alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

CPNS 2019: Penjaga Tahanan Kebanjiran Pelamar, Tenaga Teknis Paling Diminati

BANJARBARU – Hari ke-3 pendaftaran CPNS, Rabu (13/11) sudah banyak pelamar yang mendaftar. Khusus untuk Penerimaan CPNS di lingkungan Pemprov Kalsel, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel mencatat hingga kemarin sore sudah 318 orang yang mendaftar melalui situs SSCASN BKN di https://sscasn.bkn.go.id.

Dari jumlah itu, ternyata para pelamar sebagian besar memilih formasi tenaga teknis, yakni sebanyak 132 orang. Sedangkan tenaga pendidik sudah dilamar oleh 117 orang. Sisanya, 69 orang mendaftar formasi tenaga kesehatan.

Kepala BKD Kalsel Sulkan mengatakan, jumlah pelamar pada formasi tenaga teknis menjadi yang terbanyak dikarenakan banyak pelamar yang mendaftar jabatan Ahli Pertama Pranata Komputer.

“Sampai kemarin sore, sudah 47 orang mendaftar sebagai Pranata Komputer. Menjadi yang terbanyak dibandingkan jabatan lainnya. Padahal, yang diperlukan cuma tujuh,” katanya.

Sedangkan untuk formasi tenaga pendidik, dia menuturkan paling banyak pelamar mendaftar sebagai Guru Sekolah Luar Biasa (SLB). “Yang mendaftar guru SLB sudah 22 orang, sementara jumlah kursi ada 35,” tuturnya.

Kemudian untuk formasi Tenaga Kesehatan, Sulkan menyampaikan, sebagian besar peserta memilih melamar jabatan bidan. Di mana, hingga kemarin sore sudah ada 18 orang yang mendaftar. Padahal, formasi yang tersedia hanya 13.

“Perawat juga lumayan banyak, sudah 16 orang yang melamar. Sementara jumlah formasinya 26 kursi,” ucapnya.

Lanjutnya, saat ini pihaknya masih menunggu para peserta yang sudah mendaftar di situs SSCASN BKN untuk menyerahkan berkas fisik ke Kantor BKD Kalsel. “Karena sampai hari ini (kemarin) belum ada satu orang pun yang menyerahkan berkas fisik,” bebernya.

Perlu diketahui, jumlah formasi yang tersedia pada CPNS Pemprov Kalsel tahun ini sebanyak 460 orang. Terdiri dari formasi umum dan formasi khusus. Khusus untuk formasi umum ada tiga jenis, yakni tenaga guru sebanyak 224 orang, tenaga kesehatan; 174 orang dan tenaga teknis; 54 orang.

Sementara untuk formasi khusus ada dua jenis, yakni formasi khusus cumlaude terdiri dari tenaga teknis sebanyak 3 orang. Serta, formasi khusus disabilitas terdiri dari 3 orang tenaga guru dan dua orang tenaga kesehatan.

Selain BKD Kalsel, Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Banjarbaru juga sudah membuka penerimaan berkas pendaftaran CPNS Pemko Banjarbaru.

Kepala Sub Bidang Pengadaan dan Pemberhentian Aparatur BKPP Banjarbaru Budi Rifani mengatakan, hingga hari ketiga kemarin baru empat pelamar yang menyerahkan berkas. Padahal, di SSCASN BKN sudah ada 74 orang yang mendaftar. “Mungkin mereka masih mengumpulkan persyaratan, sehingga belum bisa menyerahkan berkas,” katanya.

Dia mengungkapkan, dari 74 orang yang sudah mendaftar di SSCASN paling banyak memilih formasi tenaga kesehatan. “Banyak yang mendaftar jadi perawat dan bidan,” ungkapnya.

Sedangkan untuk tenaga teknis sudah ada 27 orang yang mendaftar dan 19 orang sisanya mendaftar di formasi tenaga pendidik.

Pemko Banjarbaru sendiri tahun ini mendapatkan jatah 188 formasi CPNS. Terdiri atas 99 formasi untuk guru, tenaga teknis lainnya 27 dan formasi tenaga medis ada 62.

Sementara itu, secara nasional, Formasi penjaga tahanan (pria) Kementerian Hukum dan HAM menjadi favorit pilihan pelamar pada hari kedua pendaftaran. Sudah ada 1.051 pelamar yang memilih formasi penjaga tahanan. Kemudian, formasi favorit kedua adalah pelaksana/pemula pemeriksa keimigrasian (pria) dengan 426 pelamar dan penjaga tahanan (perempuan) sebanyak 378 pelamar di posisi ketiga. Dengan jumlah tersebut Kemenkumham menjadi instansi dengan peminat terbanyak.

Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo membenarkan bahwa peminat CPNS luar biasa. Meski begitu, dengan meningkatnya pelamar, praktis semakin tinggi pula persaingan. Tjahjo mengimbau agar peserta bisa mempersiapkan diri masing-masing dengan sebaik-baiknya.

Wajar peminat formasi penjaga tahanan (pria) yang tinggi. Sebab, lowongan yang dibutuhkan banyak. Yakni, berjumlah 2.875 orang yang akan disebar di kantor wilayah Kemenkumham seluruh Indonesia. Ditambah, kualifikasinya hanya lulusan SMA.

Dia mengatakan untuk urusan teknis server pendaftaran, merupakan kewenangan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Dia menjelaskan BKN secara berkala melakukaan update sistem untuk menjaga kelancaran proses pendaftaran CPNS 2019.

Kepala Badan Kepegawaian Negara Bima Haria Wibisana mengklaim sistem pendaftaran aman, tidak lelet. Pihaknya sudah menyiapkan kebutuhan penyimpanan data sebesar 5 terabyte dan bandwidth 5 gigabyte. ”Bandwidth baru terpakai 2 gigabyte. Masih banyak ruang. Tahun lalu yang terpakai 4,3 gigabyte,” kata Bima.

Sementara itu, Tjahjo lantas mengomentari soal penurunan nilai ambang batas atau passing grade seleksi kompetensi dasar (SKD). Dia menegaskan penurunan penurunan passing grade itu bukan berarti pemerintah menurunkan kualitas PNS baru tahun ini. ”Karena ada soal-soal radikalisme masuk,” katanya di kantor Wakil Presiden kemarin (12/11). Termasuk juga soal isu kebangsaan dan lainnya.

Dia juga mengatakan penurunan passing grade hasil dari evaluasi rekrutmen CPNS 2018 lalu. Pada saat itu banyak peserta yang tidak lulus passing grade. Sehingga lowongan yang dibuka kosong. ’’Kemarin (tes CPNS 2019, Red) tuh sampai ada beberapa kabupaten kota enggak ada yang lulus,’’ tuturnya.

Kondisi tersebut tentu membuat instansi kasihan. Sebab mereka pada dasarnya membutuhkan pegawai baru. Namun passing grade yang ditetapkan ternyata terlalu tinggi. Untuk itu akhirnya Kementerian PAN-RB menurunkan passing grade. Kemudian memasukkan soal tentang wawasan kebangsaan, Pancasila, serta radikalisme. (ris/han/mia/wan/ran/ema)

BANJARBARU – Hari ke-3 pendaftaran CPNS, Rabu (13/11) sudah banyak pelamar yang mendaftar. Khusus untuk Penerimaan CPNS di lingkungan Pemprov Kalsel, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel mencatat hingga kemarin sore sudah 318 orang yang mendaftar melalui situs SSCASN BKN di https://sscasn.bkn.go.id.

Dari jumlah itu, ternyata para pelamar sebagian besar memilih formasi tenaga teknis, yakni sebanyak 132 orang. Sedangkan tenaga pendidik sudah dilamar oleh 117 orang. Sisanya, 69 orang mendaftar formasi tenaga kesehatan.

Kepala BKD Kalsel Sulkan mengatakan, jumlah pelamar pada formasi tenaga teknis menjadi yang terbanyak dikarenakan banyak pelamar yang mendaftar jabatan Ahli Pertama Pranata Komputer.

“Sampai kemarin sore, sudah 47 orang mendaftar sebagai Pranata Komputer. Menjadi yang terbanyak dibandingkan jabatan lainnya. Padahal, yang diperlukan cuma tujuh,” katanya.

Sedangkan untuk formasi tenaga pendidik, dia menuturkan paling banyak pelamar mendaftar sebagai Guru Sekolah Luar Biasa (SLB). “Yang mendaftar guru SLB sudah 22 orang, sementara jumlah kursi ada 35,” tuturnya.

Kemudian untuk formasi Tenaga Kesehatan, Sulkan menyampaikan, sebagian besar peserta memilih melamar jabatan bidan. Di mana, hingga kemarin sore sudah ada 18 orang yang mendaftar. Padahal, formasi yang tersedia hanya 13.

“Perawat juga lumayan banyak, sudah 16 orang yang melamar. Sementara jumlah formasinya 26 kursi,” ucapnya.

Lanjutnya, saat ini pihaknya masih menunggu para peserta yang sudah mendaftar di situs SSCASN BKN untuk menyerahkan berkas fisik ke Kantor BKD Kalsel. “Karena sampai hari ini (kemarin) belum ada satu orang pun yang menyerahkan berkas fisik,” bebernya.

Perlu diketahui, jumlah formasi yang tersedia pada CPNS Pemprov Kalsel tahun ini sebanyak 460 orang. Terdiri dari formasi umum dan formasi khusus. Khusus untuk formasi umum ada tiga jenis, yakni tenaga guru sebanyak 224 orang, tenaga kesehatan; 174 orang dan tenaga teknis; 54 orang.

Sementara untuk formasi khusus ada dua jenis, yakni formasi khusus cumlaude terdiri dari tenaga teknis sebanyak 3 orang. Serta, formasi khusus disabilitas terdiri dari 3 orang tenaga guru dan dua orang tenaga kesehatan.

Selain BKD Kalsel, Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Banjarbaru juga sudah membuka penerimaan berkas pendaftaran CPNS Pemko Banjarbaru.

Kepala Sub Bidang Pengadaan dan Pemberhentian Aparatur BKPP Banjarbaru Budi Rifani mengatakan, hingga hari ketiga kemarin baru empat pelamar yang menyerahkan berkas. Padahal, di SSCASN BKN sudah ada 74 orang yang mendaftar. “Mungkin mereka masih mengumpulkan persyaratan, sehingga belum bisa menyerahkan berkas,” katanya.

Dia mengungkapkan, dari 74 orang yang sudah mendaftar di SSCASN paling banyak memilih formasi tenaga kesehatan. “Banyak yang mendaftar jadi perawat dan bidan,” ungkapnya.

Sedangkan untuk tenaga teknis sudah ada 27 orang yang mendaftar dan 19 orang sisanya mendaftar di formasi tenaga pendidik.

Pemko Banjarbaru sendiri tahun ini mendapatkan jatah 188 formasi CPNS. Terdiri atas 99 formasi untuk guru, tenaga teknis lainnya 27 dan formasi tenaga medis ada 62.

Sementara itu, secara nasional, Formasi penjaga tahanan (pria) Kementerian Hukum dan HAM menjadi favorit pilihan pelamar pada hari kedua pendaftaran. Sudah ada 1.051 pelamar yang memilih formasi penjaga tahanan. Kemudian, formasi favorit kedua adalah pelaksana/pemula pemeriksa keimigrasian (pria) dengan 426 pelamar dan penjaga tahanan (perempuan) sebanyak 378 pelamar di posisi ketiga. Dengan jumlah tersebut Kemenkumham menjadi instansi dengan peminat terbanyak.

Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo membenarkan bahwa peminat CPNS luar biasa. Meski begitu, dengan meningkatnya pelamar, praktis semakin tinggi pula persaingan. Tjahjo mengimbau agar peserta bisa mempersiapkan diri masing-masing dengan sebaik-baiknya.

Wajar peminat formasi penjaga tahanan (pria) yang tinggi. Sebab, lowongan yang dibutuhkan banyak. Yakni, berjumlah 2.875 orang yang akan disebar di kantor wilayah Kemenkumham seluruh Indonesia. Ditambah, kualifikasinya hanya lulusan SMA.

Dia mengatakan untuk urusan teknis server pendaftaran, merupakan kewenangan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Dia menjelaskan BKN secara berkala melakukaan update sistem untuk menjaga kelancaran proses pendaftaran CPNS 2019.

Kepala Badan Kepegawaian Negara Bima Haria Wibisana mengklaim sistem pendaftaran aman, tidak lelet. Pihaknya sudah menyiapkan kebutuhan penyimpanan data sebesar 5 terabyte dan bandwidth 5 gigabyte. ”Bandwidth baru terpakai 2 gigabyte. Masih banyak ruang. Tahun lalu yang terpakai 4,3 gigabyte,” kata Bima.

Sementara itu, Tjahjo lantas mengomentari soal penurunan nilai ambang batas atau passing grade seleksi kompetensi dasar (SKD). Dia menegaskan penurunan penurunan passing grade itu bukan berarti pemerintah menurunkan kualitas PNS baru tahun ini. ”Karena ada soal-soal radikalisme masuk,” katanya di kantor Wakil Presiden kemarin (12/11). Termasuk juga soal isu kebangsaan dan lainnya.

Dia juga mengatakan penurunan passing grade hasil dari evaluasi rekrutmen CPNS 2018 lalu. Pada saat itu banyak peserta yang tidak lulus passing grade. Sehingga lowongan yang dibuka kosong. ’’Kemarin (tes CPNS 2019, Red) tuh sampai ada beberapa kabupaten kota enggak ada yang lulus,’’ tuturnya.

Kondisi tersebut tentu membuat instansi kasihan. Sebab mereka pada dasarnya membutuhkan pegawai baru. Namun passing grade yang ditetapkan ternyata terlalu tinggi. Untuk itu akhirnya Kementerian PAN-RB menurunkan passing grade. Kemudian memasukkan soal tentang wawasan kebangsaan, Pancasila, serta radikalisme. (ris/han/mia/wan/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/