alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Ditilang, Pengendara Langsung Disidang

MARABAHAN – Mendekati hari terakhir Operasi Zebra Intan 2019, Satlantas Polres Batola menggelar sidang tilang di tempat bagi para pengendara yang melanggar peraturan lalulintas, bersama dengan Pengadilan Negeri Marabahan dan Kejaksaan Batola.

Ratusan pengendara yang melintas di perempatan Handil Serapat, Jalan Trans Kalimantan Handil Bakti, tidak luput dari pemeriksaan anggota. Sekitar dua jam melakukan pemeriksaan kendaraan roda dua dan empat, puluhan pengendara berhasil diamankan dengan pelanggaran yang bervariasi.

“Pada giat gabungan ini, terdapat 51 pengendara yang terkena tilang,” ujar Kasat Lantas Polres Batola, AKP Faisal Amri Nasution kepada Radar Banjarmasin, Senin (4/11).

Faisal menambahkan, dari 51 pengendara yang terkena tilang, hanya sekitar 40 pelanggaran yang berhasil disidang di tempat. Sebagian dari mereka tidak bisa mengikuti karenakan tidak mempunyai uang denda.

“Mereka yang tidak bisa membayar uang denda tilang, bisa mengikuti sidang di Marabahan pada jadwal berikutnya,” ujarnya seraya mengatakan berkas tilang akan dibawa ke kantor dan tetap diproses.

Faisal mengungkapkan, sidang tilang ditempat bagi pengendara sangat bermanfaat. Proses tilang berjalan cepat. Pengendara motor yang ditilang setelah mendapat vonis dari hakim, bisa langsung membayar biaya denda tilang kepada pihak kejaksaan.

“Setelah bayar denda, sepeda motor atau mobil yang ditilang bisa dibawa pulang,” ujarnya seraya mengatakan pelanggaran paling banyak dikarenakan surat berkendara tidak lengkap dan melawan arus.

Zainul Hakim Zainuddin, hakim dari Pengadilan Negeri Marabahan yang menjadi hakim ketua pada sidang cepat ini mengaku menjatuhkan vonis sesuai undang-undang lalulintas. Dengan berbagai pertimbangan yang ada.

“Sesuai undang-undang, paling banyak, denda yang bisa dijatuhkan Rp1 juta,” ujarnya seraya mengatakan setiap pelanggaran dijatuhkan dengan vonis yang berbeda. Guna bahan pembelajaran dan efek jera bagi masyarakat. (bar/ema)

MARABAHAN – Mendekati hari terakhir Operasi Zebra Intan 2019, Satlantas Polres Batola menggelar sidang tilang di tempat bagi para pengendara yang melanggar peraturan lalulintas, bersama dengan Pengadilan Negeri Marabahan dan Kejaksaan Batola.

Ratusan pengendara yang melintas di perempatan Handil Serapat, Jalan Trans Kalimantan Handil Bakti, tidak luput dari pemeriksaan anggota. Sekitar dua jam melakukan pemeriksaan kendaraan roda dua dan empat, puluhan pengendara berhasil diamankan dengan pelanggaran yang bervariasi.

“Pada giat gabungan ini, terdapat 51 pengendara yang terkena tilang,” ujar Kasat Lantas Polres Batola, AKP Faisal Amri Nasution kepada Radar Banjarmasin, Senin (4/11).

Faisal menambahkan, dari 51 pengendara yang terkena tilang, hanya sekitar 40 pelanggaran yang berhasil disidang di tempat. Sebagian dari mereka tidak bisa mengikuti karenakan tidak mempunyai uang denda.

“Mereka yang tidak bisa membayar uang denda tilang, bisa mengikuti sidang di Marabahan pada jadwal berikutnya,” ujarnya seraya mengatakan berkas tilang akan dibawa ke kantor dan tetap diproses.

Faisal mengungkapkan, sidang tilang ditempat bagi pengendara sangat bermanfaat. Proses tilang berjalan cepat. Pengendara motor yang ditilang setelah mendapat vonis dari hakim, bisa langsung membayar biaya denda tilang kepada pihak kejaksaan.

“Setelah bayar denda, sepeda motor atau mobil yang ditilang bisa dibawa pulang,” ujarnya seraya mengatakan pelanggaran paling banyak dikarenakan surat berkendara tidak lengkap dan melawan arus.

Zainul Hakim Zainuddin, hakim dari Pengadilan Negeri Marabahan yang menjadi hakim ketua pada sidang cepat ini mengaku menjatuhkan vonis sesuai undang-undang lalulintas. Dengan berbagai pertimbangan yang ada.

“Sesuai undang-undang, paling banyak, denda yang bisa dijatuhkan Rp1 juta,” ujarnya seraya mengatakan setiap pelanggaran dijatuhkan dengan vonis yang berbeda. Guna bahan pembelajaran dan efek jera bagi masyarakat. (bar/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/