alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Kerja Siang Malam Rampungkan Akses Bandara

SEMENTARA ITU, Pemprov Kalsel melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel terus menggenjot pembangunan jalan akses Bandara Syamsudin Noor. Hal ini dilakukan agar jalan dapat segera dilintasi. Dengan begitu, terminal baru bandara juga secepatnya bisa dibuka.

Kabid Bina Marga PUPR Kalsel Yasin Toyib mengatakan, untuk bisa mengejar target penyelesaian akses bandara dari Jalan Kasturi hingga gerbang bandara, para pekerja di proyek harus bekerja siang malam. “130 truk material juga masuk setiap hari, agar proyek segera selesai,” katanya.

Selain itu, dia mengungkapkan pihaknya juga meminta agar kontraktor menambah alat berat supaya proyek bisa semakin cepat selesainya. “Sekarang sudah ditambah satu alat grader,” ungkapnya.

Dengan segala upaya yang sudah mereka lakukan itu, Yasin menargetkan proyek dengan alokasi anggaran Rp25 miliar pada APBD Perubahan 2019 tersebut bisa rampung pada awal Desember.

“Berdasarkan hitung-hitungan kami, sekitar tanggal 1 atau 2 Desember proyek akan selesai. Dan jalan sudah nyaman untuk dilintasi,” bebernya.

Untuk saat ini, dia menyampaikan, jalan sepanjang 3 kilometer tersebut masih dalam tahap perkerasan. Setelah itu baru dilakukan pengaspalan. “Jalan harus benar-benar keras sebelum diaspal, supaya tidak cepat pecah. Kemungkinan 18 November sudah mulai diaspal,” ucapnya.

Dia berharap, pembangunan akses bandara tak menemui kendala yang berarti. Sehingga, bisa rampung sesuai target dan harapan. “Biasanya kendalanya di cuaca, seperti hujan,” paparnya.

Ketika jalan akses bandara sudah bisa dilintasi, Yasin menyampaikan, masyarakat dari arah Banjarmasin yang ingin ke Bandara Syamsudin Noor nantinya bisa masuk dari Jalan Golf, Landasan Ulin. Setelah itu, sekitar 3,5 kilometer akan ada persimpangan antara Jalan Golf dan jalan akses bandara. “Dari simpang itu, sekitar 6 kilometer kita sudah sampai di gerbang bandara,” rincinya.

Sementara, bagi masyarakat dari arah Banjarbaru bisa masuk melewati Jalan Kebun Karet, Kelurahan Guntung Payung yang berada di Jalan A Yani Km 31. Untuk bisa sampai ke jalan akses bandara. “Dari depan Jalan Kebun Karet ke gerbang bandara berjarak sekitar 6,5 kilometer,” bebernya.

Sebelum melakukan perkerasan dan pengaspalan akses bandara dari Jalan Kasturi sampai gerbang bandara, Dinas PUPR Kalsel juga sudah sudah mengucurkan Rp40 miliar untuk membangun empat titik jalan. Yakni, di Jalan Golf sepanjang 500 meter, dengan nilai kontrak Rp4,51 miliar. Lalu, paket Simpang 3 Lingkar Utara – Simpang 3 Jalan Golf sepanjang 606 meter (Rp9,4 miliar)

Kemudian, paket Jalan Simpang 3 Golf – Jalan Kasturi sepanjang satu kilometer, dengan nilai kontrak Rp17,7 miliar. Serta, paket Jalan Kasturi – Jalan Akses Bandara – Jalan Lingkar Utara (paket II) sepanjang 320 meter, dengan dana Rp4,96 miliar.

Untuk melanjutkan pembangunan akses bandara yang diberi nama Jalan Lingkar Utara tersebut, pada 2020 Dinas PUPR Kalsel mengusulkan anggaran sebesar Rp45 miliar. Dengan anggaran sebesar itu, ada tiga paket proyek yang akan dikerjakan.

Paket pertama yaitu pembangunan jalan dari Simpang 3 Jalan Golf hingga Jalan Kasturi dengan anggaran Rp10 miliar. Di akses ini masih terdapat jalan yang lebarnya cuma 7 meter dengan panjang sekitar 1,1 kilometer. Sehingga, pada 2020 akan dilebarkan menjadi 14 meter.

Sedangkan, untuk paket kedua: pembangunan jalan dari Simpang 3 Lingkar Utara atau Jalan Gubernur Syarkawi menuju Simpang 3 Jalan Golf dengan alokasi dana Rp15 miliar. Paket ini juga untuk menyelesaikan pelebaran jalan yang masih 6 meter menjadi 12 meter. Panjang jalan yang dilebarkan kurang lebih 500 meter.

Kemudian untuk paket 3, yaitu peningkatan Jalan Kasturi- Simpang 3 Lingkar Banjarbaru dengan dana sebesar Rp20 miliar. Paket ini berada di ruas jalan yang langsung bersambung dengan pintu masuk utama terminal bandara baru. Ada 2 kilometer masih dalam bentuk perkerasan. Tahun depan baru pengaspalan dengan lebar jalan 20 meter. (ris/ran/ema)

SEMENTARA ITU, Pemprov Kalsel melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel terus menggenjot pembangunan jalan akses Bandara Syamsudin Noor. Hal ini dilakukan agar jalan dapat segera dilintasi. Dengan begitu, terminal baru bandara juga secepatnya bisa dibuka.

Kabid Bina Marga PUPR Kalsel Yasin Toyib mengatakan, untuk bisa mengejar target penyelesaian akses bandara dari Jalan Kasturi hingga gerbang bandara, para pekerja di proyek harus bekerja siang malam. “130 truk material juga masuk setiap hari, agar proyek segera selesai,” katanya.

Selain itu, dia mengungkapkan pihaknya juga meminta agar kontraktor menambah alat berat supaya proyek bisa semakin cepat selesainya. “Sekarang sudah ditambah satu alat grader,” ungkapnya.

Dengan segala upaya yang sudah mereka lakukan itu, Yasin menargetkan proyek dengan alokasi anggaran Rp25 miliar pada APBD Perubahan 2019 tersebut bisa rampung pada awal Desember.

“Berdasarkan hitung-hitungan kami, sekitar tanggal 1 atau 2 Desember proyek akan selesai. Dan jalan sudah nyaman untuk dilintasi,” bebernya.

Untuk saat ini, dia menyampaikan, jalan sepanjang 3 kilometer tersebut masih dalam tahap perkerasan. Setelah itu baru dilakukan pengaspalan. “Jalan harus benar-benar keras sebelum diaspal, supaya tidak cepat pecah. Kemungkinan 18 November sudah mulai diaspal,” ucapnya.

Dia berharap, pembangunan akses bandara tak menemui kendala yang berarti. Sehingga, bisa rampung sesuai target dan harapan. “Biasanya kendalanya di cuaca, seperti hujan,” paparnya.

Ketika jalan akses bandara sudah bisa dilintasi, Yasin menyampaikan, masyarakat dari arah Banjarmasin yang ingin ke Bandara Syamsudin Noor nantinya bisa masuk dari Jalan Golf, Landasan Ulin. Setelah itu, sekitar 3,5 kilometer akan ada persimpangan antara Jalan Golf dan jalan akses bandara. “Dari simpang itu, sekitar 6 kilometer kita sudah sampai di gerbang bandara,” rincinya.

Sementara, bagi masyarakat dari arah Banjarbaru bisa masuk melewati Jalan Kebun Karet, Kelurahan Guntung Payung yang berada di Jalan A Yani Km 31. Untuk bisa sampai ke jalan akses bandara. “Dari depan Jalan Kebun Karet ke gerbang bandara berjarak sekitar 6,5 kilometer,” bebernya.

Sebelum melakukan perkerasan dan pengaspalan akses bandara dari Jalan Kasturi sampai gerbang bandara, Dinas PUPR Kalsel juga sudah sudah mengucurkan Rp40 miliar untuk membangun empat titik jalan. Yakni, di Jalan Golf sepanjang 500 meter, dengan nilai kontrak Rp4,51 miliar. Lalu, paket Simpang 3 Lingkar Utara – Simpang 3 Jalan Golf sepanjang 606 meter (Rp9,4 miliar)

Kemudian, paket Jalan Simpang 3 Golf – Jalan Kasturi sepanjang satu kilometer, dengan nilai kontrak Rp17,7 miliar. Serta, paket Jalan Kasturi – Jalan Akses Bandara – Jalan Lingkar Utara (paket II) sepanjang 320 meter, dengan dana Rp4,96 miliar.

Untuk melanjutkan pembangunan akses bandara yang diberi nama Jalan Lingkar Utara tersebut, pada 2020 Dinas PUPR Kalsel mengusulkan anggaran sebesar Rp45 miliar. Dengan anggaran sebesar itu, ada tiga paket proyek yang akan dikerjakan.

Paket pertama yaitu pembangunan jalan dari Simpang 3 Jalan Golf hingga Jalan Kasturi dengan anggaran Rp10 miliar. Di akses ini masih terdapat jalan yang lebarnya cuma 7 meter dengan panjang sekitar 1,1 kilometer. Sehingga, pada 2020 akan dilebarkan menjadi 14 meter.

Sedangkan, untuk paket kedua: pembangunan jalan dari Simpang 3 Lingkar Utara atau Jalan Gubernur Syarkawi menuju Simpang 3 Jalan Golf dengan alokasi dana Rp15 miliar. Paket ini juga untuk menyelesaikan pelebaran jalan yang masih 6 meter menjadi 12 meter. Panjang jalan yang dilebarkan kurang lebih 500 meter.

Kemudian untuk paket 3, yaitu peningkatan Jalan Kasturi- Simpang 3 Lingkar Banjarbaru dengan dana sebesar Rp20 miliar. Paket ini berada di ruas jalan yang langsung bersambung dengan pintu masuk utama terminal bandara baru. Ada 2 kilometer masih dalam bentuk perkerasan. Tahun depan baru pengaspalan dengan lebar jalan 20 meter. (ris/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/