alexametrics
31.1 C
Banjarmasin
Kamis, 19 Mei 2022

Mengintip Teknologi Dibalik Pelumas Pertamina, Production Unit Gresik (PUG)

GRESIK – Sejak tahun 1957, Pertamina sudah memproduksi pelumas dalam bentuk lithos dan curah. Sejak saat itu sampai saat ini, kualitas menjadi faktor nomor satu dalam setiap pembuatan pelumas Pertamina, yang sudah memenuhi standar dan mutu internasional dan telah diakui oleh institusi dan pabrikan mobil dunia.

Menurut General Manager Produksi PT Pertamina Lubricants Unit Gresik, Dodi mengatakan kualitas pelumas terdiri dari bahan baku yakni base oil dan aditif serta proses blending di dalam Lube Oil Blending Plant (LOBP). 

Kini kata dia, Pertamina Lubricants sudah mengoperasikan empat LOBP, salah satunya adalah Production Unit Gresik (PUG) di Jawa Timur. 

Seluruh sarana fasilitas produksi yang digunakan berteknologi modern dan full automation. Teknolgi terbaru yang didukung dengan Research & Development (R&D) yang mumpuni merupakan kunci kesuksesan Pelumas Pertamina dalam mengantisipasi persaingan pasar yang kian pesat dan memproduksi pelumas yang sesuai dengan berbagai kondisi mesin serta perkembangan tren teknologi otomotif dan industri. 

PUG beroperasi sejak tahun 2008 dan memiliki kapasitas sebesar 140.000 KL / tahun untuk LOBP (Lube Oil Base Plant) dan 9.000 MT/Tahun untuk Visco Modifier (VM) Plant. 

PUG didukung dengan teknologi modern antara lain Automatic Batch Blending, In-Line Blending Pigging System, Automatic Piggable Manifold, serta didukung oleh Full Automated Filling Machine untuk lithos, drum dan bulk filling. 

Berbagai fasilitas pendukung antara lain Piggable Marine Loading (Tanker Facilities), storage facilities sebanyak 12 Base Oil Tanks, 12 Additive Tanks, 10 Mini Bulk Talks dan LAWS dan Kerosene Tanks, serta Lubcel Process Control Room yang menggabungkan kemampung memantau batch Pelumas secara real-time. 

Saat ini PUG mendistribusikan produk ke berbagai wilayah di Indonesia termasuk Kalimantan, Sulawesi Maluku, Papua, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.   (ema)

GRESIK – Sejak tahun 1957, Pertamina sudah memproduksi pelumas dalam bentuk lithos dan curah. Sejak saat itu sampai saat ini, kualitas menjadi faktor nomor satu dalam setiap pembuatan pelumas Pertamina, yang sudah memenuhi standar dan mutu internasional dan telah diakui oleh institusi dan pabrikan mobil dunia.

Menurut General Manager Produksi PT Pertamina Lubricants Unit Gresik, Dodi mengatakan kualitas pelumas terdiri dari bahan baku yakni base oil dan aditif serta proses blending di dalam Lube Oil Blending Plant (LOBP). 

Kini kata dia, Pertamina Lubricants sudah mengoperasikan empat LOBP, salah satunya adalah Production Unit Gresik (PUG) di Jawa Timur. 

Seluruh sarana fasilitas produksi yang digunakan berteknologi modern dan full automation. Teknolgi terbaru yang didukung dengan Research & Development (R&D) yang mumpuni merupakan kunci kesuksesan Pelumas Pertamina dalam mengantisipasi persaingan pasar yang kian pesat dan memproduksi pelumas yang sesuai dengan berbagai kondisi mesin serta perkembangan tren teknologi otomotif dan industri. 

PUG beroperasi sejak tahun 2008 dan memiliki kapasitas sebesar 140.000 KL / tahun untuk LOBP (Lube Oil Base Plant) dan 9.000 MT/Tahun untuk Visco Modifier (VM) Plant. 

PUG didukung dengan teknologi modern antara lain Automatic Batch Blending, In-Line Blending Pigging System, Automatic Piggable Manifold, serta didukung oleh Full Automated Filling Machine untuk lithos, drum dan bulk filling. 

Berbagai fasilitas pendukung antara lain Piggable Marine Loading (Tanker Facilities), storage facilities sebanyak 12 Base Oil Tanks, 12 Additive Tanks, 10 Mini Bulk Talks dan LAWS dan Kerosene Tanks, serta Lubcel Process Control Room yang menggabungkan kemampung memantau batch Pelumas secara real-time. 

Saat ini PUG mendistribusikan produk ke berbagai wilayah di Indonesia termasuk Kalimantan, Sulawesi Maluku, Papua, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.   (ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/