alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

2 Pekan, 322 TO Diringkus, Jumlah Barbuk Sabu dan Ekstasi Meningkat

BANJARMASIN – Operasi Antik Intan 2019 digelar mulai tanggal 14 sampai 27 Oktober kemarin. Direktorat Serse Narkoba Polda Kalsel kemudian menggelar hasil operasi selama dua pekan tersebut.

Semua barang bukti dihamparkan di atas meja. Sebagian pelaku juga dihadirkan dalam konferensi pers itu. Selama operasi, berhasil diungkap 251 kasus. Dari ratusan kasus tersebut, 62 diantaranya merupakan target operasi (TO).

“Dari ratusan kasus yang berhasil diungkap, sebanyak 322 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Dirnarkoba Kombes Pol Wisnu Widarto, kemarin (30/10).

Wisnu yang didampingi Kabid Humas Kombes Pol Mochamad Rifai dan Karo Ops Kombes Pol Isdiyono menyebutkan, barang bukti yang disita mencapai 4,245 gram sabu, 730,75 butir pil ekstasi dan 0,35 gram dalam bentuk serbuk.

Ditambah 1.595 butir pil Carnophen, 112 butir psikotropika dan obat daftar G sebanyak 3.368 butir. Dibandingkan Operasi Antik 2018 dan 2019, terjadi kenaikan pada jumlah barang bukti jenis sabu naik menjadi 2.614,23 gram.

Barang bukti sabu 2018 seberat 1.631,27 gram. Begitu pula barang bukti pil ekstasi naik 652 butir karena pada tahun 2018 hanya 78,5 butir.

Banyaknya barang bukti yang digagalkan peredarannya menjadi bukti bahwa penyalahgunaan narkoba di Kalsel masih gawat dan masif.

Apalagi kebanyakan barang haram itu datang dari luar daerah dengan dukungan jaringan luar negeri. Dalam operasi tersebut, dikerahkan sebanyak 540 personel.

“Sebagai langkah antisipasi, kami sudah melakukan pemetaan titik-titik rawan. Lalu melakukan pengungkapan terhadap pelaku peredaran gelap narkoba di Kalsel,” cetusnya. (gmp/fud/ema)

BANJARMASIN – Operasi Antik Intan 2019 digelar mulai tanggal 14 sampai 27 Oktober kemarin. Direktorat Serse Narkoba Polda Kalsel kemudian menggelar hasil operasi selama dua pekan tersebut.

Semua barang bukti dihamparkan di atas meja. Sebagian pelaku juga dihadirkan dalam konferensi pers itu. Selama operasi, berhasil diungkap 251 kasus. Dari ratusan kasus tersebut, 62 diantaranya merupakan target operasi (TO).

“Dari ratusan kasus yang berhasil diungkap, sebanyak 322 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Dirnarkoba Kombes Pol Wisnu Widarto, kemarin (30/10).

Wisnu yang didampingi Kabid Humas Kombes Pol Mochamad Rifai dan Karo Ops Kombes Pol Isdiyono menyebutkan, barang bukti yang disita mencapai 4,245 gram sabu, 730,75 butir pil ekstasi dan 0,35 gram dalam bentuk serbuk.

Ditambah 1.595 butir pil Carnophen, 112 butir psikotropika dan obat daftar G sebanyak 3.368 butir. Dibandingkan Operasi Antik 2018 dan 2019, terjadi kenaikan pada jumlah barang bukti jenis sabu naik menjadi 2.614,23 gram.

Barang bukti sabu 2018 seberat 1.631,27 gram. Begitu pula barang bukti pil ekstasi naik 652 butir karena pada tahun 2018 hanya 78,5 butir.

Banyaknya barang bukti yang digagalkan peredarannya menjadi bukti bahwa penyalahgunaan narkoba di Kalsel masih gawat dan masif.

Apalagi kebanyakan barang haram itu datang dari luar daerah dengan dukungan jaringan luar negeri. Dalam operasi tersebut, dikerahkan sebanyak 540 personel.

“Sebagai langkah antisipasi, kami sudah melakukan pemetaan titik-titik rawan. Lalu melakukan pengungkapan terhadap pelaku peredaran gelap narkoba di Kalsel,” cetusnya. (gmp/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/