alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Saturday, 28 May 2022

Perahu Goyang, Paman…

Perahu kokoh untuk berlayar sebagai bakal calon gubernur Kalsel, sudah dikemudikan Sahbirin Noor. Selain Golkar, petahana kemungkinan besar didukung oleh koalisi gemuk partai-partai. Sayangnya, kejutan terjadi beberapa waktu lalu. Gerindra yang sempat menjadi koalisi penting Sahbirin Noor di Pilkada 2015 lalu, keluar untuk merintis calon sendiri. Perahu Paman Birin bisa diterpa gelombang…

—-

Memiliki 12 kursi DPRD Kalsel plus dukungan dari PDIP yang memiliki 8 kursi DPRD Kalsel, sudah cukup bagi Sahbirin Noor untuk maju pada periode yang kedua sebagai Gubernur Kalsel.

Sekilas bakal mudah, karena beberapa partai juga mengirimkan sinyal akan mendukung Paman Birin-sapaan akrabnya. Sebut saja, seperti PPP, PDIP, PKS, PKB, Nasdem, Hanura dan PAN.

Hal ini membuat banyak calon yang keder melawan petahana. Banyak yang berwacana, akhirnya memilih realistis.

Sayangnya, perkembangan terbaru mulai tidak baik bagi Sahbirin. Sosok penantang yang berpotensi lulus usungan politik, adalah Denny Indrayana. Akhir Oktober tadi, Ketua DPD Partai Gerindra Kalsel H Abidin blak-blakan mengatakan, partainya memberikan dukungan kepada Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM itu berlaga di Pilgub 2020 mendatang sebagai bakal calon gubernur Kalsel. 

Lahir dan besar di pinggiran Sungai Martapura, petahana bakal menghadapi serangan gelombang dari Denny yang merupakan anak pesisir kelahiran Kotabaru. Tak hanya merayu beberapa partai politik, seperti NasDem, Gerindra, PKS dan Demokrat.

Denny juga sudah menyiapkan relawan untuk mengumpulkan dukungan untuk maju melalui jalur perseorangan jika Parpol tak memberikan dukungannya.

Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari, Ani Cahyadi Maseri memprediksi, perahu petahana akan kokoh dari serbuan ombak, jika memilih pendamping atau wakil yang bisa mendongkrak suara.

Posisi wakil ini sebutnya sangat menentukan pasangan berlayar dalam Pilgub. Salah memilih wakil, bisa saja akan tumbang. Bahkan, jika penantang petahana juga bisa mencari calon pendamping yang mampu membangkitkan “sentimen” agama atau politik identitas, bisa jadi perahu petahana bukan hanya oleng, tapi bisa terbalik.

Berbicara kekuatan, petahana memang memiliki modal yang sangat cukup. Tak hanya dari basis partai politik yang berkoalisi dengan Golkar. Petahana juga punya modal basis massa yang sudah dirangkulnya saat menjadi kepala daerah.

Untuk diketahui, selain PDIP (8 kursi) yang sudah sejak lama menyatakan dukungan kepada petahana. Ada parpol lain yang juga sudah menyatakan dukungan, seperti PKB (5 kursi) dan PPP (3 kursi).

Petahana juga mengincar dukungan dari NasDem (4 kursi), Gerindra (8 kursi) dan Demokrat (3 kursi). Ketiganya, formulir pendaftaran sudah diambil petahana. Bahkan di NasDem, sudah diserahkan.

Denny pun demikian, hasratnya untuk maju di Pilgub 2020 mendatang, beberapa Parpol juga didatanginya. Selain Gerindra, dia juga mengambil formulir pendaftaran ke Demokrat, NasDem dan PKS (5 kursi).

Menariknya sebut Ani, hampir semua pemilih sekarang sudah menepis pemilih ideologis partai atau pendukung setia partai. Sehingga, mesin parpol pun tak akan berjalan maksimal. Pertarungan Pilgub tambahnya adalah pertarungan figur.

Berbicara basis kekuatan daerah. Petahana dinilai sudah memiliki basis massa kuat di Banjarmasin dan Tanah Bumbu. Berbicara koalisi parpol, petahana yang didukung PDIP yang memiliki basis massa di Tanah Bumbu, Kotabaru dan Tanah Laut, membuat kekuatan petahana semakin besar.

Namun, lantaran penantang (Denny) asli dari Kotabaru, sebaran dukungan di Kabupaten Kotabaru akan tergerus. Begitu pula di Tanah Laut, kekuatan petahana akan terganggu jika Denny benar-benar diusung oleh Gerindra yang memiliki basis massa besar di daerah ini.

“Yang benar-benar diperbutkan adalah kawasan Banua 6. Posisi wakil lah yang akan menambah suara,” sebut Ani.

Memang di Banua 6 terangnya, adalah basis Golkar yang notabene mengusung petahana. Namun, masih ada daerah yang memiliki basis kuat PKS. Seperti Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Hulu Sungai Tengah (HST).

Tak hanya itu, Gerindra di Kabupaten HST dan sebagaian Kabupaten Tabalong pun juga memiliki basis masa militan. Petahana akan dibantu suaranya di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang merupakan basis PPP dan PAN. Petahana juga akan dibantu suara di Kabupaten Batola yang merupakan basis kuat Golkar.

Menurutnya, pertarungan alot merebut suara biasanya terjadi di Kabupaten Banjar. Terlebih, di kawasan ini, politik uang dan mark up suara bisa terjadi. “Kalau Banjarmasin dan Banjarbaru sangat dinamis. Di sini pemilihnya cerdas, tergantung ide yang dijual, kecuali daerah pinggiran kota dan daerah sangat padat penduduk,” paparnya.

Sementara, pengamat politik ULM, Gazali Rahman mengatakan, secara posisi kedaerahan, petahana yang memiliki basis massa kuat di kawasan pesisir sungai lebih diuntungkan dibandingkan dengan Denny yang dari pesisir pantai. “Dari aspek geografis. Kawasan sungai sangat luas. Tapi ini tak bisa dijadikan dasar, tetap saja figur dan ketokohan calon,” sebut Gazali.

Meski Denny berasal dari Kotabaru, Gazali mengatakan, petahana disana juga memiliki kekuatan Selain kekuatan basis partai, juga memiliki kerabat. “Daerah kawasan sungai sangat luas, bahkan hingga ke Hulu Sungai. Jika melihat aspek ini, tentu petahana bisa meraup suara,” tambahnya. (mof/ran/ema)

Perahu kokoh untuk berlayar sebagai bakal calon gubernur Kalsel, sudah dikemudikan Sahbirin Noor. Selain Golkar, petahana kemungkinan besar didukung oleh koalisi gemuk partai-partai. Sayangnya, kejutan terjadi beberapa waktu lalu. Gerindra yang sempat menjadi koalisi penting Sahbirin Noor di Pilkada 2015 lalu, keluar untuk merintis calon sendiri. Perahu Paman Birin bisa diterpa gelombang…

—-

Memiliki 12 kursi DPRD Kalsel plus dukungan dari PDIP yang memiliki 8 kursi DPRD Kalsel, sudah cukup bagi Sahbirin Noor untuk maju pada periode yang kedua sebagai Gubernur Kalsel.

Sekilas bakal mudah, karena beberapa partai juga mengirimkan sinyal akan mendukung Paman Birin-sapaan akrabnya. Sebut saja, seperti PPP, PDIP, PKS, PKB, Nasdem, Hanura dan PAN.

Hal ini membuat banyak calon yang keder melawan petahana. Banyak yang berwacana, akhirnya memilih realistis.

Sayangnya, perkembangan terbaru mulai tidak baik bagi Sahbirin. Sosok penantang yang berpotensi lulus usungan politik, adalah Denny Indrayana. Akhir Oktober tadi, Ketua DPD Partai Gerindra Kalsel H Abidin blak-blakan mengatakan, partainya memberikan dukungan kepada Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM itu berlaga di Pilgub 2020 mendatang sebagai bakal calon gubernur Kalsel. 

Lahir dan besar di pinggiran Sungai Martapura, petahana bakal menghadapi serangan gelombang dari Denny yang merupakan anak pesisir kelahiran Kotabaru. Tak hanya merayu beberapa partai politik, seperti NasDem, Gerindra, PKS dan Demokrat.

Denny juga sudah menyiapkan relawan untuk mengumpulkan dukungan untuk maju melalui jalur perseorangan jika Parpol tak memberikan dukungannya.

Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari, Ani Cahyadi Maseri memprediksi, perahu petahana akan kokoh dari serbuan ombak, jika memilih pendamping atau wakil yang bisa mendongkrak suara.

Posisi wakil ini sebutnya sangat menentukan pasangan berlayar dalam Pilgub. Salah memilih wakil, bisa saja akan tumbang. Bahkan, jika penantang petahana juga bisa mencari calon pendamping yang mampu membangkitkan “sentimen” agama atau politik identitas, bisa jadi perahu petahana bukan hanya oleng, tapi bisa terbalik.

Berbicara kekuatan, petahana memang memiliki modal yang sangat cukup. Tak hanya dari basis partai politik yang berkoalisi dengan Golkar. Petahana juga punya modal basis massa yang sudah dirangkulnya saat menjadi kepala daerah.

Untuk diketahui, selain PDIP (8 kursi) yang sudah sejak lama menyatakan dukungan kepada petahana. Ada parpol lain yang juga sudah menyatakan dukungan, seperti PKB (5 kursi) dan PPP (3 kursi).

Petahana juga mengincar dukungan dari NasDem (4 kursi), Gerindra (8 kursi) dan Demokrat (3 kursi). Ketiganya, formulir pendaftaran sudah diambil petahana. Bahkan di NasDem, sudah diserahkan.

Denny pun demikian, hasratnya untuk maju di Pilgub 2020 mendatang, beberapa Parpol juga didatanginya. Selain Gerindra, dia juga mengambil formulir pendaftaran ke Demokrat, NasDem dan PKS (5 kursi).

Menariknya sebut Ani, hampir semua pemilih sekarang sudah menepis pemilih ideologis partai atau pendukung setia partai. Sehingga, mesin parpol pun tak akan berjalan maksimal. Pertarungan Pilgub tambahnya adalah pertarungan figur.

Berbicara basis kekuatan daerah. Petahana dinilai sudah memiliki basis massa kuat di Banjarmasin dan Tanah Bumbu. Berbicara koalisi parpol, petahana yang didukung PDIP yang memiliki basis massa di Tanah Bumbu, Kotabaru dan Tanah Laut, membuat kekuatan petahana semakin besar.

Namun, lantaran penantang (Denny) asli dari Kotabaru, sebaran dukungan di Kabupaten Kotabaru akan tergerus. Begitu pula di Tanah Laut, kekuatan petahana akan terganggu jika Denny benar-benar diusung oleh Gerindra yang memiliki basis massa besar di daerah ini.

“Yang benar-benar diperbutkan adalah kawasan Banua 6. Posisi wakil lah yang akan menambah suara,” sebut Ani.

Memang di Banua 6 terangnya, adalah basis Golkar yang notabene mengusung petahana. Namun, masih ada daerah yang memiliki basis kuat PKS. Seperti Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Hulu Sungai Tengah (HST).

Tak hanya itu, Gerindra di Kabupaten HST dan sebagaian Kabupaten Tabalong pun juga memiliki basis masa militan. Petahana akan dibantu suaranya di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang merupakan basis PPP dan PAN. Petahana juga akan dibantu suara di Kabupaten Batola yang merupakan basis kuat Golkar.

Menurutnya, pertarungan alot merebut suara biasanya terjadi di Kabupaten Banjar. Terlebih, di kawasan ini, politik uang dan mark up suara bisa terjadi. “Kalau Banjarmasin dan Banjarbaru sangat dinamis. Di sini pemilihnya cerdas, tergantung ide yang dijual, kecuali daerah pinggiran kota dan daerah sangat padat penduduk,” paparnya.

Sementara, pengamat politik ULM, Gazali Rahman mengatakan, secara posisi kedaerahan, petahana yang memiliki basis massa kuat di kawasan pesisir sungai lebih diuntungkan dibandingkan dengan Denny yang dari pesisir pantai. “Dari aspek geografis. Kawasan sungai sangat luas. Tapi ini tak bisa dijadikan dasar, tetap saja figur dan ketokohan calon,” sebut Gazali.

Meski Denny berasal dari Kotabaru, Gazali mengatakan, petahana disana juga memiliki kekuatan Selain kekuatan basis partai, juga memiliki kerabat. “Daerah kawasan sungai sangat luas, bahkan hingga ke Hulu Sungai. Jika melihat aspek ini, tentu petahana bisa meraup suara,” tambahnya. (mof/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/