alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Siswa SD Merokok, DPRD Sesalkan Karut-marutnya Dunia Pendidikan Banjarmasin

BANJARMASIN – Komisi IV DPRD Banjarmasin masih menyoroti karut-marut dunia pendidikan di ibu kota Provinsi Kalsel ini. Kali ini soal pelajar yang kerap ditemukan merokok.

Makin tak elok, kasus ini terjadi di tingkat sekolah dasar. “Kami mendengar informasi bahwa ada siswa SD di Banjarmasin yang kedapatan merokok. Hal ini tentu sangat kami sayangkan,” ucap Ketua Komisi IV, Matnor Ali.

Namun, dia menolak menyebutkan sekolah mana dan kapan. Matnor hanya sekolah untuk meningkatkan pengawasan. Agar tak ada lagi cela serupa. Tak elok saja, jika dunia pendidikan tercoreng dibuatnya.

“Di sekolah ini kan budaya, budaya pendidikan. Tapi ketika ada kebiasaan negatif di lingkungan sekolah, maka anak-anak ini justru akan mudah terpengaruh,” tuturnya.

Menurut Matnor, di sinilah peran penting sekolah. Memastikan anak-anak didiknya tak terpengaruh dengan budaya negatif. Artinya, pengawasan tak boleh asal. Intinya jangan lengah.

“Kalau di rumah, tentu sudah menjadi pengawasan orang tua. Di sekolah tentu adalah tugas guru,” tambah politikus Partai Golkar tersebut.

Tak salah ketika dewan begitu keras menyoroti problem pendidikan di kota ini. Karena, pelajar adalah cikal-bakal di masa depan.

“Embrionya adalah pendidikan dasar. Mulai dari SD lalu SMP. Dan anak-anak ini mulai berpikir rasional ketika masa akhir SMA,” tuturnya.

Dia tak ingin akhlak atau etika anak-anak di kota ini merosot. Lantaran pengawasan yang kurang maksimal. Entah itu dari Dinas Pendidikan ataupun guru-guru di sekolah.

“Intinya adalah pengawasan. Itulah yang saya tekankan. Kepada dinas, pengawas ataupun sekolah,” sebutnya.

Dinas Pendidikan Banjarmasin sendiri bukannya tinggal diam. Mereka sadar, banyak gejala negatif yang terjadi di lingkungan pendidikan kota ini.

Untuk itu, mereka juga gencar menggalakkan program. Agar sekolah-sekolah terpacu dalam menguatkan pengawasan. “Salah satunya dengan sekolah ramah anak. Di sini sekolah harus memenuhi hak-hak anak,” ucap Kepala Disdik Banjarmasin, Totok Agus Daryanto.

Meski begitu, ia berjanji akan terus mengoptimalkan pengawasan. “Upaya ini tentu akan terus kami lakukan,” pungkasnya. (nur/fud/ema)

BANJARMASIN – Komisi IV DPRD Banjarmasin masih menyoroti karut-marut dunia pendidikan di ibu kota Provinsi Kalsel ini. Kali ini soal pelajar yang kerap ditemukan merokok.

Makin tak elok, kasus ini terjadi di tingkat sekolah dasar. “Kami mendengar informasi bahwa ada siswa SD di Banjarmasin yang kedapatan merokok. Hal ini tentu sangat kami sayangkan,” ucap Ketua Komisi IV, Matnor Ali.

Namun, dia menolak menyebutkan sekolah mana dan kapan. Matnor hanya sekolah untuk meningkatkan pengawasan. Agar tak ada lagi cela serupa. Tak elok saja, jika dunia pendidikan tercoreng dibuatnya.

“Di sekolah ini kan budaya, budaya pendidikan. Tapi ketika ada kebiasaan negatif di lingkungan sekolah, maka anak-anak ini justru akan mudah terpengaruh,” tuturnya.

Menurut Matnor, di sinilah peran penting sekolah. Memastikan anak-anak didiknya tak terpengaruh dengan budaya negatif. Artinya, pengawasan tak boleh asal. Intinya jangan lengah.

“Kalau di rumah, tentu sudah menjadi pengawasan orang tua. Di sekolah tentu adalah tugas guru,” tambah politikus Partai Golkar tersebut.

Tak salah ketika dewan begitu keras menyoroti problem pendidikan di kota ini. Karena, pelajar adalah cikal-bakal di masa depan.

“Embrionya adalah pendidikan dasar. Mulai dari SD lalu SMP. Dan anak-anak ini mulai berpikir rasional ketika masa akhir SMA,” tuturnya.

Dia tak ingin akhlak atau etika anak-anak di kota ini merosot. Lantaran pengawasan yang kurang maksimal. Entah itu dari Dinas Pendidikan ataupun guru-guru di sekolah.

“Intinya adalah pengawasan. Itulah yang saya tekankan. Kepada dinas, pengawas ataupun sekolah,” sebutnya.

Dinas Pendidikan Banjarmasin sendiri bukannya tinggal diam. Mereka sadar, banyak gejala negatif yang terjadi di lingkungan pendidikan kota ini.

Untuk itu, mereka juga gencar menggalakkan program. Agar sekolah-sekolah terpacu dalam menguatkan pengawasan. “Salah satunya dengan sekolah ramah anak. Di sini sekolah harus memenuhi hak-hak anak,” ucap Kepala Disdik Banjarmasin, Totok Agus Daryanto.

Meski begitu, ia berjanji akan terus mengoptimalkan pengawasan. “Upaya ini tentu akan terus kami lakukan,” pungkasnya. (nur/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/