alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Jangan Abaikan Sekolah Pinggiran

BANJARMASIN – Komisi IV DPRD Banjarmasin berjanji akan memperjuangkan kesejahteraan dunia pendidikan di kota ini. Terutama soal ketersediaan sarana dan prasarana sekolah di wilayah pinggiran.

Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Komisi IV, Matnor Ali. Usai rapat bersama Dinas Pendidikan Banjarmasin, belum lama ini.

Politikus Partai Golkar itu mengambil contoh di Banjarmasin Selatan. Di mana banyak sekolah yang belum benar-benar tersentuh pembangunan. “Letaknya di pinggiran. Banyak yang perlu direhab,” ucapnya, kemarin (2/11).

Dia menekankan, pemko mesti merealisasikan pembangunan atau pemugaran sekolah-sekolah yang memang sudah tak layak. Hal ini penting, agar para pelajar bisa mengenyam pendidikan selayaknya.

“Bagaimana bisa kota ini mengklaim kesejahteraan masyarakat, kalau masih ada bagian yang tak tersejahterakan. Dunia pendidikan inilah salah satunya,” ucapnya.

Matnor berharap apa yang diimpikan pelajar dan guru di sekolah-sekolah pinggiran dapat terakomodir tahun depan. Sehingga, tak muncul kesan bahwa pemko abai.

Soal anggaran Komisi IV tentu tak ingin lepas tangan. Apakah itu dari Dana Alokasi Khusus (DAK) atau APBD, mereka akan membahasnya dalam rapat rancangan anggaran tahun 2020. “Pastinya, ini memerlukan anggaran yang cukup besar. Terutama tentang rehab,” sebutnya.

Karena itu, Matnor meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sebagai perwakilan pemko tak memangkas alokasi anggaran untuk dunia pendidikan. Karena memang dibutuhkan untuk berbenah. “Dengan begitu, upaya-upaya yang akan dilakukan ke depannya dapat terealisasi,” katanya.

Tapi, satu pesan Matnor. Perencanaannya mesti disusun matang. Terkonsep dan jelas. Sehingga semua program bisa berjalan maksimal. “Kalau ada program yang berjalan tak sesuai rencana, atau bahkan tidak jalan sama sekali, berarti ada yang salah dalam perencanaan itu,” pungkasnya. (nur/fud/ema)

BANJARMASIN – Komisi IV DPRD Banjarmasin berjanji akan memperjuangkan kesejahteraan dunia pendidikan di kota ini. Terutama soal ketersediaan sarana dan prasarana sekolah di wilayah pinggiran.

Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Komisi IV, Matnor Ali. Usai rapat bersama Dinas Pendidikan Banjarmasin, belum lama ini.

Politikus Partai Golkar itu mengambil contoh di Banjarmasin Selatan. Di mana banyak sekolah yang belum benar-benar tersentuh pembangunan. “Letaknya di pinggiran. Banyak yang perlu direhab,” ucapnya, kemarin (2/11).

Dia menekankan, pemko mesti merealisasikan pembangunan atau pemugaran sekolah-sekolah yang memang sudah tak layak. Hal ini penting, agar para pelajar bisa mengenyam pendidikan selayaknya.

“Bagaimana bisa kota ini mengklaim kesejahteraan masyarakat, kalau masih ada bagian yang tak tersejahterakan. Dunia pendidikan inilah salah satunya,” ucapnya.

Matnor berharap apa yang diimpikan pelajar dan guru di sekolah-sekolah pinggiran dapat terakomodir tahun depan. Sehingga, tak muncul kesan bahwa pemko abai.

Soal anggaran Komisi IV tentu tak ingin lepas tangan. Apakah itu dari Dana Alokasi Khusus (DAK) atau APBD, mereka akan membahasnya dalam rapat rancangan anggaran tahun 2020. “Pastinya, ini memerlukan anggaran yang cukup besar. Terutama tentang rehab,” sebutnya.

Karena itu, Matnor meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sebagai perwakilan pemko tak memangkas alokasi anggaran untuk dunia pendidikan. Karena memang dibutuhkan untuk berbenah. “Dengan begitu, upaya-upaya yang akan dilakukan ke depannya dapat terealisasi,” katanya.

Tapi, satu pesan Matnor. Perencanaannya mesti disusun matang. Terkonsep dan jelas. Sehingga semua program bisa berjalan maksimal. “Kalau ada program yang berjalan tak sesuai rencana, atau bahkan tidak jalan sama sekali, berarti ada yang salah dalam perencanaan itu,” pungkasnya. (nur/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/