alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Saturday, 28 May 2022

Nasdem – PKS Banjar Jajaki Koalisi, Poros Ketiga Muncul di Banjarbaru

BANJARBARI – Poros ketiga muncul. Edy Saifuddin bersama Astina Zuraida mendeklarasikan diri bakal maju di Pilwali Banjarbaru 2020. Kemarin (4/11) sore di Posko Pemenangannya yang berlokasi di Guntung Paikat Banjarbaru, keduanya kompak mengumumkan ambisinya.

Pasangan Edy-Astina mengusung tagline Banjarbaru Bersinergi. Dengan arti Banjarbaru Bersih, Integritas dan Religi. Tagline ini akan bersaing dengan Banjarbaru Lebih Baik milik Petahana serta Banjarbaru Juara milik penantang.

Nama Edy sendiri selama ini muncul dengan bendera Parlemen Jalanan. Ia sendiri menjabat sebagai Sekjen. Sementara, wakilnya Astina diketahui kerap aktif di kegiatan sosial di wilayah Banjarbaru.

Dalam keterangan persnya kemarin, Edy yang merupakan seorang aktivis ini menyatakan siap maju menantang duet petahana; Nadjmi-Jaya & duet penantang: Aditya-Iwansyah. Bahkan diklaimnya, segala persiapan sudah siap.”Persiapan kita kurang lebih tiga bulan terakhir. Akhirnya hari ini kita nyatakan siap maju bersama,” bukanya.

Menariknya, Edy mengklaim telah melamar ke sejumlah Parpol. Bahkan ia juga sudah menyipakan dan bergerilya mengumpulkan syarat jalur independen. Dalam hal ini fotokopi KTP pendukung bahkan logistiknya.

“Kurang lebih dari tiga bulan terakhir kita sudah bergerak untuk menyiapkan suara dukungan untuk independen. Kalau parpol, kita juga masih antusias,” ujarnya.

Pernyataan Edy soal membidik parpol memang cukup menarik. Pasalnya sejauh ini, beberapa parpol sudah tercatat menutup penjaringannya. Walaupun Edy juga tercatat sebelumnya mengembalikan berkas pendaftaran ke PDIP ketika masa penjaringan.

Edy berpandangan selama SK Parpol dari pusat belum turun, maka ia punya kesempatan. Bahkan ia berujar kalau timnya juga tengah melakukan lobi juga di tingkat pusat.

Majunya Edy-Astina sebagai poros ketiga memang cukup menggemparkan, khususnya di dunia perpolitikan Banjarbaru. Di tengah potensi polarisasi dukungan parpol ke dua pasangan yang ada. Pasangan dengan format beda gender ini muncul ke permukaan.

Pemilihan kaum hawa sebagai wakilnya juga jadi keputusan menarik Edy. Yang mana diketahui, sejauh ini baik kandidat yang ada bahkan histori kepala daerah di Banjarbaru belum ada sosok perempuan yang berhasil meraih kursi kekuasaan.

Edy pun menjawab ia telah matang mengambil sosok wanita sebagai wakilnya. Dinilainya, selama ini keterwakilan kaum hawa di Banjarbaru belum tampak terlihat.”Jadi ini seperti perwakilan emak-emak lah, oleh karena itu saya gandeng perempuan. Insya Allah untuk perhatian para ibu-ibu ada perwakilannya,” katanya.

Astina sendiri ketika ditanya soal kesiapannya mengaku yakin akan keputusannya ini. Berdasarkan latar belakangnya di bidang sosial, menurutnya harus ada perubahan untuk warga Banjarbaru, khususnya di kalangan menengah ke bawah.

Pilkada Banjar juga bakal memunculkan kejutan. Partai Nasdem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) diwacanakan akan berkoalisi untuk mendukung calon Saidi Mansyur.

Gambaran keakraban kedua partai tersebut terlihat ketika H Saidi Mansyur yang menjabat Wakil Bupati Banjar sekaligus Ketua Dewan Penasihat Partai Nasdem Kalsel mengunjungi dan berdiskusi dengan pengurus PKS Banjar di Kompleks Taman Pinus Raya 1 jalan Perjuangan, Sungai Sipai, Kecamatan Martapura, kemarin.

Saidi Mansyur ke PKS Banjar memang memasukkan berkas lamaran dari partai dakwah tersebut. Dia menjadi calon bupati pertama yang datang ke PKS sejak penjaringan dibuka. Sekaligus mengikuti arahan dari petinggi partai masing-masing untuk bertemu sekaligus bersilaturahmi menjajaki kerja sama. Kemudian mencoba membangun koalisi.

Saidi Mansyur datang ke PKS dengan modal 7 kursi Nasdem. Bila ada kesepakatan, 2 kursi dari PKS Banjar bakal bisa mencalonkannya menjadi satu paket calon bupati-wakil bupati. ”Penjaringan ditutup sampai 15 November. Kami mencoba membangun koalisi. Tapi tetap diserahkan kepada keputusan di pusat,” kata Ketua PKS Banjar Rudi Firdaus.

Menurut Rudi, bisa saja PKS bekerja sama dengan Nasdem terutama menyangkut pencalonan H Saidi Mansyur. Ada lampu hijau kedua partai bersinergi. Namun semua calon wajib mengikuti proses seleksi dari DPP PKS dan bersedia mengikuti wawancara serta menyampaikan visi misi untuk membangun Kabupaten Banjar.

Sedangkan Saidi Mansyur menegaskan, langkahnya ke PKS untuk menyelaraskan komunikasi politik dari DPP Nasdem. Selain itu, Ketum Nasdem Surya Paloh telah memerintahkan dirinya bersedia maju menjadi kepala daerah.
“Saya sangat mengharapkan bisa kerja sama dengan PKS berjuang bersama di Pilkada Banjar. Moga mendapat dukungan moril,” pungkasnya.(rvn/mam/ay/ran)

BANJARBARI – Poros ketiga muncul. Edy Saifuddin bersama Astina Zuraida mendeklarasikan diri bakal maju di Pilwali Banjarbaru 2020. Kemarin (4/11) sore di Posko Pemenangannya yang berlokasi di Guntung Paikat Banjarbaru, keduanya kompak mengumumkan ambisinya.

Pasangan Edy-Astina mengusung tagline Banjarbaru Bersinergi. Dengan arti Banjarbaru Bersih, Integritas dan Religi. Tagline ini akan bersaing dengan Banjarbaru Lebih Baik milik Petahana serta Banjarbaru Juara milik penantang.

Nama Edy sendiri selama ini muncul dengan bendera Parlemen Jalanan. Ia sendiri menjabat sebagai Sekjen. Sementara, wakilnya Astina diketahui kerap aktif di kegiatan sosial di wilayah Banjarbaru.

Dalam keterangan persnya kemarin, Edy yang merupakan seorang aktivis ini menyatakan siap maju menantang duet petahana; Nadjmi-Jaya & duet penantang: Aditya-Iwansyah. Bahkan diklaimnya, segala persiapan sudah siap.”Persiapan kita kurang lebih tiga bulan terakhir. Akhirnya hari ini kita nyatakan siap maju bersama,” bukanya.

Menariknya, Edy mengklaim telah melamar ke sejumlah Parpol. Bahkan ia juga sudah menyipakan dan bergerilya mengumpulkan syarat jalur independen. Dalam hal ini fotokopi KTP pendukung bahkan logistiknya.

“Kurang lebih dari tiga bulan terakhir kita sudah bergerak untuk menyiapkan suara dukungan untuk independen. Kalau parpol, kita juga masih antusias,” ujarnya.

Pernyataan Edy soal membidik parpol memang cukup menarik. Pasalnya sejauh ini, beberapa parpol sudah tercatat menutup penjaringannya. Walaupun Edy juga tercatat sebelumnya mengembalikan berkas pendaftaran ke PDIP ketika masa penjaringan.

Edy berpandangan selama SK Parpol dari pusat belum turun, maka ia punya kesempatan. Bahkan ia berujar kalau timnya juga tengah melakukan lobi juga di tingkat pusat.

Majunya Edy-Astina sebagai poros ketiga memang cukup menggemparkan, khususnya di dunia perpolitikan Banjarbaru. Di tengah potensi polarisasi dukungan parpol ke dua pasangan yang ada. Pasangan dengan format beda gender ini muncul ke permukaan.

Pemilihan kaum hawa sebagai wakilnya juga jadi keputusan menarik Edy. Yang mana diketahui, sejauh ini baik kandidat yang ada bahkan histori kepala daerah di Banjarbaru belum ada sosok perempuan yang berhasil meraih kursi kekuasaan.

Edy pun menjawab ia telah matang mengambil sosok wanita sebagai wakilnya. Dinilainya, selama ini keterwakilan kaum hawa di Banjarbaru belum tampak terlihat.”Jadi ini seperti perwakilan emak-emak lah, oleh karena itu saya gandeng perempuan. Insya Allah untuk perhatian para ibu-ibu ada perwakilannya,” katanya.

Astina sendiri ketika ditanya soal kesiapannya mengaku yakin akan keputusannya ini. Berdasarkan latar belakangnya di bidang sosial, menurutnya harus ada perubahan untuk warga Banjarbaru, khususnya di kalangan menengah ke bawah.

Pilkada Banjar juga bakal memunculkan kejutan. Partai Nasdem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) diwacanakan akan berkoalisi untuk mendukung calon Saidi Mansyur.

Gambaran keakraban kedua partai tersebut terlihat ketika H Saidi Mansyur yang menjabat Wakil Bupati Banjar sekaligus Ketua Dewan Penasihat Partai Nasdem Kalsel mengunjungi dan berdiskusi dengan pengurus PKS Banjar di Kompleks Taman Pinus Raya 1 jalan Perjuangan, Sungai Sipai, Kecamatan Martapura, kemarin.

Saidi Mansyur ke PKS Banjar memang memasukkan berkas lamaran dari partai dakwah tersebut. Dia menjadi calon bupati pertama yang datang ke PKS sejak penjaringan dibuka. Sekaligus mengikuti arahan dari petinggi partai masing-masing untuk bertemu sekaligus bersilaturahmi menjajaki kerja sama. Kemudian mencoba membangun koalisi.

Saidi Mansyur datang ke PKS dengan modal 7 kursi Nasdem. Bila ada kesepakatan, 2 kursi dari PKS Banjar bakal bisa mencalonkannya menjadi satu paket calon bupati-wakil bupati. ”Penjaringan ditutup sampai 15 November. Kami mencoba membangun koalisi. Tapi tetap diserahkan kepada keputusan di pusat,” kata Ketua PKS Banjar Rudi Firdaus.

Menurut Rudi, bisa saja PKS bekerja sama dengan Nasdem terutama menyangkut pencalonan H Saidi Mansyur. Ada lampu hijau kedua partai bersinergi. Namun semua calon wajib mengikuti proses seleksi dari DPP PKS dan bersedia mengikuti wawancara serta menyampaikan visi misi untuk membangun Kabupaten Banjar.

Sedangkan Saidi Mansyur menegaskan, langkahnya ke PKS untuk menyelaraskan komunikasi politik dari DPP Nasdem. Selain itu, Ketum Nasdem Surya Paloh telah memerintahkan dirinya bersedia maju menjadi kepala daerah.
“Saya sangat mengharapkan bisa kerja sama dengan PKS berjuang bersama di Pilkada Banjar. Moga mendapat dukungan moril,” pungkasnya.(rvn/mam/ay/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/