alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Thursday, 26 May 2022

Komisi IV Ingin Tengok Nenek Sabariah

BANJARMASIN – Nasib Nenek Sabariah menarik perhatian orang banyak. Termasuk Komisi IV DPRD Banjarmasin.

Dalam waktu dekat, setelah rapat bersama Dinas Sosial Banjarmasin, Komisi IV berjanji akan menengok Nenek Sabariah. Mereka ingin mendatangi langsung rumahnya di Kelurahan Antasan Kecil Timur, Banjarmasin Utara.

“Kami akan secepatnya berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menindaklanjutinya. Dan mengunjungi rumah Nenek Sabariah,” ucap Hari Kartono, anggota Komisi IV.

Menurut Hari, mereka mengikuti pemberitaan tentang Nenek Sabriah. Kondisi rumahnya begitu memprihatinkan. Bahkan tak lagi layak dihuni.

Lebih ironis lagi, rumah itu tak punya aliran listrik. Untuk penerangan malam hari, Nenek Sabariah bersama anak bungsunya; Abdul Manaf (48) cuma menggunakan lentera.

Ini baru soal tempat tinggal. Kehidupan sehari-hari, nenek berusia 88 tahun dan anaknya itu bergantung pada tetangga.

Melihat kasus ini, Hari menginginkan Dinsos untuk memperbarui data. Dibuat secara akurat, agar semua warga tak mampu di Banjarmasin terdata.

Apalagi, menurutnya kota ini sudah mulai tertata dengan baik. Lucu saja jika masih ada rumah tak layak huni yang luput dari perhatian pemko. “Ini sangat disayangkan. Makanya harus ada data akurat. Jika ada masyarakat yang memang perlu bantuan, pemko bisa segera menangani,” ucapnya.

Politisi Gerindra itu yakin masih ada warga kota yang bernasib serupa dengan Nenek Sabariah. Pemko mesti sigap menanganinya.

Dinsos tak bisa memberi bantuan berupa bedah rumah. Alasannya lantaran terkendala aturan. Rumah nenek itu berdiri di bantaran sungai, alias berada di jalur hijau.

Meski begitu, bukan berarti Sabariah tak bisa dibantu. Dinsos masih bisa memberikan bantuan melalui program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Mereka sudah menerima bantuan seperti beras dan telur. Mereka juga sudah dijamin lewat Jamkesda dan mendapatkan bantuan lansia berupa dana,” kata Kepala Dinsos Banjarmasin, Iwan Ristianto.(nur/dye/ema)

BANJARMASIN – Nasib Nenek Sabariah menarik perhatian orang banyak. Termasuk Komisi IV DPRD Banjarmasin.

Dalam waktu dekat, setelah rapat bersama Dinas Sosial Banjarmasin, Komisi IV berjanji akan menengok Nenek Sabariah. Mereka ingin mendatangi langsung rumahnya di Kelurahan Antasan Kecil Timur, Banjarmasin Utara.

“Kami akan secepatnya berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menindaklanjutinya. Dan mengunjungi rumah Nenek Sabariah,” ucap Hari Kartono, anggota Komisi IV.

Menurut Hari, mereka mengikuti pemberitaan tentang Nenek Sabriah. Kondisi rumahnya begitu memprihatinkan. Bahkan tak lagi layak dihuni.

Lebih ironis lagi, rumah itu tak punya aliran listrik. Untuk penerangan malam hari, Nenek Sabariah bersama anak bungsunya; Abdul Manaf (48) cuma menggunakan lentera.

Ini baru soal tempat tinggal. Kehidupan sehari-hari, nenek berusia 88 tahun dan anaknya itu bergantung pada tetangga.

Melihat kasus ini, Hari menginginkan Dinsos untuk memperbarui data. Dibuat secara akurat, agar semua warga tak mampu di Banjarmasin terdata.

Apalagi, menurutnya kota ini sudah mulai tertata dengan baik. Lucu saja jika masih ada rumah tak layak huni yang luput dari perhatian pemko. “Ini sangat disayangkan. Makanya harus ada data akurat. Jika ada masyarakat yang memang perlu bantuan, pemko bisa segera menangani,” ucapnya.

Politisi Gerindra itu yakin masih ada warga kota yang bernasib serupa dengan Nenek Sabariah. Pemko mesti sigap menanganinya.

Dinsos tak bisa memberi bantuan berupa bedah rumah. Alasannya lantaran terkendala aturan. Rumah nenek itu berdiri di bantaran sungai, alias berada di jalur hijau.

Meski begitu, bukan berarti Sabariah tak bisa dibantu. Dinsos masih bisa memberikan bantuan melalui program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Mereka sudah menerima bantuan seperti beras dan telur. Mereka juga sudah dijamin lewat Jamkesda dan mendapatkan bantuan lansia berupa dana,” kata Kepala Dinsos Banjarmasin, Iwan Ristianto.(nur/dye/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/