alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

Data Kemiskinan Harus Akurat, Warga Mampu Jangan Dimasukkan

BANJARMASIN – Dinas Sosial Banjarmasin mulai mendata warga yang tergolong pra sejahtera. Untuk dimasukkan dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) alias data kemiskinan. Program bantuan dari Kementerian Sosial.

Agar program ini benar-benar berjalan maksimal, Dinsos meminta kepada para Ketua RT untuk serius. Agar data yang didapat benar-benar akurat.

“Contohnya di Tanjung Pagar. Ketua RT mengusulkan ada sebanyak 36 kepala keluarga. Setelah verifikasi di lapangan, ternyata hanya enam KK yang layak masuk DTKS. Sisanya adalah warga mampu,” sebut Kasi Identifikasi Data Dinsos Banjarmasin, Rizma Trisakti.

Dinsos tak mau lagi kasus itu terulang. Untuk itu mereka menuntut kesungguhan Ketua RT. Menyaring mereka yang layak. Sehingga bantuan tepat sasaran.

Apalagi Dinsos punya acuan ranking untuk penerima bantuan. Dibagi menjadi tiga kategori. Sangat miskin, miskin dan kurang miskin.

“Itu dibuat dengan menggunakan angka persen. Warga yang masuk dalam DTKS akan dikategorikan kembali untuk disesuaikan mendapat program bantuan,” jelasnya.

Sejauh ini, setidaknya sudah 147.546 jiwa yang masuk dalam daftar DTKS. Berasal dari 41.044 kepala rumah tangga.

Jika dibagi dalam kategori, ada sebanyak 90.612 jiwa yang tergolong sangat miskin, 36.097 jiwa miskin, dan 4.796 jiwa kurang miskin.

“Pembagiannya, kategori tergolong sangat miskin ada di kisaran 0-21 persen. Sedangkan kategori miskin ada di angka 21-40 persen, lalu ada kurang miskin di angka 41-75 persen,” paparnya.

Dari angka tersebut, setidaknya ada 4.796 jiwa berpeluang keluar dari zona bantuan. Artinya, mereka boleh dikatakan tak lagi tergolong miskin.

“Kami harap yang masuk di angka 41-75 persen itu bisa sudah keluar dari data DTKS. Maka, sangat dibutuhkan peran bersama dalam mendata ini agar bisa akurat,” pungkas Rizma. (nur/at/fud)

BANJARMASIN – Dinas Sosial Banjarmasin mulai mendata warga yang tergolong pra sejahtera. Untuk dimasukkan dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) alias data kemiskinan. Program bantuan dari Kementerian Sosial.

Agar program ini benar-benar berjalan maksimal, Dinsos meminta kepada para Ketua RT untuk serius. Agar data yang didapat benar-benar akurat.

“Contohnya di Tanjung Pagar. Ketua RT mengusulkan ada sebanyak 36 kepala keluarga. Setelah verifikasi di lapangan, ternyata hanya enam KK yang layak masuk DTKS. Sisanya adalah warga mampu,” sebut Kasi Identifikasi Data Dinsos Banjarmasin, Rizma Trisakti.

Dinsos tak mau lagi kasus itu terulang. Untuk itu mereka menuntut kesungguhan Ketua RT. Menyaring mereka yang layak. Sehingga bantuan tepat sasaran.

Apalagi Dinsos punya acuan ranking untuk penerima bantuan. Dibagi menjadi tiga kategori. Sangat miskin, miskin dan kurang miskin.

“Itu dibuat dengan menggunakan angka persen. Warga yang masuk dalam DTKS akan dikategorikan kembali untuk disesuaikan mendapat program bantuan,” jelasnya.

Sejauh ini, setidaknya sudah 147.546 jiwa yang masuk dalam daftar DTKS. Berasal dari 41.044 kepala rumah tangga.

Jika dibagi dalam kategori, ada sebanyak 90.612 jiwa yang tergolong sangat miskin, 36.097 jiwa miskin, dan 4.796 jiwa kurang miskin.

“Pembagiannya, kategori tergolong sangat miskin ada di kisaran 0-21 persen. Sedangkan kategori miskin ada di angka 21-40 persen, lalu ada kurang miskin di angka 41-75 persen,” paparnya.

Dari angka tersebut, setidaknya ada 4.796 jiwa berpeluang keluar dari zona bantuan. Artinya, mereka boleh dikatakan tak lagi tergolong miskin.

“Kami harap yang masuk di angka 41-75 persen itu bisa sudah keluar dari data DTKS. Maka, sangat dibutuhkan peran bersama dalam mendata ini agar bisa akurat,” pungkas Rizma. (nur/at/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/