alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Thursday, 26 May 2022

Lubang Jalan Makan Korban di Kuin Selatan

BANJARMASIN – Sepanjang Jalan Kuin Selatan di Banjarmasin Barat retak dan berlubang. Paling parah di RT 16. Persisnya di pertigaan Simpang Anem. Jalan di tepian Sungai Kuin itu amblas.

Dari penuturan warga, Suriani, kerusakan itu sudah terjadi sejak setahun yang lewat. Tak jarang memakan korban. Seperti pemotor yang oleng karena melindas lubang.

Salah satu korban kecelakaan ringan itu adalah Idris, warga setempat. “Dari Simpang Anem, saya mau berbelok ke kanan. Pas masuk lubang! Lubangnya persis di tengah-tengah jalan. Saya mengalami kecelakaan tunggal. Untungnya cuma lecet-lecet saja,” ujarnya, kemarin (3/11).

Idris berharap, pemko lekas memperbaiki kerusakan jalan tersebut. Agar tidak semakin banyak pengendara yang jatuh celaka.

Ketika dikonfirmasi, Kabid Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Banjarmasin Chandra mengatakan, Jalan Kuin Selatan tidak termasuk dalam anggaran perbaikan jalan dari APBD 2019.

Mengapa bisa begitu? Ditegaskannya, jalan itu sudah ditangani Kementerian PUPR melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

“Kuin Selatan sejak tahun 2017 sampai 2018 ditangani Dirjen Cipta Karya. Jadi kami tak bisa menyentuh daerah itu,” kata Chandra.

Pantauan wartawan, jalan itu amblas karena kerap dilintasi truk-truk besar. Terutama pada dini hari, saat suasana sudah sepi dan lengang. Di sepanjang Kuin memang banyak pangkalan besi.

Padahal, melihat dimensinya, truk-truk besar itu jelas-jelas dilarang melintas. Hal itu ditegaskan Dinas Perhubungan. Karena antara tonase dan dimensi angkutan tak sesuai dengan daya tahan jalan.

“Harus mengetahui batas jalan yang boleh dilewati. Apakah sudah sesuai dengan tonase dan dimensinya,” kata Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub Banjarmasin, Febry Ghara Utama.

“Di sana saya pernah melihat truk sangat besar melintas. Benar saja, ada kabel-kabel listrik yang putus karena nyangkut dengan atap truk yang kelewat tinggi,” tambahnya.

Dia berharap, warga tak sungkan melapor ke Dishub. “Jangan sampai demi kepentingan dan keuntungan beberapa orang, fasilitas umum dirusak,” tegasnya. (hid/fud/ema)

BANJARMASIN – Sepanjang Jalan Kuin Selatan di Banjarmasin Barat retak dan berlubang. Paling parah di RT 16. Persisnya di pertigaan Simpang Anem. Jalan di tepian Sungai Kuin itu amblas.

Dari penuturan warga, Suriani, kerusakan itu sudah terjadi sejak setahun yang lewat. Tak jarang memakan korban. Seperti pemotor yang oleng karena melindas lubang.

Salah satu korban kecelakaan ringan itu adalah Idris, warga setempat. “Dari Simpang Anem, saya mau berbelok ke kanan. Pas masuk lubang! Lubangnya persis di tengah-tengah jalan. Saya mengalami kecelakaan tunggal. Untungnya cuma lecet-lecet saja,” ujarnya, kemarin (3/11).

Idris berharap, pemko lekas memperbaiki kerusakan jalan tersebut. Agar tidak semakin banyak pengendara yang jatuh celaka.

Ketika dikonfirmasi, Kabid Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Banjarmasin Chandra mengatakan, Jalan Kuin Selatan tidak termasuk dalam anggaran perbaikan jalan dari APBD 2019.

Mengapa bisa begitu? Ditegaskannya, jalan itu sudah ditangani Kementerian PUPR melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

“Kuin Selatan sejak tahun 2017 sampai 2018 ditangani Dirjen Cipta Karya. Jadi kami tak bisa menyentuh daerah itu,” kata Chandra.

Pantauan wartawan, jalan itu amblas karena kerap dilintasi truk-truk besar. Terutama pada dini hari, saat suasana sudah sepi dan lengang. Di sepanjang Kuin memang banyak pangkalan besi.

Padahal, melihat dimensinya, truk-truk besar itu jelas-jelas dilarang melintas. Hal itu ditegaskan Dinas Perhubungan. Karena antara tonase dan dimensi angkutan tak sesuai dengan daya tahan jalan.

“Harus mengetahui batas jalan yang boleh dilewati. Apakah sudah sesuai dengan tonase dan dimensinya,” kata Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub Banjarmasin, Febry Ghara Utama.

“Di sana saya pernah melihat truk sangat besar melintas. Benar saja, ada kabel-kabel listrik yang putus karena nyangkut dengan atap truk yang kelewat tinggi,” tambahnya.

Dia berharap, warga tak sungkan melapor ke Dishub. “Jangan sampai demi kepentingan dan keuntungan beberapa orang, fasilitas umum dirusak,” tegasnya. (hid/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/