alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Selasa, 17 Mei 2022

Delapan Daerah Memasuki Musim Hujan

BANJARBARU – Dalam beberapa hari terakhir hujan semakin intens turun di sejumlah daerah di Kalsel. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi memastikan hal itu pertanda musim hujan telah tiba.

Informasi itu disampaikan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor. Beradasarkan data mereka, saat ini sudah ada delapan daerah yang memasuki musim hujan.

“Musim hujan mulai masuk pada akhir Oktober, sampai awal November ini sudah delapan kabupaten/kota yang memasuki musim hujan,” kata Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor Rizqi Nur Fitriani.

Dia mengungkapkan, dari delapan daerah itu yang memasuki musim basah pada akhir Oktober yakni Kota Banjarmasin, Kabupaten Batola, Hulu Sungai Utara dan Hulu Sungai Tengah. “Sementara yang baru masuk musim hujan pada awal bulan ini yaitu Banjarbaru, Banjar, Balangan dan Tabalong,” ungkapnya.

Beralihnya musim kemarau ke hujan juga disampaikan, Kepala Seksi Pengolahan Data pada Stasiun Klimatologi Klas I Banjarbaru, Miftahul Munir. Berdasarkan data mereka, daerah yang lebih dulu memasuki musim hujan yakni Kota Banjarmasin, Kabupaten Batola, Hulu Sungai Utara dan Hulu Sungai Tengah. “Empat daerah ini memasuki awal musim hujan pada bulan Oktober,” ucapnya.

Sedangkan, pada awal November daerah yang memasuki musim hujan yaitu Banjarbaru, Banjar, Balangan dan Tabalong. “Lalu pada pertengahan hingga akhir November nanti giliran HSS dan Kotabaru yang memasuki musim hujan,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kalsel Wahyuddin menyampaikan, guna menanggulangi bencana alam pada musim penghujan Pemprov Kalsel bakal membentuk Satgas Banjir. “Satgas Karhutla sudah berakhir pada 31 Oktober, selanjutnya kita bentuk Satgas Banjir,” ujarnya.

Meski dinamai Satgas Banjir, dia menyampaikan bahwa fokusnya ialah mengantisipasi tiga jenis bencana. Yakni,banjir, longsor dan puting beliung. “Nanti kami juga membuat surat edaran untuk bupati dan walikota agar melakukan antisipasi bencana,” ucapnya.

Antisipasi yang dia maksud yaitu, mengerahkan personel dan peralatan dari SKPD terkait masing-masing daerah untuk membantu masyarakat yang terkena musibah. “Selain itu, antisipasi juga dilakukan dengan cara memperbaiki saluran air, supaya terhindar dari banjir,” kata Wahyuddin.

Ditanya, apakah sudah ada bayangan di daerah mana saja bencana terjadi saat musim hujan. Jawabnya, sudah. Sebab, kejadian hampir berulang setiap tahunnya. “Seperti halnya banjir, selalu terjadi di Tabalong, Balangan, HSU, Banjar, Tanah Laut dan Tanah Bumbu,” paparnya.

Sementara untuk tanah longsor, Wahyuddin menyampaikan, sesuai dengan data mereka, bencana itu biasanya terjadi di daerah Balangan, Banjar dan HSS. “Sedangkan daerah rawan terjadi puting beliung ialah Banjar, Batola, Tala dan HSU,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

BANJARBARU – Dalam beberapa hari terakhir hujan semakin intens turun di sejumlah daerah di Kalsel. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi memastikan hal itu pertanda musim hujan telah tiba.

Informasi itu disampaikan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor. Beradasarkan data mereka, saat ini sudah ada delapan daerah yang memasuki musim hujan.

“Musim hujan mulai masuk pada akhir Oktober, sampai awal November ini sudah delapan kabupaten/kota yang memasuki musim hujan,” kata Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor Rizqi Nur Fitriani.

Dia mengungkapkan, dari delapan daerah itu yang memasuki musim basah pada akhir Oktober yakni Kota Banjarmasin, Kabupaten Batola, Hulu Sungai Utara dan Hulu Sungai Tengah. “Sementara yang baru masuk musim hujan pada awal bulan ini yaitu Banjarbaru, Banjar, Balangan dan Tabalong,” ungkapnya.

Beralihnya musim kemarau ke hujan juga disampaikan, Kepala Seksi Pengolahan Data pada Stasiun Klimatologi Klas I Banjarbaru, Miftahul Munir. Berdasarkan data mereka, daerah yang lebih dulu memasuki musim hujan yakni Kota Banjarmasin, Kabupaten Batola, Hulu Sungai Utara dan Hulu Sungai Tengah. “Empat daerah ini memasuki awal musim hujan pada bulan Oktober,” ucapnya.

Sedangkan, pada awal November daerah yang memasuki musim hujan yaitu Banjarbaru, Banjar, Balangan dan Tabalong. “Lalu pada pertengahan hingga akhir November nanti giliran HSS dan Kotabaru yang memasuki musim hujan,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kalsel Wahyuddin menyampaikan, guna menanggulangi bencana alam pada musim penghujan Pemprov Kalsel bakal membentuk Satgas Banjir. “Satgas Karhutla sudah berakhir pada 31 Oktober, selanjutnya kita bentuk Satgas Banjir,” ujarnya.

Meski dinamai Satgas Banjir, dia menyampaikan bahwa fokusnya ialah mengantisipasi tiga jenis bencana. Yakni,banjir, longsor dan puting beliung. “Nanti kami juga membuat surat edaran untuk bupati dan walikota agar melakukan antisipasi bencana,” ucapnya.

Antisipasi yang dia maksud yaitu, mengerahkan personel dan peralatan dari SKPD terkait masing-masing daerah untuk membantu masyarakat yang terkena musibah. “Selain itu, antisipasi juga dilakukan dengan cara memperbaiki saluran air, supaya terhindar dari banjir,” kata Wahyuddin.

Ditanya, apakah sudah ada bayangan di daerah mana saja bencana terjadi saat musim hujan. Jawabnya, sudah. Sebab, kejadian hampir berulang setiap tahunnya. “Seperti halnya banjir, selalu terjadi di Tabalong, Balangan, HSU, Banjar, Tanah Laut dan Tanah Bumbu,” paparnya.

Sementara untuk tanah longsor, Wahyuddin menyampaikan, sesuai dengan data mereka, bencana itu biasanya terjadi di daerah Balangan, Banjar dan HSS. “Sedangkan daerah rawan terjadi puting beliung ialah Banjar, Batola, Tala dan HSU,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/