alexametrics
26.3 C
Banjarmasin
Saturday, 21 May 2022

Jalan Belum Siap, Bandara Baru Gagal Dibuka

BANJARBARU – Harapan masyarakat untuk bisa menikmati terminal baru Bandara Syamsudin Noor pada Jumat (15/11) esok nampaknya bakal tertunda. Pasalnya, jalan menuju bandara masih belum bisa dirampungkan.

Informasi gagalnya soft opening didapatkan dalam rapat kesiapan akses jalan menuju bandara yang dihadiri Dinas Perhubungan Kalsel, Dinas PUPR Kalsel, manajemen Bandara Syamsudin Noor dan Satker Proyek Pengembangan Bandara Syamsudin Noor (PPBDJ) kemarin.

Dalam rapat itu disepakati akses jalan belum dapat digunakan pada 15 November mendatang, sehingga terminal baru Bandara Syamsudin Noor belum bisa dioperasikan.

“Pada prinsipnya kita (bandara) sudah siap, karena target di bulan November. Tapi, pembukaan terminal baru harus berbarengan dengan kesiapan jalan akses bandara,” kata GM Bandara Syamsudin Noor, Indah Preastuty.

Dia mengungkapkan, jalan harus sudah siap ketika terminal baru dibuka supaya semua bisa terakomodir dengan baik dan tidak menyulitkan pengguna jasa bandara. “Tadi (kemarin) kita sudah melakukan rapat koordinasi dengan pihak pemerintah terkait percepatan pembangunan jalan,” ungkapnya.

Secara terpisah, Kabid Bina Marga PUPR Kalsel Yasin Toyib membenarkan jika terminal baru Bandara Syamsudin Noor belum bisa beroperasi pada 15 November lantaran masih menunggu kesiapan jalan.

“Iya, karena masih ada 3 kilometer jalan dari Jalan Kasturi ke gerbang bandara yang masih berupa tanah. Sehingga, masih sulit untuk dilintasi,” bebernya.

Dia mengungkapkan, untuk mengaspal titik jalan itu Dinas PUPR Kalsel telah mengalokasikan anggaran Rp25 miliar pada APBD Perubahan 2019. “Saat ini sudah mulai dikerjakan dan sedang melakukan pengerasan jalan. Insya Allah tanggal 18 November mulai mengerjakan pengaspalan,” ungkapnya.

Dilihat dari progres pekerjaan saat ini, Yasin optimis pada awal Desember jalan sudah bisa digunakan. “Pekerjaan akan kami kebut. Kontraktor sudah saya minta untuk menambah alat, supaya pekerjaan semakin cepat selesainya,” ucapnya.

Dijelaskannya, titik jalan yang belum beraspal antara Jalan Kasturi dan gerbang bandara menjadi lintasan penumpang yang datang dari Jalan Golf. Sehingga, pihak bandara harus menunggu kesiapan jalan tersebut. “Kalau akses yang dari Banjarbaru sudah aman. Tinggal yang dari Jalan Golf saja masih ada yang belum diaspal,” jelasnya.

Sementara itu, terkait progres pembangunan terminal baru, Project Manager Pengembangan Bandara Syamsudin Noor Dadang Dian Hendiana menyampaikan bahwa saat ini masih ada sejumlah pekerjaan yang belum rampung di area terminal baru.

Dirincikannya, pekerjaan di dalam proyek yang belum selesai yakni hanya berupa pemasangan plafon, AC dan instalasi listrik. “Plafon hanya sisa sedikit yang belum dipasang. Jadi, paling banyak hanya berupa pekerjaan finishing,” rincinya.

Lanjutnya, karena pekerjaan yang belum rampung hanya sebagian kecil maka total progres pengembangan Bandara Syamsudin Noor kini sudah mencapai 95 persen. “Beberapa fasilitas sudah banyak yang dipasang, seperti bangku di ruang tunggu, perlengkapan di toilet hingga lima garbarata,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

BANJARBARU – Harapan masyarakat untuk bisa menikmati terminal baru Bandara Syamsudin Noor pada Jumat (15/11) esok nampaknya bakal tertunda. Pasalnya, jalan menuju bandara masih belum bisa dirampungkan.

Informasi gagalnya soft opening didapatkan dalam rapat kesiapan akses jalan menuju bandara yang dihadiri Dinas Perhubungan Kalsel, Dinas PUPR Kalsel, manajemen Bandara Syamsudin Noor dan Satker Proyek Pengembangan Bandara Syamsudin Noor (PPBDJ) kemarin.

Dalam rapat itu disepakati akses jalan belum dapat digunakan pada 15 November mendatang, sehingga terminal baru Bandara Syamsudin Noor belum bisa dioperasikan.

“Pada prinsipnya kita (bandara) sudah siap, karena target di bulan November. Tapi, pembukaan terminal baru harus berbarengan dengan kesiapan jalan akses bandara,” kata GM Bandara Syamsudin Noor, Indah Preastuty.

Dia mengungkapkan, jalan harus sudah siap ketika terminal baru dibuka supaya semua bisa terakomodir dengan baik dan tidak menyulitkan pengguna jasa bandara. “Tadi (kemarin) kita sudah melakukan rapat koordinasi dengan pihak pemerintah terkait percepatan pembangunan jalan,” ungkapnya.

Secara terpisah, Kabid Bina Marga PUPR Kalsel Yasin Toyib membenarkan jika terminal baru Bandara Syamsudin Noor belum bisa beroperasi pada 15 November lantaran masih menunggu kesiapan jalan.

“Iya, karena masih ada 3 kilometer jalan dari Jalan Kasturi ke gerbang bandara yang masih berupa tanah. Sehingga, masih sulit untuk dilintasi,” bebernya.

Dia mengungkapkan, untuk mengaspal titik jalan itu Dinas PUPR Kalsel telah mengalokasikan anggaran Rp25 miliar pada APBD Perubahan 2019. “Saat ini sudah mulai dikerjakan dan sedang melakukan pengerasan jalan. Insya Allah tanggal 18 November mulai mengerjakan pengaspalan,” ungkapnya.

Dilihat dari progres pekerjaan saat ini, Yasin optimis pada awal Desember jalan sudah bisa digunakan. “Pekerjaan akan kami kebut. Kontraktor sudah saya minta untuk menambah alat, supaya pekerjaan semakin cepat selesainya,” ucapnya.

Dijelaskannya, titik jalan yang belum beraspal antara Jalan Kasturi dan gerbang bandara menjadi lintasan penumpang yang datang dari Jalan Golf. Sehingga, pihak bandara harus menunggu kesiapan jalan tersebut. “Kalau akses yang dari Banjarbaru sudah aman. Tinggal yang dari Jalan Golf saja masih ada yang belum diaspal,” jelasnya.

Sementara itu, terkait progres pembangunan terminal baru, Project Manager Pengembangan Bandara Syamsudin Noor Dadang Dian Hendiana menyampaikan bahwa saat ini masih ada sejumlah pekerjaan yang belum rampung di area terminal baru.

Dirincikannya, pekerjaan di dalam proyek yang belum selesai yakni hanya berupa pemasangan plafon, AC dan instalasi listrik. “Plafon hanya sisa sedikit yang belum dipasang. Jadi, paling banyak hanya berupa pekerjaan finishing,” rincinya.

Lanjutnya, karena pekerjaan yang belum rampung hanya sebagian kecil maka total progres pengembangan Bandara Syamsudin Noor kini sudah mencapai 95 persen. “Beberapa fasilitas sudah banyak yang dipasang, seperti bangku di ruang tunggu, perlengkapan di toilet hingga lima garbarata,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/