alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Sediakan 42 Konter Check-In, Terminal Baru Bandara Mulai Diverifikasi

BANJARBARU – Terminal baru Bandara Syamsudin Noor akhirnya mulai diverifikasi oleh Direktorat Keamanan Penerbangan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia. Proses verifikasi berakhir hari ini sejak 5 November 2019 lalu.

Project Manager Pengembangan Bandara Syamsudin Noor Dadang Dian Hendiana mengatakan, verifikasi dilakukan bertujuan untuk memastikan bahwa bangunan terminal, bangunan penunjang beserta fasilitas dan perangkat di dalamnya telah aman serta layak.

“Selain itu melalui verifikasi ini, akan diketahui apakah terminal baru telah memenuhi standar regulator dan siap untuk dioperasionalkan atau tidak,” ujarnya.

Lanjutnya, hasil verifikasi dari Kemenhub sendiri nantinya akan memberikan catatan-catatan yang perlu ditindaklanjuti dan dipenuhi oleh Angkasa Pura I sebagai operator bandara. Pasalnya, saat ini pekerjaan di dalam proyek semuanya sudah hampir rampung.

“Sejauh ini perkembangan progres cukup menggembirakan, sekarang tinggal mengerjakan pekerjaan finishing dan pemasangan instalasi listrik,” ucapnya.

Mengenai progres pengembangan bandara saat ini, Dadang menyampaikan, pembangunan yang belum selesai hanya sisa paket I. Sebab, proyek paket II melingkupi pembangunan infrastruktur, bangunan penunjang dan perluasan apron progresnya sudah 100 persen.

“Semua bangunan di dalam paket II pembangunannya telah rampung. Seperti, perluasan apron, pembangunan kantor administrasi, masjid, kargo, gedung AVSEC dan pond,” ungkapnya.

Sedangkan untuk paket I, dia menuturkan proyek yang meliputi pembangunan terminal dan fasilitas penunjangnya itu progresnya sudah 89 persen. “Sedangkan untuk total progres keseluruhan sudah 93 persen,” tuturnya.

Dari progres tersebut, Dadang menyampaikan sudah ada sejumlah pekerjaan yang sudah rampung di area terminal. Diantaranya, pemasangan lima garbarata, pembuatan WC dan pemasangan bangku di ruang tunggu. “Garbarata ada lima, tapi nanti yang digunakan tiga dulu. Kalau penumpang semakin bertambah, baru kelimanya digunakan,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi mengungkapkan, hadirnya terminal baru Bandara Syamsudin Noor merupakan bagian dari komitmen Angkasa Pura I untuk terus meningkatkan layanan kebandarudaraan berstandar internasional dengan mengutamakan prinsip Safety, Security, Services dan Compliance. “Terminal baru ini diharapkan dapat menjadi ikon baru kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan,” harapnya.

Dia menjelaskan, proyek Pengembangan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin terdiri dari pembangunan sisi darat. Yang meliputi pembangunan terminal baru dan gedung kargo serta pembangunan sisi udara yang meliputi perluasan apron.

“Terminal baru Bandara Syamsudin Noor memiliki luas 77.569 meter persegi atau 8 kali lebih luas dibandingkan terminal lama yang hanya memiliki luas 9.043 meter persegi,” jelasnya.

Dengan begitu, Fahmi menuturkan, beroperasinya terminal baru nanti akan menambah kapasitas penumpang menjadi 7 juta per tahun atau 5 kali lebih besar dibandingkan terminal lama yang hanya dapat menampung 1,6 juta penumpang per tahun.

“Terminal baru juga ditunjang dengan 42 unit konter check-in, 3 conveyor belt, dan ruang tunggu seluas 5.185 meter persegi. Tersedia pula, lahan parkir seluas 34.360 meter persegi untuk kendaraan roda empat dan 2.420 meter persegi untuk kendaraan roda dua,” tuturnya.

Sedangkan untuk terminal kargo baru, dia menyampaikan bahwa kapasitasnya bertambah menjadi 44.000 ton per tahun dari 22.297 ton per tahun yang ada saat ini. “Sementara apron bertambah menjadi 129.812 meter persegi dan mampu menampung 16 pesawat narrow body dari yang sebelumnya hanya 80.412 meter persegi dan hanya dapat menampung 8 pesawat narrow body,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

BANJARBARU – Terminal baru Bandara Syamsudin Noor akhirnya mulai diverifikasi oleh Direktorat Keamanan Penerbangan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia. Proses verifikasi berakhir hari ini sejak 5 November 2019 lalu.

Project Manager Pengembangan Bandara Syamsudin Noor Dadang Dian Hendiana mengatakan, verifikasi dilakukan bertujuan untuk memastikan bahwa bangunan terminal, bangunan penunjang beserta fasilitas dan perangkat di dalamnya telah aman serta layak.

“Selain itu melalui verifikasi ini, akan diketahui apakah terminal baru telah memenuhi standar regulator dan siap untuk dioperasionalkan atau tidak,” ujarnya.

Lanjutnya, hasil verifikasi dari Kemenhub sendiri nantinya akan memberikan catatan-catatan yang perlu ditindaklanjuti dan dipenuhi oleh Angkasa Pura I sebagai operator bandara. Pasalnya, saat ini pekerjaan di dalam proyek semuanya sudah hampir rampung.

“Sejauh ini perkembangan progres cukup menggembirakan, sekarang tinggal mengerjakan pekerjaan finishing dan pemasangan instalasi listrik,” ucapnya.

Mengenai progres pengembangan bandara saat ini, Dadang menyampaikan, pembangunan yang belum selesai hanya sisa paket I. Sebab, proyek paket II melingkupi pembangunan infrastruktur, bangunan penunjang dan perluasan apron progresnya sudah 100 persen.

“Semua bangunan di dalam paket II pembangunannya telah rampung. Seperti, perluasan apron, pembangunan kantor administrasi, masjid, kargo, gedung AVSEC dan pond,” ungkapnya.

Sedangkan untuk paket I, dia menuturkan proyek yang meliputi pembangunan terminal dan fasilitas penunjangnya itu progresnya sudah 89 persen. “Sedangkan untuk total progres keseluruhan sudah 93 persen,” tuturnya.

Dari progres tersebut, Dadang menyampaikan sudah ada sejumlah pekerjaan yang sudah rampung di area terminal. Diantaranya, pemasangan lima garbarata, pembuatan WC dan pemasangan bangku di ruang tunggu. “Garbarata ada lima, tapi nanti yang digunakan tiga dulu. Kalau penumpang semakin bertambah, baru kelimanya digunakan,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi mengungkapkan, hadirnya terminal baru Bandara Syamsudin Noor merupakan bagian dari komitmen Angkasa Pura I untuk terus meningkatkan layanan kebandarudaraan berstandar internasional dengan mengutamakan prinsip Safety, Security, Services dan Compliance. “Terminal baru ini diharapkan dapat menjadi ikon baru kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan,” harapnya.

Dia menjelaskan, proyek Pengembangan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin terdiri dari pembangunan sisi darat. Yang meliputi pembangunan terminal baru dan gedung kargo serta pembangunan sisi udara yang meliputi perluasan apron.

“Terminal baru Bandara Syamsudin Noor memiliki luas 77.569 meter persegi atau 8 kali lebih luas dibandingkan terminal lama yang hanya memiliki luas 9.043 meter persegi,” jelasnya.

Dengan begitu, Fahmi menuturkan, beroperasinya terminal baru nanti akan menambah kapasitas penumpang menjadi 7 juta per tahun atau 5 kali lebih besar dibandingkan terminal lama yang hanya dapat menampung 1,6 juta penumpang per tahun.

“Terminal baru juga ditunjang dengan 42 unit konter check-in, 3 conveyor belt, dan ruang tunggu seluas 5.185 meter persegi. Tersedia pula, lahan parkir seluas 34.360 meter persegi untuk kendaraan roda empat dan 2.420 meter persegi untuk kendaraan roda dua,” tuturnya.

Sedangkan untuk terminal kargo baru, dia menyampaikan bahwa kapasitasnya bertambah menjadi 44.000 ton per tahun dari 22.297 ton per tahun yang ada saat ini. “Sementara apron bertambah menjadi 129.812 meter persegi dan mampu menampung 16 pesawat narrow body dari yang sebelumnya hanya 80.412 meter persegi dan hanya dapat menampung 8 pesawat narrow body,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/