alexametrics
26.3 C
Banjarmasin
Saturday, 21 May 2022

Simpan 10 Paket Sabu Siap Edar, Pemuda Tak Tamat SMP ini Diciduk

AMUNTAI – Pria bernama Ramadhani alias Madan (24) warga Jalan Saberan Effendi Desa Palampitan Hilir Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) harus merasakan dingin lantai sel tahanan.

Pria tak tamat bangku SMP ini merupakan incaran anggota Satres Narkoba Polres HSU dalam kasus Sabu-sabu. Atas informasi masyarakat Rabu (26/6) lebih kurang pukul 14.45 Wita diringkus tim Res Narkoba besutan Kasat Narkoba yang baru Iptu Pol Taufik Suhardiman.

“Ya benar kami mengamankan saudara Madan atau Ramadhan di sebuah rumah di Desa Palampitan Hilir. Sebab terbukti memiliki paket Sabu dengan berat kotor 2,19 gram yang disimpan dalam dompet kecil berwarna hitam merah,” kata Kapolres HSU AKBP Ahmad Arif Sopiyan SIK melalui Kasat Narkoba Iptu Pol Taufik pada Radar Banjarmasin siang ini.

Saat ini yang bersangkutan masih menjalani proses penyidikan oleh pihak penyidik Sat Resnarkoba. Untuk ancaman sebut perwira asal Provinsi Gorontalo itu, dikenakan Pasal 114 (1) dan 112 (1) UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 Tahun dan maksimal Hukuman Mati, tegasnya menjawab. (mar/ema)

AMUNTAI – Pria bernama Ramadhani alias Madan (24) warga Jalan Saberan Effendi Desa Palampitan Hilir Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) harus merasakan dingin lantai sel tahanan.

Pria tak tamat bangku SMP ini merupakan incaran anggota Satres Narkoba Polres HSU dalam kasus Sabu-sabu. Atas informasi masyarakat Rabu (26/6) lebih kurang pukul 14.45 Wita diringkus tim Res Narkoba besutan Kasat Narkoba yang baru Iptu Pol Taufik Suhardiman.

“Ya benar kami mengamankan saudara Madan atau Ramadhan di sebuah rumah di Desa Palampitan Hilir. Sebab terbukti memiliki paket Sabu dengan berat kotor 2,19 gram yang disimpan dalam dompet kecil berwarna hitam merah,” kata Kapolres HSU AKBP Ahmad Arif Sopiyan SIK melalui Kasat Narkoba Iptu Pol Taufik pada Radar Banjarmasin siang ini.

Saat ini yang bersangkutan masih menjalani proses penyidikan oleh pihak penyidik Sat Resnarkoba. Untuk ancaman sebut perwira asal Provinsi Gorontalo itu, dikenakan Pasal 114 (1) dan 112 (1) UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 Tahun dan maksimal Hukuman Mati, tegasnya menjawab. (mar/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/