alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Banyak Alasannya, Guru Daerah 3T Tak Betah

AMUNTAI – Beberapa desa di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) merupakan desa berstatus 3 T (Terdepan Terluar dan Terpencil). Salah satunya desa yang ada di Kecamatan Paminggir. Karena status tersebut tak jarang para pegawai di lokasi tersebut merasa jenuh atau tidak betah melaksanakan tugas, dengan berbagai alasan.

Akibatnya, pelayanan kepada warga di kampung atas rawa tersebut terganggu, bahkan terbengkalai. Sehingga membuat fasilitas untuk pelayanan kosong ataupun sepi.

“Seharusnya ada treatment khusus atau perlakuan berbeda antara petugas atau ASN yang ada di sana. Misalkan rumah dinas yang lebih manusiawi dan menyenangkan. Sehingga mereka jadi betah untuk mengajar,” kata Akhmad Syarmada, anggota Komisi II DPRD HSU, kemarin.

Menurutnya, dengan fasilitas penunjang yang berbeda, tentu para pengabdi negara di daerah 3T akan betah. Ia berharap, ada nilai lebih bagi pegawai yang bertugas di kawasan terpencil tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan HSU, H Rahmat MM melalui Sekretaris H Amberani MH  menjelaskan, permasalahan guru di daerah terpencil memang kerap muncul. Penyebabnya rasa jenuh.  Sehingga belum lama ini pihaknya berinisiatif memberikan perlakuan ‘khusus’ bagi mereka. “Tahun 2020 akan kami jalankan,” kata mantan Kabag Hukum Setda HSU ini.

Adapun bentuknya, penambahan fasilitas seperti kapal bermotor sebagai alat pendukung transportasi. Termasuk dengan membangun fasilitas rumah dinas yang lebih baik dan modern sehingga mereka (guru, red) nyaman. “Ini yang kami akan lakukan dalam waktu dekat,” tegasnya. (mar/ema)

AMUNTAI – Beberapa desa di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) merupakan desa berstatus 3 T (Terdepan Terluar dan Terpencil). Salah satunya desa yang ada di Kecamatan Paminggir. Karena status tersebut tak jarang para pegawai di lokasi tersebut merasa jenuh atau tidak betah melaksanakan tugas, dengan berbagai alasan.

Akibatnya, pelayanan kepada warga di kampung atas rawa tersebut terganggu, bahkan terbengkalai. Sehingga membuat fasilitas untuk pelayanan kosong ataupun sepi.

“Seharusnya ada treatment khusus atau perlakuan berbeda antara petugas atau ASN yang ada di sana. Misalkan rumah dinas yang lebih manusiawi dan menyenangkan. Sehingga mereka jadi betah untuk mengajar,” kata Akhmad Syarmada, anggota Komisi II DPRD HSU, kemarin.

Menurutnya, dengan fasilitas penunjang yang berbeda, tentu para pengabdi negara di daerah 3T akan betah. Ia berharap, ada nilai lebih bagi pegawai yang bertugas di kawasan terpencil tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan HSU, H Rahmat MM melalui Sekretaris H Amberani MH  menjelaskan, permasalahan guru di daerah terpencil memang kerap muncul. Penyebabnya rasa jenuh.  Sehingga belum lama ini pihaknya berinisiatif memberikan perlakuan ‘khusus’ bagi mereka. “Tahun 2020 akan kami jalankan,” kata mantan Kabag Hukum Setda HSU ini.

Adapun bentuknya, penambahan fasilitas seperti kapal bermotor sebagai alat pendukung transportasi. Termasuk dengan membangun fasilitas rumah dinas yang lebih baik dan modern sehingga mereka (guru, red) nyaman. “Ini yang kami akan lakukan dalam waktu dekat,” tegasnya. (mar/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/