alexametrics
32.1 C
Banjarmasin
Thursday, 18 August 2022

Kloter Perdana Berangkat 6 Juli, Jemaah Haji Disambut Suhu 50 Celcius

BANJARMASIN – Imbas dari penambahan kuota haji kalsel, keberangkatan Kloter I jemaah calon haji ke tanah suci, dimajukan 6 Juli mendatang dari jadwal sebelumnya 9 Juli.

“Penambahan kuota dari 3.831 orang menjadi 4.155 orang membuat jadwal keberangkatan dimajukan,” kata Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Noor Fahmi kemarin. Kebijakan ini dilakukan untuk menyiasati jadwal kedatangan jemaah calon haji. Pasalnya, pada 5 Agustus, penerbangan maskapai dari luar Arab Saudi sudah ditutup (closing date). “Jika tak dimajukan, kloter terakhir tak bisa mendarat,” tambahnya.

Di sisi lain, Fahmi mewanti-wanti agar jemaah calon haji menyiapkan fisik dan mental. Pasalnya, saat ini suhu udara di Arab Saudi tercatat 42 derajat Celcius. Diprediksi pada saat pelaksanaan haji bisa mencapai 50 derajat Celcius!

“Ini sudah kami sampaikan juga kepada Kemenag kabupaten dan kota agar mereka menyampaikan langsung ke jemaah calon haji,” sebutnya.

Melihat panasnya cuaca di Arab Saudi, dia berharap jemaah calon haji sudah sejak dini menyiapkan diri.

“Tiap manasik haji selalu saya ingatkan soal ini kepada Kemenag kabupaten dan kota. Agar jemaah calon haji tak terkejut ketika tiba di Arab Saudi,” tambahnya.

Sementara, pelunasan biaya haji tahap IV yang ditutup pada 25 Juni lalu masih tersisa 19 kuota. Mengisi kekosongan kuota haji tersebut, Kemenag Kalsel masih menunggu instruksi Kemenag pusat. “Bisa saja dibuka lagi pelunasan tahap V untuk mencukupi kuota haji Kalsel,” ujarnya.

Untuk diketahui, pada pelunasan tahap IV lalu, ada 54 kuota yang masih kosong. Dari jumlah itu, sebanyak 18 jemaah haji lanjut usia diprioritaskan. “Kalau petunjuk teknis dari Kemenag kuota kosong ini diisi oleh daftar tunggu dibawahnya, kami yakin akan terisi semua,” yakin Fahmi.

Selain itu, dengan diisi slot jemaah haji cadangan di bawahnya, setidaknya dapat mengurangi daftar tunggu keberangkatan jemaah haji. Saat ini, lama tunggu keberangkatan haji embarkasi Banjarmasin 29 tahun.

Fahmi mengatakan, lamanya waktu tunggu keberangkatan haji asal Kalsel lantaran tingginya minat warga di daerah ini yang ingin berangkat haji. Di sisi lain, tingginya minat berangkat haji tersebut, tak berbanding lurus dengan kuota haji yang didapat Kalsel.

“Ini persoalan seluruh provinsi. Di Kalsel sendiri umat muslimnya sangat banyak,” jelasnya.

Persoalan ini sebut Fahmi, bisa dipecahkan ketika kuota haji nasional terus ditambah oleh Pemerintah Arab Saudi. Termasuk kuota haji Kalsel.

“Untuk warga yang ingin berhaji, kami tak bisa melarang. Sayangnya kuota haji terbatas. Syukur-syukur tahun ini jatah Kalsel ada penambahan,” tandasnya.

Direktur Layanan Haji Luar Negeri Kemenag Sri Ilham Lubis menyebutkan saat musim haji, suhu bisa naik hingga 50 derajat celcius. Dia mengatakan tidak hanya jemaah saja yang mengantisipasi cuaca panas itu, tetapi juga petugas haji.

Diantara yang menjadi Sri adalah petugas layanan transportasi haji. ’’Utamanya layanan bus shalawat. Bus yang mengantarkan jemaah dari hotel menu Masjidilharam dan sebaliknya,’’ katanya Kamis (27/6). Sebab petugas bus shalawat nanti bertugas di titik-titik pemberhentian bus dan tidak dilengkapi tempat berteduh.

Sri menuturkan halte bus tempat petugas itu bekerja tidak sama dengan halte di Indonesia pada umumnya. Pada titik-titik tersebut hanya diberi tanda berupa bendera merah putih. Secara keseluruhan ada 56 halte dan tiga terminal bus shalawat untuk melayanai jemaah di Makkah.

 Dia juga mengingatkan tantangan petugas haji bagian transportasi juga bertambah dengan banyaknya jemaah haji. Seperti diketahui tahun ini kuota jemaah Indonesia bertambah sebanyak 10 ribu orang. Dimana seluruh kuota tambahan itu didistribusikan untuk kuota haji reguler.

Selain itu Sri menuturkan layanan bus shalawat tahun ini diberikan kepada seluruh jemaah. ’’Tahun sebelumnya hanya 91 persen jemaah,’’ tuturnya. Kemudian layanan bus shalawat juga dibuka selama 24 jam penuh. Dengan demikian jemaah tidak perlu repot jika ingin melakukan ibadah di Masjidilharam.

Sri membagikan tips kepada jemaah yang nanti menggunakan bus shalawat untuk beribadah di Masjidilharam.

Jemaah dihimbau untuk berangkat ke Masjidilharam lebih awal sekitar satu sampai dua jam sebelum waktu salat. Begitu sebaliknya ketika mau kembali ke hotel, jemaah diharapkan tidak langsung pulang setelah waktu salat selesai.

’’Tapi menunggu satu atau dua jam usai salat berjemaah,’’ tuturnya.

Selain itu tahun ini pemerintah kembali menyiapkan Tim Mobile Crisis. Tim ini bertugas pada masa Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Tim ini terdiri dari unsure tim gerak cepat (TGC) Kemenag, tim promotif preventif (TPP) Kemenkes, tim perlindungan jemaah (linjam) dari unsur TNI dan Polri, tim pertolongan pertama pada jemaah haji (P3JH), dan media center haji (MCH).
(mof/wan/ran/ema)

BANJARMASIN – Imbas dari penambahan kuota haji kalsel, keberangkatan Kloter I jemaah calon haji ke tanah suci, dimajukan 6 Juli mendatang dari jadwal sebelumnya 9 Juli.

“Penambahan kuota dari 3.831 orang menjadi 4.155 orang membuat jadwal keberangkatan dimajukan,” kata Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Noor Fahmi kemarin. Kebijakan ini dilakukan untuk menyiasati jadwal kedatangan jemaah calon haji. Pasalnya, pada 5 Agustus, penerbangan maskapai dari luar Arab Saudi sudah ditutup (closing date). “Jika tak dimajukan, kloter terakhir tak bisa mendarat,” tambahnya.

Di sisi lain, Fahmi mewanti-wanti agar jemaah calon haji menyiapkan fisik dan mental. Pasalnya, saat ini suhu udara di Arab Saudi tercatat 42 derajat Celcius. Diprediksi pada saat pelaksanaan haji bisa mencapai 50 derajat Celcius!

“Ini sudah kami sampaikan juga kepada Kemenag kabupaten dan kota agar mereka menyampaikan langsung ke jemaah calon haji,” sebutnya.

Melihat panasnya cuaca di Arab Saudi, dia berharap jemaah calon haji sudah sejak dini menyiapkan diri.

“Tiap manasik haji selalu saya ingatkan soal ini kepada Kemenag kabupaten dan kota. Agar jemaah calon haji tak terkejut ketika tiba di Arab Saudi,” tambahnya.

Sementara, pelunasan biaya haji tahap IV yang ditutup pada 25 Juni lalu masih tersisa 19 kuota. Mengisi kekosongan kuota haji tersebut, Kemenag Kalsel masih menunggu instruksi Kemenag pusat. “Bisa saja dibuka lagi pelunasan tahap V untuk mencukupi kuota haji Kalsel,” ujarnya.

Untuk diketahui, pada pelunasan tahap IV lalu, ada 54 kuota yang masih kosong. Dari jumlah itu, sebanyak 18 jemaah haji lanjut usia diprioritaskan. “Kalau petunjuk teknis dari Kemenag kuota kosong ini diisi oleh daftar tunggu dibawahnya, kami yakin akan terisi semua,” yakin Fahmi.

Selain itu, dengan diisi slot jemaah haji cadangan di bawahnya, setidaknya dapat mengurangi daftar tunggu keberangkatan jemaah haji. Saat ini, lama tunggu keberangkatan haji embarkasi Banjarmasin 29 tahun.

Fahmi mengatakan, lamanya waktu tunggu keberangkatan haji asal Kalsel lantaran tingginya minat warga di daerah ini yang ingin berangkat haji. Di sisi lain, tingginya minat berangkat haji tersebut, tak berbanding lurus dengan kuota haji yang didapat Kalsel.

“Ini persoalan seluruh provinsi. Di Kalsel sendiri umat muslimnya sangat banyak,” jelasnya.

Persoalan ini sebut Fahmi, bisa dipecahkan ketika kuota haji nasional terus ditambah oleh Pemerintah Arab Saudi. Termasuk kuota haji Kalsel.

“Untuk warga yang ingin berhaji, kami tak bisa melarang. Sayangnya kuota haji terbatas. Syukur-syukur tahun ini jatah Kalsel ada penambahan,” tandasnya.

Direktur Layanan Haji Luar Negeri Kemenag Sri Ilham Lubis menyebutkan saat musim haji, suhu bisa naik hingga 50 derajat celcius. Dia mengatakan tidak hanya jemaah saja yang mengantisipasi cuaca panas itu, tetapi juga petugas haji.

Diantara yang menjadi Sri adalah petugas layanan transportasi haji. ’’Utamanya layanan bus shalawat. Bus yang mengantarkan jemaah dari hotel menu Masjidilharam dan sebaliknya,’’ katanya Kamis (27/6). Sebab petugas bus shalawat nanti bertugas di titik-titik pemberhentian bus dan tidak dilengkapi tempat berteduh.

Sri menuturkan halte bus tempat petugas itu bekerja tidak sama dengan halte di Indonesia pada umumnya. Pada titik-titik tersebut hanya diberi tanda berupa bendera merah putih. Secara keseluruhan ada 56 halte dan tiga terminal bus shalawat untuk melayanai jemaah di Makkah.

 Dia juga mengingatkan tantangan petugas haji bagian transportasi juga bertambah dengan banyaknya jemaah haji. Seperti diketahui tahun ini kuota jemaah Indonesia bertambah sebanyak 10 ribu orang. Dimana seluruh kuota tambahan itu didistribusikan untuk kuota haji reguler.

Selain itu Sri menuturkan layanan bus shalawat tahun ini diberikan kepada seluruh jemaah. ’’Tahun sebelumnya hanya 91 persen jemaah,’’ tuturnya. Kemudian layanan bus shalawat juga dibuka selama 24 jam penuh. Dengan demikian jemaah tidak perlu repot jika ingin melakukan ibadah di Masjidilharam.

Sri membagikan tips kepada jemaah yang nanti menggunakan bus shalawat untuk beribadah di Masjidilharam.

Jemaah dihimbau untuk berangkat ke Masjidilharam lebih awal sekitar satu sampai dua jam sebelum waktu salat. Begitu sebaliknya ketika mau kembali ke hotel, jemaah diharapkan tidak langsung pulang setelah waktu salat selesai.

’’Tapi menunggu satu atau dua jam usai salat berjemaah,’’ tuturnya.

Selain itu tahun ini pemerintah kembali menyiapkan Tim Mobile Crisis. Tim ini bertugas pada masa Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Tim ini terdiri dari unsure tim gerak cepat (TGC) Kemenag, tim promotif preventif (TPP) Kemenkes, tim perlindungan jemaah (linjam) dari unsur TNI dan Polri, tim pertolongan pertama pada jemaah haji (P3JH), dan media center haji (MCH).
(mof/wan/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/