil. Salah sedikit bisa gagal terverifikasi,” ujarnya, kemarin (15/11).

Menanggapi kegelisahan itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Banjarmasin Khairul Saleh mengatakan, calon pelamar yang belum memiliki e-KTP tak perlu risau atau takut. Karena diizinkan memakai suket KTP bagi yang belum memiliki e-KTP.

Argumennya mengacu kebijakan yang diatur dalam Undang-Undang No 24 Tahun 2013 dan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tanggal 26 Maret 2019.

“Kepada masyarakat, suket KTP sementara ini memiliki kekuatan hukum yang sama dengan e-KTP. Jadi pelamar CPNS memang dibolehkan menggunakannya sebagai pengganti,” bebernya.

Keputusan ini menyikapi masih banyaknya penduduk Indonesia yang sudah melakukan perekaman data tapi belum memperoleh e-KTP karena keterbatasan blanko.

Suket KTP sementara dan e-KTP sebetulnya sama saja. Masing-masing dilengkapi barcode dan biodata. Hanya bentuknya saja yang berbeda.

“Yang terpenting adalah data yang sudah terekam sesuai NIK (Nomor Induk Kependudukan) masing-masing. Apalagi langsung pernyataan dari KemenPAN-RB demi kelancaran pendaftaran CPNS,” imbuhnya.

Lazimnya ada kenaikan pengurusan KTP menjelang penutupan pendaftaran CPNS 2019. Tapi menurut Khairul, saat ini tak ada lonjakan berarti.

Disdukcapil juga sudah mempunyai cara untuk mengantisipasi jika antrean panjang muncul. Yaitu memberikan wewenang kepada empat Kepala Bidang (Kabid) dan Kepala Seksi (Kasi) untuk mengambil kebijakan jika terjadi penumpukan pelayanan. Artinya, tak perlu Kepala Dinas (Kadis) lagi.

Selain itu, Disdukcapil juga bisa membuka pelayanan pada akhir pekan. Seperti Sabtu dan Minggu juga akan manfaatkan jika keperluannya sudah mendesak.

“Akan kami atur, guna memberikan pelayanan terbaik. Sehingga tidak terlambat berurusan, apalagi saat ini sedang banyak yang berjuang menjadi PNS,” pungkasnya. (fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/