alexametrics
32.1 C
Banjarmasin
Saturday, 13 August 2022

Akses Sulit dan Titik Air Jauh, Buat Jago Merah Melumat Tiga Bangunan

AMUNTAI – Api-api begitu suara warga di Rt.01 Desa Keramat Kecamatan Haur Gading Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) memantul mengingatkan tetangga, ada api yang membakar rumah salah satu warga Kamis (27/6) sekitar pukul 21.45 wita malam

Benar api yang semula hanya menyantap satu rumah itu, membesar. Penyebab tiga rumah yang ikut menyusul dilumat jago merah yakni lokasi kebakaran jauh dari titik air atau Sungai. Bahkan tiga rumah dengan kerusakan sedang harus dihancur agar memutuskan jilatan api ke rumah lainnya.

Ketua Persatuan Pemadam Kabupaten HSU Juniansyah alias Bang Jun api dilaporkan muncul pertama sekitar kurang lebih 21.30 wita. Akses jalan sempit dan jauhnya titik air membuat api cepat membesar. Untuk korban jiwa ungkap mantan TNI itu, tidak ada, hanya kerugian materi saja.

“Adapun korban materi yakni Anwar 1 KK dengan 2 jiwa terbakar habis, Kapsiah status rumah dalam keadaan kosong juga terbakar habis. Dan terakhir rumah milik Siti Khadijah rumah kosong 100 persen,” terangnya pagi ini. Sementara tiga rumah lainnya rusak karena dampak semprotan dan dibongkar untuk akses jalan pemadam yakni rumah milik Norbaiti rusak 20 persen.

Selanjutnya, rumah milik Arsyad kerusakan 10 persen dan Hj Muslihah rusak 5 persen. Hanya tiga rumah saja, bukan enam yang terbakar karena api, katanya meluruskan. Hampir sejam api dapat sudah dikuasai oleh BPK HSU dan rekanan BPK HSU dan kabupaten tetangganya. Penyebab belum bisa dipastikan, biarkan pihak berwenang gelar penyelidikan lapangan, tandasnya. (mar)

AMUNTAI – Api-api begitu suara warga di Rt.01 Desa Keramat Kecamatan Haur Gading Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) memantul mengingatkan tetangga, ada api yang membakar rumah salah satu warga Kamis (27/6) sekitar pukul 21.45 wita malam

Benar api yang semula hanya menyantap satu rumah itu, membesar. Penyebab tiga rumah yang ikut menyusul dilumat jago merah yakni lokasi kebakaran jauh dari titik air atau Sungai. Bahkan tiga rumah dengan kerusakan sedang harus dihancur agar memutuskan jilatan api ke rumah lainnya.

Ketua Persatuan Pemadam Kabupaten HSU Juniansyah alias Bang Jun api dilaporkan muncul pertama sekitar kurang lebih 21.30 wita. Akses jalan sempit dan jauhnya titik air membuat api cepat membesar. Untuk korban jiwa ungkap mantan TNI itu, tidak ada, hanya kerugian materi saja.

“Adapun korban materi yakni Anwar 1 KK dengan 2 jiwa terbakar habis, Kapsiah status rumah dalam keadaan kosong juga terbakar habis. Dan terakhir rumah milik Siti Khadijah rumah kosong 100 persen,” terangnya pagi ini. Sementara tiga rumah lainnya rusak karena dampak semprotan dan dibongkar untuk akses jalan pemadam yakni rumah milik Norbaiti rusak 20 persen.

Selanjutnya, rumah milik Arsyad kerusakan 10 persen dan Hj Muslihah rusak 5 persen. Hanya tiga rumah saja, bukan enam yang terbakar karena api, katanya meluruskan. Hampir sejam api dapat sudah dikuasai oleh BPK HSU dan rekanan BPK HSU dan kabupaten tetangganya. Penyebab belum bisa dipastikan, biarkan pihak berwenang gelar penyelidikan lapangan, tandasnya. (mar)

Most Read

Artikel Terbaru

/