alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Saturday, 21 May 2022

13 Honorer Sekwan DPRD Kalsel Diusulkan Gaji 13

BANJARMASIN – Kabar gembira bagi honorer di Sekretariat Dewan DPRD Kalsel. Mencuat wacana pemberian gaji 13 bagi honorer. Harapannya untuk mendongkrak kinerja mereka.

“Sudah konsultasi dengan Bakeuda (Badan Keuangan Daerah). Sebelumnya dengan anggota dewan. Ada dukungan, semoga bisa dianggarkan,” kata Kabag TU Sekretariat Dewan, Riduansyah, kemarin (24/6).

Setwan mengusulkan gaji 13 sebagai bentuk apresiasi atas kinerja honorer yang telah meringankan beban kerja PNS. Pertimbangan lain, selama ini pegawai non PNS tidak pernah kebagian THR (Tunjangan Hari Raya).

“Kami menerima aspirasi kawan-kawan honorer. Sebagai pegawai non PNS, seharusnya dapat THR juga setiap akhir tahun seperti karyawan swasta,” tambahnya.

Lagipula, jumlah honorer yang bekerja Setwan tidaklah banyak. Hanya puluhan. “Jumlahnya cuma 65 orang. Rata-rata digaji antara Rp2,4 juta sampai Rp2,5 juta per bulan,” katanya.

Apakah ada payung hukum yang mengizinkannya? Riduan mengaku belum tahu. Terwujud atau tidak, sangat tergantung pada putusan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Karena tidak ada aturan yang membolehkan, tapi juga tidak ada aturan yang melarang. Makanya kita usulkan. Syaratnya harus menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” jelasnya.

Wacana ini disambut gembira. Salah seorang honorer Setwan, Gusti Ayu berharap wacana ini bisa terealisasi. “Senang banget! Selain untuk keperluan pribadi, juga buat menambah uang kuliah,” ucapnya.

Honorer lainnya, Yulia Zefriani Putri juga berdoa agar wacana itu benar terjadi. “Untuk menambah uang jajan saja. Karena saya sudah tidak dibiayai orang tua lagi,” tuturnya. (gmp/fud/ema)

BANJARMASIN – Kabar gembira bagi honorer di Sekretariat Dewan DPRD Kalsel. Mencuat wacana pemberian gaji 13 bagi honorer. Harapannya untuk mendongkrak kinerja mereka.

“Sudah konsultasi dengan Bakeuda (Badan Keuangan Daerah). Sebelumnya dengan anggota dewan. Ada dukungan, semoga bisa dianggarkan,” kata Kabag TU Sekretariat Dewan, Riduansyah, kemarin (24/6).

Setwan mengusulkan gaji 13 sebagai bentuk apresiasi atas kinerja honorer yang telah meringankan beban kerja PNS. Pertimbangan lain, selama ini pegawai non PNS tidak pernah kebagian THR (Tunjangan Hari Raya).

“Kami menerima aspirasi kawan-kawan honorer. Sebagai pegawai non PNS, seharusnya dapat THR juga setiap akhir tahun seperti karyawan swasta,” tambahnya.

Lagipula, jumlah honorer yang bekerja Setwan tidaklah banyak. Hanya puluhan. “Jumlahnya cuma 65 orang. Rata-rata digaji antara Rp2,4 juta sampai Rp2,5 juta per bulan,” katanya.

Apakah ada payung hukum yang mengizinkannya? Riduan mengaku belum tahu. Terwujud atau tidak, sangat tergantung pada putusan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Karena tidak ada aturan yang membolehkan, tapi juga tidak ada aturan yang melarang. Makanya kita usulkan. Syaratnya harus menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” jelasnya.

Wacana ini disambut gembira. Salah seorang honorer Setwan, Gusti Ayu berharap wacana ini bisa terealisasi. “Senang banget! Selain untuk keperluan pribadi, juga buat menambah uang kuliah,” ucapnya.

Honorer lainnya, Yulia Zefriani Putri juga berdoa agar wacana itu benar terjadi. “Untuk menambah uang jajan saja. Karena saya sudah tidak dibiayai orang tua lagi,” tuturnya. (gmp/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/