alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Penumpang Terminal Naik 30 Persen

BANJARMASIN – Meski diancam pandemi dan Omicron, jumlah penumpang yang berangkat dari Terminal Pal Enam di batas kota meningkat.

Momen libur tahun baru kali ini benar-benar membantu pengusaha angkutan antarprovinsi (AKAP).

“Menjelang nataru memang ada peningkatan jumlah penumpang. Sekitar 30 persen,” sebut Kepala UPTD Terminal Banjarmasin, Rusma Khazairin, kemarin (30/12).

“Peningkatannya mulai dua pekan terakhir,” tambahnya. Paling ramai adalah jurusan Samarinda dan Balikpapan, Kalimantan Timur.

Lantas, apakah juga terjadi penambahan penumpang di jurusan antarkota dan kabupaten (AKDP)? Jawabannya sangat berbeda.

Tidak ada peningkatan penumpang sama sekali. “Bahkan turun sampai 15 persen,” sebut Rusma.

Sepinya penumpang AKDP sebenarnya sudah terjadi sejak sebelum pandemi. Covid hanya memperburuk keadaan. Banyak pemilik angkutan yang sudah gulung tikar.

Baca Juga :  Akan Terapkan Tiket Elektronik di Pelabuhan Ferry Batulicin-Tanjung Serdang

Yang masih bertahan biasanya turut mengangkut barang-barang kiriman lintas kabupaten.

“Kalau sopir AKDP cuma mengandalkan jumlah penumpang, tidak bakal mencukupi kebutuhan hidup,” tutup Rusma.

Pengelola perusahaan otobus (PO) Yessoe cabang Kalsel, Yasir mengatakan, kenaikan jumlah penumpang dimulai sejak tanggal 22 Desember.

“Biasanya hanya satu unit yang beroperasi, sekarang ditambah menjadi dua unit,” bebernya.

Untuk jurusan Kalteng, seperti menuju Palangkaraya, Sampit dan Pangkalanbun, biasanya hanya berangkat pada pagi hari.

Sekarang, ada keberangkatan kedua pada siang hari. “Peningkatannya sekitar 60 persen,” tambah Yasir. (gmp/fud)

BANJARMASIN – Meski diancam pandemi dan Omicron, jumlah penumpang yang berangkat dari Terminal Pal Enam di batas kota meningkat.

Momen libur tahun baru kali ini benar-benar membantu pengusaha angkutan antarprovinsi (AKAP).

“Menjelang nataru memang ada peningkatan jumlah penumpang. Sekitar 30 persen,” sebut Kepala UPTD Terminal Banjarmasin, Rusma Khazairin, kemarin (30/12).

“Peningkatannya mulai dua pekan terakhir,” tambahnya. Paling ramai adalah jurusan Samarinda dan Balikpapan, Kalimantan Timur.

Lantas, apakah juga terjadi penambahan penumpang di jurusan antarkota dan kabupaten (AKDP)? Jawabannya sangat berbeda.

Tidak ada peningkatan penumpang sama sekali. “Bahkan turun sampai 15 persen,” sebut Rusma.

Sepinya penumpang AKDP sebenarnya sudah terjadi sejak sebelum pandemi. Covid hanya memperburuk keadaan. Banyak pemilik angkutan yang sudah gulung tikar.

Baca Juga :  Sudah Dilaunching, BTS Malah Dihentikan Lagi

Yang masih bertahan biasanya turut mengangkut barang-barang kiriman lintas kabupaten.

“Kalau sopir AKDP cuma mengandalkan jumlah penumpang, tidak bakal mencukupi kebutuhan hidup,” tutup Rusma.

Pengelola perusahaan otobus (PO) Yessoe cabang Kalsel, Yasir mengatakan, kenaikan jumlah penumpang dimulai sejak tanggal 22 Desember.

“Biasanya hanya satu unit yang beroperasi, sekarang ditambah menjadi dua unit,” bebernya.

Untuk jurusan Kalteng, seperti menuju Palangkaraya, Sampit dan Pangkalanbun, biasanya hanya berangkat pada pagi hari.

Sekarang, ada keberangkatan kedua pada siang hari. “Peningkatannya sekitar 60 persen,” tambah Yasir. (gmp/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/