alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Di Tepi Siring, Mayat Mengapung

BANJARMASIN – Kemarin (10/11) sekitar jam 6 pagi, sesosok tubuh manusia mengapung di Sungai Martapura. Persis di depan Siring RE Martadinata, seberang kantor Wali Kota Banjarmasin.

Mayat itu diketahui berjenis kelamin laki-laki. Mengenakan kaus warna hitam dan celana jins gelap. Tubuhnya sudah membengkak dan mengelupas. Diperkirakan sudah dua hari tenggelam.

Setelah diselidiki, mayat itu bernama Verry Kurniajuliani. Usianya 24 tahun. Tinggal di Jalan Sultan Adam Kompleks Mahligai RT 15 Kelurahan Sungai Jingah, Banjarmasin Utara.

Penemunya adalah motoris speedboat yang kebetulan sedang melintas di sungai. Jenazah malang itu dalam posisi telungkup, dari kejauhan hanya bahunya yang terlihat.

Mendengar temuan itu, Anang Sukri langsung mendatangi lokasi. Lelaki 49 tahun ini bekerja sebagai motoris kelotok di Sungai Martapura. “Perahu saya arahkan. Setelah begitu dekat, ternyata benar itu mayat,” ujarnya.

Takut terbawa arus sungai yang deras, ia menepikan mayat itu ke tepian siring. “Saya tarik dan angkut ke pinggir. Saya kabari warga setempat. Sampai relawan dan Polair berdatangan,” tambahnya.

Jenazah kemudian dibawa ke kamar jenazah Rumah Sakit Ulin untuk menjalani proses visum. Sementara itu, Kasat Polair Polresta Banjarmasin AKP John Luis Lettedara mengatakan, tak ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban.

“Hasil visum tak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan fisik,” terangnya. Bagaimana korban bisa tenggelam, masih menjadi misteri. (lan/fud/ema)

BANJARMASIN – Kemarin (10/11) sekitar jam 6 pagi, sesosok tubuh manusia mengapung di Sungai Martapura. Persis di depan Siring RE Martadinata, seberang kantor Wali Kota Banjarmasin.

Mayat itu diketahui berjenis kelamin laki-laki. Mengenakan kaus warna hitam dan celana jins gelap. Tubuhnya sudah membengkak dan mengelupas. Diperkirakan sudah dua hari tenggelam.

Setelah diselidiki, mayat itu bernama Verry Kurniajuliani. Usianya 24 tahun. Tinggal di Jalan Sultan Adam Kompleks Mahligai RT 15 Kelurahan Sungai Jingah, Banjarmasin Utara.

Penemunya adalah motoris speedboat yang kebetulan sedang melintas di sungai. Jenazah malang itu dalam posisi telungkup, dari kejauhan hanya bahunya yang terlihat.

Mendengar temuan itu, Anang Sukri langsung mendatangi lokasi. Lelaki 49 tahun ini bekerja sebagai motoris kelotok di Sungai Martapura. “Perahu saya arahkan. Setelah begitu dekat, ternyata benar itu mayat,” ujarnya.

Takut terbawa arus sungai yang deras, ia menepikan mayat itu ke tepian siring. “Saya tarik dan angkut ke pinggir. Saya kabari warga setempat. Sampai relawan dan Polair berdatangan,” tambahnya.

Jenazah kemudian dibawa ke kamar jenazah Rumah Sakit Ulin untuk menjalani proses visum. Sementara itu, Kasat Polair Polresta Banjarmasin AKP John Luis Lettedara mengatakan, tak ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban.

“Hasil visum tak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan fisik,” terangnya. Bagaimana korban bisa tenggelam, masih menjadi misteri. (lan/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/