alexametrics
31.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

BNN Banjarbaru Rehabilitasi 60 Napi Kecanduan

BANJARBARU – 60 narapidana narkotika di Lapas Kelas III Banjarbaru menjalani rehabilitasi selama sepekan. Untuk memulihkan ketergantungan mereka terhadap berbagai jenis narkoba.

Rehabilitasi sendiri dilakukan di lingkungan Lapas, karena alasan keamanan. Dengan mengundang pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banjarbaru.

Kepala Lapas Banjarbaru, Abdul Aziz menerangkan, program rehabilitasi sudah yang kedua kalinya mereka lakukan. Guna memastikan, tidak ada lagi napi yang kecanduan narkoba. “Ini juga bentuk kerja sama dan sinergi antara kita dengan pihak BNN Kota Banjarbaru,” terangnya.

Lanjutnya, rehabilitasi juga diharapkan dapat mengurangi over kapasitas yang selalu jadi polemik tersendiri di lapas. “Ini juga untuk membimbing dan membina WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan), agar bisa hidup layak kembali dan diterima oleh masyarakat sebagai insan baru pasca keluar dari sini,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenkumham Kalsel, Ferdinand Siagian yang hadir langsung dalam proses rehabilitasi Jumat (28/6) kemarin berpesan, agar para napi bisa benar-benar memaksimalkan layanan rehabilitasi tersebut.

“Sebagai WBP yang sebentar lagi akan mengakhiri masa pidananya. Saya minta agar tidak kembali terjerumus dalam narkotika, rutin beribadah, bekerja dan berolahraga. Lalu jangan pernah merasa terkesampingkan dan yang terakhir jangan pernah menyendiri,” tegasnya dalam sesi sambutan.

Layanan rehabilitasi sendiri digelar dari 27 Juni hingga 5 Juli 2019. Puluhan napi yang mengikutinya menjalani beberapa tahapan proses rehabilitasi yang dilakukan BNN Kota Banjarbaru. (ris/bin/ema)

BANJARBARU – 60 narapidana narkotika di Lapas Kelas III Banjarbaru menjalani rehabilitasi selama sepekan. Untuk memulihkan ketergantungan mereka terhadap berbagai jenis narkoba.

Rehabilitasi sendiri dilakukan di lingkungan Lapas, karena alasan keamanan. Dengan mengundang pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banjarbaru.

Kepala Lapas Banjarbaru, Abdul Aziz menerangkan, program rehabilitasi sudah yang kedua kalinya mereka lakukan. Guna memastikan, tidak ada lagi napi yang kecanduan narkoba. “Ini juga bentuk kerja sama dan sinergi antara kita dengan pihak BNN Kota Banjarbaru,” terangnya.

Lanjutnya, rehabilitasi juga diharapkan dapat mengurangi over kapasitas yang selalu jadi polemik tersendiri di lapas. “Ini juga untuk membimbing dan membina WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan), agar bisa hidup layak kembali dan diterima oleh masyarakat sebagai insan baru pasca keluar dari sini,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenkumham Kalsel, Ferdinand Siagian yang hadir langsung dalam proses rehabilitasi Jumat (28/6) kemarin berpesan, agar para napi bisa benar-benar memaksimalkan layanan rehabilitasi tersebut.

“Sebagai WBP yang sebentar lagi akan mengakhiri masa pidananya. Saya minta agar tidak kembali terjerumus dalam narkotika, rutin beribadah, bekerja dan berolahraga. Lalu jangan pernah merasa terkesampingkan dan yang terakhir jangan pernah menyendiri,” tegasnya dalam sesi sambutan.

Layanan rehabilitasi sendiri digelar dari 27 Juni hingga 5 Juli 2019. Puluhan napi yang mengikutinya menjalani beberapa tahapan proses rehabilitasi yang dilakukan BNN Kota Banjarbaru. (ris/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/