alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Sunday, 29 May 2022

Dinaskerind Gelar Pelatihan Produk Anyaman Pandan

PELAIHARI – Untuk menjalankan program unggulan pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) terhadap 500 per tahun tenaga kerja siap pakai, dan sekaligus untuk meningkatkan kreativitas mahasiswa, Dinas Ketenagakerjaan dan Industri (Dinaskerind) bekerja sama dengan UKM Kreativitas dan Inovasi Politeknik Negeri Tala melaksanakan pelatihan pembuatan produk anyaman pandan di Ruang Karet Gedung TIP Politeknik Negeri Tala, Jumat (1/11).

Pelatihan ini diikuti sebanyak 20 mahasiswa dari UKM Kreativitas Mandiri Politala dengan instruktur dari Kota Yogyakarta, dan pelatihan produk anyaman pandan tersebut berlangsung selama 3 hari, dari tanggal 1-4 November 2019.

Instruktur pelatihan Sutaryono menjelaskan, bahwa materi yang diberikan pada hari pertama, tentang cara memilih pandan laut berduri dengan tepat dan proses perendaman, pada hari kedua materi terkait pewarnaan, dan hari ketiga berkaitan dengan membuat kerajinan seperti tas, dompet dan benda lain sebagai alternatif penggunaan barang berbahan plastik.

Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan Politeknik Negeri Tala Anton Kuswoyo mengaku bersyukur, pelaksanaan pelatihan ini, karena pelatihan ini pemanfaatan sumber daya alam Kabupaten Tala untuk menjadi produk bernilai guna dan bermanfaat di masyarakat.

Pihaknya berharap dengan bekal keterampilan kerajinan tangan yang diberikan, mahasiswa selanjutnya dapat menambah pundi penghasilan untuk menambah uang saku,dan juga dapat memberikan manfaat kepada orang lain seperti anak jalanan atau narapidana yang memerlukan pelatihan keterampilan, sehingga selain berdampak pada bidang ekonomi, pelatihan tersebut dapat berdampak di bidang sosial.

Sekretaris Dinaskerind Tala Indah Herlina menginginkan, pelatihan ini dilakukan secara berkelanjutan, karena dengan keterampilan maka peluang usaha akan semakin besar.

“Kuliah tidak menjamin kita harus bekerja sebagai pegawai negeri, berwirausaha juga bisa, kita harapkan nanti adik-adik yang ikut pelatihan bisa maju (berwirausaha) di masyarakat,” ungkapnya.

Dijelaskannya, ketika penutupan pelatihan nanti Dinaskerind Tala akan mengundang pihak perbankan daerah dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR).  Dengan pihak perbankan tersebut, diharapkan dapat membantu mahasiswa pengrajin yang sudah terampil dalam hal permodalan, sehingga difungsikan untuk perkembangan dan keberlanjutan produksi kerajinan. (ard/bin/ema)

PELAIHARI – Untuk menjalankan program unggulan pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) terhadap 500 per tahun tenaga kerja siap pakai, dan sekaligus untuk meningkatkan kreativitas mahasiswa, Dinas Ketenagakerjaan dan Industri (Dinaskerind) bekerja sama dengan UKM Kreativitas dan Inovasi Politeknik Negeri Tala melaksanakan pelatihan pembuatan produk anyaman pandan di Ruang Karet Gedung TIP Politeknik Negeri Tala, Jumat (1/11).

Pelatihan ini diikuti sebanyak 20 mahasiswa dari UKM Kreativitas Mandiri Politala dengan instruktur dari Kota Yogyakarta, dan pelatihan produk anyaman pandan tersebut berlangsung selama 3 hari, dari tanggal 1-4 November 2019.

Instruktur pelatihan Sutaryono menjelaskan, bahwa materi yang diberikan pada hari pertama, tentang cara memilih pandan laut berduri dengan tepat dan proses perendaman, pada hari kedua materi terkait pewarnaan, dan hari ketiga berkaitan dengan membuat kerajinan seperti tas, dompet dan benda lain sebagai alternatif penggunaan barang berbahan plastik.

Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan Politeknik Negeri Tala Anton Kuswoyo mengaku bersyukur, pelaksanaan pelatihan ini, karena pelatihan ini pemanfaatan sumber daya alam Kabupaten Tala untuk menjadi produk bernilai guna dan bermanfaat di masyarakat.

Pihaknya berharap dengan bekal keterampilan kerajinan tangan yang diberikan, mahasiswa selanjutnya dapat menambah pundi penghasilan untuk menambah uang saku,dan juga dapat memberikan manfaat kepada orang lain seperti anak jalanan atau narapidana yang memerlukan pelatihan keterampilan, sehingga selain berdampak pada bidang ekonomi, pelatihan tersebut dapat berdampak di bidang sosial.

Sekretaris Dinaskerind Tala Indah Herlina menginginkan, pelatihan ini dilakukan secara berkelanjutan, karena dengan keterampilan maka peluang usaha akan semakin besar.

“Kuliah tidak menjamin kita harus bekerja sebagai pegawai negeri, berwirausaha juga bisa, kita harapkan nanti adik-adik yang ikut pelatihan bisa maju (berwirausaha) di masyarakat,” ungkapnya.

Dijelaskannya, ketika penutupan pelatihan nanti Dinaskerind Tala akan mengundang pihak perbankan daerah dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR).  Dengan pihak perbankan tersebut, diharapkan dapat membantu mahasiswa pengrajin yang sudah terampil dalam hal permodalan, sehingga difungsikan untuk perkembangan dan keberlanjutan produksi kerajinan. (ard/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/