alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Thursday, 18 August 2022

Warga Bantaran Sungai Waspadai Paham Radikal

BANJARMASIN – Warga Kuin Cerucuk bermukim di tepian Sungai Barito. Kemarin (27/6), mereka disambangi Satpolair Polresta Banjarmasin. Tujuannya, mengingatkan tentang bahaya paparan pemikiran radikal dan anti Pancasila.

Kanit Patroli Iptu I Wayan Regug mewakili Kasat Polair AKP John Luis L mengatakan, masyarakat diminta setia kepada NKRI. Bahwa Pancasila adalah ideologi pemersatu bangsa Indonesia. Jangan sampai dirongrong oleh gerakan-gerakan radikal.

“Masyarakat harus waspada atas tumbuhnya gerakan radikal di lingkungannya. Pencegahannya bisa melalui hal kecil. Seperti melaporkan kegiatan yang janggal di dekat rumah mereka,” jelas I Wayan.

Perkampungan di Kecamatan Banjarmasin Barat itu memang jauh dari pusat kota. Berada di bantaran sungai, mobilitas warganya mengandalkan transportasi perahu. Tapi dia yakin, tak ada yang aman dari paparan ideologi radikal.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan masyarakat tergoda oleh paham radikal. Pemikiran melawan negara mudah masuk ketika masyarakat sedang dilanda kesusahan. Contoh akibat masalah ekonomi.

Ataupun ketika masyarakat sedang galau akibat krisis politik. Mereka lalu diajak ikut dalam sebuah misi mulia untuk menegakkan keadilan. “Paham radikal jelas bertentangan dengan ideologi Pancasila. Apa yang dilakukan cenderung merugikan orang lain. Bahkan merusak nama baik agama. Padahal mencintai tanah air itu sebagian dari iman,” imbuh I Wayan.

Sementara it, Ketua RT 36 Irham memuji kinerja Satpolair. Dia berharap, Satpolair bisa membantu warganya membangun kewaspadaan. “Apa yang disosialisasikan sangat lah berguna bagi kami. Dari soal paham radikal, bahaya narkoba, sampai keselamatan beraktivitas di sungai,” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi diakhiri dengan penyerahan rompi pelampung, bendera Merah Putih, teks Pancasila dan paket sembako kepada warga yang berhadir. (lan/fud/ema)

BANJARMASIN – Warga Kuin Cerucuk bermukim di tepian Sungai Barito. Kemarin (27/6), mereka disambangi Satpolair Polresta Banjarmasin. Tujuannya, mengingatkan tentang bahaya paparan pemikiran radikal dan anti Pancasila.

Kanit Patroli Iptu I Wayan Regug mewakili Kasat Polair AKP John Luis L mengatakan, masyarakat diminta setia kepada NKRI. Bahwa Pancasila adalah ideologi pemersatu bangsa Indonesia. Jangan sampai dirongrong oleh gerakan-gerakan radikal.

“Masyarakat harus waspada atas tumbuhnya gerakan radikal di lingkungannya. Pencegahannya bisa melalui hal kecil. Seperti melaporkan kegiatan yang janggal di dekat rumah mereka,” jelas I Wayan.

Perkampungan di Kecamatan Banjarmasin Barat itu memang jauh dari pusat kota. Berada di bantaran sungai, mobilitas warganya mengandalkan transportasi perahu. Tapi dia yakin, tak ada yang aman dari paparan ideologi radikal.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan masyarakat tergoda oleh paham radikal. Pemikiran melawan negara mudah masuk ketika masyarakat sedang dilanda kesusahan. Contoh akibat masalah ekonomi.

Ataupun ketika masyarakat sedang galau akibat krisis politik. Mereka lalu diajak ikut dalam sebuah misi mulia untuk menegakkan keadilan. “Paham radikal jelas bertentangan dengan ideologi Pancasila. Apa yang dilakukan cenderung merugikan orang lain. Bahkan merusak nama baik agama. Padahal mencintai tanah air itu sebagian dari iman,” imbuh I Wayan.

Sementara it, Ketua RT 36 Irham memuji kinerja Satpolair. Dia berharap, Satpolair bisa membantu warganya membangun kewaspadaan. “Apa yang disosialisasikan sangat lah berguna bagi kami. Dari soal paham radikal, bahaya narkoba, sampai keselamatan beraktivitas di sungai,” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi diakhiri dengan penyerahan rompi pelampung, bendera Merah Putih, teks Pancasila dan paket sembako kepada warga yang berhadir. (lan/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/