alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Selasa, 17 Mei 2022

DPRD Kalsel Bikin Aplikasi Serap Aspirasi, Bisa Dihubungi dari Mana Saja, Sebut Pertama di Indonesia

Penyakit sering lupa dengan janji endemik menjangkiti sebagian anggota dewan. Untuk mengingatkan janji-janji saat kampanye, seorang anggota DPRD membuat sebuah aplikasi. Namanya Amnesia.

—–

Bagi anggota DPDR Provinsi Kalsel, Muhammad Syaripuddin, ia tidak mau dibilang lupa terhadap janji politiknya. Di era serba internet ini, tak ada batasan untuk berkomunikasi dengan pemilihnya. Untuk mempermudah masyarakat dalam menyampaikan aspirasi, kritik, saran ide, gagasan dan pemikiran, ia bersama timnya melakukan terobosan dengan membuat aplikasi pengingat.

“Namanya aplikasi Amnesia. Aplikasi untuk menyerap aspirasi ini pertama di Indonesia, ” sebut Syaripuddin saat peluncuran perdana di Halaman Hotel Tree Park Banjarmasin, Senin (29/10) tadi.

Dengan aplikasi tersebut, anggota fraksi PDIP itu mengatakan bisa menyerap aspirasi dari dan untuk masyarakat Kalsel meski tidak berada di kantor. Cara penggunaannya user-friendly, sengaja didesain sedemikian rupa agar masyarakat tidak kesulitan. Bahkan masyarakat bisa mengetahui sejauh mana progres aspirasi mereka ditindaklanjuti. Setiap aspirasi akan direspons secara baik.

“Sesuai komitmen saya tidak ingin disebut masyarakat lupa janji-janji politik yang disampaikan waktu kampanye,” ucapnya seraya menambahkan aplikasi dibuat dalam waktu satu bulan.

Semula kata Syaripuddin, aplikasi ini dibuat untuk menampung aspirasi di daerah pemilihan (Dapil) di Kabupaten Tanbu dan Kotabaru. Tapi belakangan meluas. Pasalnya dari hasil pertemuan di internal partai, teknologi mudah ini bisa lebih mendekatkan anggota dewan dengan konstituen. Karena itu akhirnya aplikasi ini digunakan seluruh kader PDIP yang duduk sebagai wakil rakyat di Kalsel. Aspirasi masyarakat kabupaten/kota akan masuk ke anggota dewan sesuai daerahnya masing-masing.

“Tidak ada lagi aspirasi masyarakat yang tersumbat, semuanya bisa diatasi melalui aplikasi amnesia, kita akan menggandeng pemerintah daerah agar bisa mengeksekusi semua aspirasi masyarakat banua,” cetusnya.

Syaripuddin bahkan sudah berseloroh, ke depan aplikasi tersebut bukan hanya digunakan di Kalsel, tapi juga bisa menjadi pusat aspirasi masyarakat Indonesia. Menjadi sebagai upaya bersama dalam percepatan pembangunan daerah dan bangsa. “Melalui aplikasi in dapat meningkatkan partisipasi masyarakat sebagai wujud penerapan prinsip good governance dalam sistem pemerintahan,” ujarnya.

Aplikasi amnesia mendapat respon positif dari Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah saat melakukan peluncuran. Ia berjanji akan mengenalkan aplikasi tersebut kepada jajarannya.

“Pemuda banua mampu terinspirasi atas karya ini dan bisa berinovasi menciptakan kreatifitas lainnya sesuai keahlian masing-masing,” pintanya.

Peluncuran perdana aplikasi ini juga mendapat sambutan baik dari kaum milenial. Halimatus, mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat mengatakan inovasi ini diharapkan bisa menumbuhkan kembali kepercayaannya masyarakat terhadap wakil rakyat. Sebagai wadah penampung dan menyerap aspirasi yang sempat memudar selama ini.

“Semoga saja aplikasi ini mampu menjadi satu solusi dalam mengawal kebijakan pemerintah,” harapnya. (gmp/ay/ran/ema)

Penyakit sering lupa dengan janji endemik menjangkiti sebagian anggota dewan. Untuk mengingatkan janji-janji saat kampanye, seorang anggota DPRD membuat sebuah aplikasi. Namanya Amnesia.

—–

Bagi anggota DPDR Provinsi Kalsel, Muhammad Syaripuddin, ia tidak mau dibilang lupa terhadap janji politiknya. Di era serba internet ini, tak ada batasan untuk berkomunikasi dengan pemilihnya. Untuk mempermudah masyarakat dalam menyampaikan aspirasi, kritik, saran ide, gagasan dan pemikiran, ia bersama timnya melakukan terobosan dengan membuat aplikasi pengingat.

“Namanya aplikasi Amnesia. Aplikasi untuk menyerap aspirasi ini pertama di Indonesia, ” sebut Syaripuddin saat peluncuran perdana di Halaman Hotel Tree Park Banjarmasin, Senin (29/10) tadi.

Dengan aplikasi tersebut, anggota fraksi PDIP itu mengatakan bisa menyerap aspirasi dari dan untuk masyarakat Kalsel meski tidak berada di kantor. Cara penggunaannya user-friendly, sengaja didesain sedemikian rupa agar masyarakat tidak kesulitan. Bahkan masyarakat bisa mengetahui sejauh mana progres aspirasi mereka ditindaklanjuti. Setiap aspirasi akan direspons secara baik.

“Sesuai komitmen saya tidak ingin disebut masyarakat lupa janji-janji politik yang disampaikan waktu kampanye,” ucapnya seraya menambahkan aplikasi dibuat dalam waktu satu bulan.

Semula kata Syaripuddin, aplikasi ini dibuat untuk menampung aspirasi di daerah pemilihan (Dapil) di Kabupaten Tanbu dan Kotabaru. Tapi belakangan meluas. Pasalnya dari hasil pertemuan di internal partai, teknologi mudah ini bisa lebih mendekatkan anggota dewan dengan konstituen. Karena itu akhirnya aplikasi ini digunakan seluruh kader PDIP yang duduk sebagai wakil rakyat di Kalsel. Aspirasi masyarakat kabupaten/kota akan masuk ke anggota dewan sesuai daerahnya masing-masing.

“Tidak ada lagi aspirasi masyarakat yang tersumbat, semuanya bisa diatasi melalui aplikasi amnesia, kita akan menggandeng pemerintah daerah agar bisa mengeksekusi semua aspirasi masyarakat banua,” cetusnya.

Syaripuddin bahkan sudah berseloroh, ke depan aplikasi tersebut bukan hanya digunakan di Kalsel, tapi juga bisa menjadi pusat aspirasi masyarakat Indonesia. Menjadi sebagai upaya bersama dalam percepatan pembangunan daerah dan bangsa. “Melalui aplikasi in dapat meningkatkan partisipasi masyarakat sebagai wujud penerapan prinsip good governance dalam sistem pemerintahan,” ujarnya.

Aplikasi amnesia mendapat respon positif dari Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah saat melakukan peluncuran. Ia berjanji akan mengenalkan aplikasi tersebut kepada jajarannya.

“Pemuda banua mampu terinspirasi atas karya ini dan bisa berinovasi menciptakan kreatifitas lainnya sesuai keahlian masing-masing,” pintanya.

Peluncuran perdana aplikasi ini juga mendapat sambutan baik dari kaum milenial. Halimatus, mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat mengatakan inovasi ini diharapkan bisa menumbuhkan kembali kepercayaannya masyarakat terhadap wakil rakyat. Sebagai wadah penampung dan menyerap aspirasi yang sempat memudar selama ini.

“Semoga saja aplikasi ini mampu menjadi satu solusi dalam mengawal kebijakan pemerintah,” harapnya. (gmp/ay/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/