alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Dr Gamal Berbagi Inspirasi

BANJARMASIN – Puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55, Dinas Kesehatan Banjarmasin mendatangkan inovator kelas dunia dr Gamal Albinsaid di Hotel Golden Tulip, Selasa (12/11) malam.

Di dunia kesehatan, siapa yang tak mengenal dr Gamal. Dialah pencetus Klinik Asuransi Sampah atau Garbage Clinical Insurance bagi masyarakat miskin.

Hingga dokter 30 tahun itu menerima sederet penghargaan berkelas internasional dari Inggris, Jepang, Jerman, Amerika Serikat, India, sampai Peru.

Di depan kurang lebih seribu peserta, dr Gamal bercerita, inspirasi klinik itu datang setelah melihat anak pemulung yang meninggal dunia lantaran tak punya ongkos untuk berobat. Pendapatan sang ayah cuma Rp10 ribu per hari.

Ada beberapa terobosan yang ia buat, pertama, Indonesia Medika. Sebuah asuransi kesehatan dengan premi yang dibayar menggunakan sampah.

Warga miskin bisa menikmati akses kesehatan meski tak punya uang. Cukup mengumpulkan sampah senilai Rp10 ribu per bulan.

Kedua, siapapeduli.id yang merupakan konsep pembiayaan gotong-royong berbasis online. Tujuannya, membiayai operasi bagi warga miskin.

Ketiga, In Med, dimana pengguna bisa berkonsultasi dengan dokter, memanggil ambulan hingga mencari transfusi darah melalui aplikasi ini. Dia mengklaim, aplikasi ini sudah bekerja sama dengan seribu tenaga kesehatan dan diunduh puluhan ribu pengguna.

Pesannya, sebelum bekerja dan mengabdi pada sebuah bidang, harus lebih dulu mencintai pekerjaannya. Agar keahlian terus ditingkatkan. Tak melulu bekerja untuk mengejar imbalan.

“Uang, kekuasaan, dan ketenaran membahagiakan hingga batas tertentu saja. Kalau mau lebih, harus ada keikhlasan dan pengorbanan. Tak ada keberhasilan tanpa usaha,” tegas dr Gamal.

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina berharap pengalaman yang dibagikan dr Gamal bisa menginspirasi tenaga kesehatan di Banjarmasin. Berinovasi demi melayani masyarakat Banua. Apalagi pemko telah memiliki rumah sakit sendiri, yakni Rumah Sakit Sultan Suriansyah.

Ditegaskannya pula, peringatan HKN jangan cuma seremonial. Harus menjadi ajang evaluasi. Apa saja yang sudah dicapai dan apa saja yang harus diperbaiki.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin Machli Riyadi mengatakan, dr Gamal sengaja diundang untuk memacu kinerja instansinya. “Agar semakin semangat dalam melayani masyarakat Banjarmasin,” ujarnya. (hid/fud/ema)

BANJARMASIN – Puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55, Dinas Kesehatan Banjarmasin mendatangkan inovator kelas dunia dr Gamal Albinsaid di Hotel Golden Tulip, Selasa (12/11) malam.

Di dunia kesehatan, siapa yang tak mengenal dr Gamal. Dialah pencetus Klinik Asuransi Sampah atau Garbage Clinical Insurance bagi masyarakat miskin.

Hingga dokter 30 tahun itu menerima sederet penghargaan berkelas internasional dari Inggris, Jepang, Jerman, Amerika Serikat, India, sampai Peru.

Di depan kurang lebih seribu peserta, dr Gamal bercerita, inspirasi klinik itu datang setelah melihat anak pemulung yang meninggal dunia lantaran tak punya ongkos untuk berobat. Pendapatan sang ayah cuma Rp10 ribu per hari.

Ada beberapa terobosan yang ia buat, pertama, Indonesia Medika. Sebuah asuransi kesehatan dengan premi yang dibayar menggunakan sampah.

Warga miskin bisa menikmati akses kesehatan meski tak punya uang. Cukup mengumpulkan sampah senilai Rp10 ribu per bulan.

Kedua, siapapeduli.id yang merupakan konsep pembiayaan gotong-royong berbasis online. Tujuannya, membiayai operasi bagi warga miskin.

Ketiga, In Med, dimana pengguna bisa berkonsultasi dengan dokter, memanggil ambulan hingga mencari transfusi darah melalui aplikasi ini. Dia mengklaim, aplikasi ini sudah bekerja sama dengan seribu tenaga kesehatan dan diunduh puluhan ribu pengguna.

Pesannya, sebelum bekerja dan mengabdi pada sebuah bidang, harus lebih dulu mencintai pekerjaannya. Agar keahlian terus ditingkatkan. Tak melulu bekerja untuk mengejar imbalan.

“Uang, kekuasaan, dan ketenaran membahagiakan hingga batas tertentu saja. Kalau mau lebih, harus ada keikhlasan dan pengorbanan. Tak ada keberhasilan tanpa usaha,” tegas dr Gamal.

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina berharap pengalaman yang dibagikan dr Gamal bisa menginspirasi tenaga kesehatan di Banjarmasin. Berinovasi demi melayani masyarakat Banua. Apalagi pemko telah memiliki rumah sakit sendiri, yakni Rumah Sakit Sultan Suriansyah.

Ditegaskannya pula, peringatan HKN jangan cuma seremonial. Harus menjadi ajang evaluasi. Apa saja yang sudah dicapai dan apa saja yang harus diperbaiki.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin Machli Riyadi mengatakan, dr Gamal sengaja diundang untuk memacu kinerja instansinya. “Agar semakin semangat dalam melayani masyarakat Banjarmasin,” ujarnya. (hid/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/