alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Selasa, 17 Mei 2022

Pilwali Banjarbaru, Emi: Akan Dipengaruhi Peta Pilgub

BANJARBARU – Atmosfer kontestasi pemilihan pucuk pimpinan Kota Idaman mulai terasa. Beberapa partai politik di Banjarbaru mulai pasang kuda-kuda, jelang Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) serentak yang dijadwalkan pada September 2020.

Beberapa tokoh pun disebut-sebut akan maju. Pertama tentu saja kubu Petahana Nadjmi Adhani & Darmawan Jaya S yang sejak jauh-jauh hari berkomitmen untuk tetap satu paket hingga dua periode.

Selanjutnya ada tokoh politik banua, putra mantan Gubernur Kalsel yang juga Anggota DPR RI periode 2014-2019, Aditya Mufti Ariffin.  Di sisi lain, tokoh politik Banjarbaru juga digadang-gadang namanya untuk maju. Seperti Ketua DPRD Banjarbaru yang juga Ketua DPD Partai Golkar Banjarbaru AR Iwansyah.

Kemudian, mantan Sekda Kota Banjarbaru yang kini terjun ke politik, Syahriani Syahran, juga disebut-sebut memiliki peluang besar untuk turut bersaing, mengingat posisinya sebagai Ketua DPD Gerindra Banjarbaru. Dimana, pada pemilu baru tadi, Gerindra meraih 6 kursi. Itu artinya cukup syarat untuk bisa mengusung pasangan calon, yakni 20 persen dari 30 kursi DPRD Banjarbaru.

Plt Ketua DPD PAN Banjarbaru, Emi Lasari mengakui, lobi-lobi politik mulai berjalan diantara partai politik. “Tapi masih sebatas komunikasi non formal. Kalau itu sudah ada beberapa,” jawab Legislator PAN Banjarbaru ini.

Bagi Emi, di Pilkada kali ini PAN akan membuka peluang seluas-luasnya. Sebab dengan perolehan dua kursi di Pileg kemarin. “Yang jelas saat ini kita masih mengamati dan memantau peta perpolitikan di Banjarbaru khususnya pasca Pilpres dan Pileg,” katanya.

Menariknya, Emi turut menyatakan bahwa peta koalisi Pilgub yang kebetulan berbarengan dengan Pilwali juga akan jadi faktor pertimbangan keputusan PAN di Banjarbaru. “Ya kita lihat juga (peta koalisi Pilgub). Minimal itu jadi pertimbangan kita selain pertimbangan kekuatan calon dan hasil survei,” tegasnya.

Sementara itu, Takyin Baskoro, pengurus Partai Nasdem yang juga Anggota DPRD Kota Banjarbaru menyebut Nasdem Banjarbaru saat ini belum menerima petunjuk dari DPW dan DPP terkait tahapan penjaringan Paslon Walikota & Wakil Walikota Pilkada serentak 2020. “Baik secara lisan atau tertulis kita belum menerimanya untuk tahapannya (penjaringan) bagaimana di Pilkada serentak ini,” katanya.

Tetapi ia juga mengakui, beberapa pihak sudah ada yang membuka komunikasi dengan Nasdem. “Dan itu sah sah saja dalam dunia politik,” tambahnya.

Namun Baskoro tak mau menyebut, siapa saja pihak-pihak yang datang kepada partai dengan perolehan empat kursi di pileg tadi. (rvn/bin/ema)

BANJARBARU – Atmosfer kontestasi pemilihan pucuk pimpinan Kota Idaman mulai terasa. Beberapa partai politik di Banjarbaru mulai pasang kuda-kuda, jelang Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) serentak yang dijadwalkan pada September 2020.

Beberapa tokoh pun disebut-sebut akan maju. Pertama tentu saja kubu Petahana Nadjmi Adhani & Darmawan Jaya S yang sejak jauh-jauh hari berkomitmen untuk tetap satu paket hingga dua periode.

Selanjutnya ada tokoh politik banua, putra mantan Gubernur Kalsel yang juga Anggota DPR RI periode 2014-2019, Aditya Mufti Ariffin.  Di sisi lain, tokoh politik Banjarbaru juga digadang-gadang namanya untuk maju. Seperti Ketua DPRD Banjarbaru yang juga Ketua DPD Partai Golkar Banjarbaru AR Iwansyah.

Kemudian, mantan Sekda Kota Banjarbaru yang kini terjun ke politik, Syahriani Syahran, juga disebut-sebut memiliki peluang besar untuk turut bersaing, mengingat posisinya sebagai Ketua DPD Gerindra Banjarbaru. Dimana, pada pemilu baru tadi, Gerindra meraih 6 kursi. Itu artinya cukup syarat untuk bisa mengusung pasangan calon, yakni 20 persen dari 30 kursi DPRD Banjarbaru.

Plt Ketua DPD PAN Banjarbaru, Emi Lasari mengakui, lobi-lobi politik mulai berjalan diantara partai politik. “Tapi masih sebatas komunikasi non formal. Kalau itu sudah ada beberapa,” jawab Legislator PAN Banjarbaru ini.

Bagi Emi, di Pilkada kali ini PAN akan membuka peluang seluas-luasnya. Sebab dengan perolehan dua kursi di Pileg kemarin. “Yang jelas saat ini kita masih mengamati dan memantau peta perpolitikan di Banjarbaru khususnya pasca Pilpres dan Pileg,” katanya.

Menariknya, Emi turut menyatakan bahwa peta koalisi Pilgub yang kebetulan berbarengan dengan Pilwali juga akan jadi faktor pertimbangan keputusan PAN di Banjarbaru. “Ya kita lihat juga (peta koalisi Pilgub). Minimal itu jadi pertimbangan kita selain pertimbangan kekuatan calon dan hasil survei,” tegasnya.

Sementara itu, Takyin Baskoro, pengurus Partai Nasdem yang juga Anggota DPRD Kota Banjarbaru menyebut Nasdem Banjarbaru saat ini belum menerima petunjuk dari DPW dan DPP terkait tahapan penjaringan Paslon Walikota & Wakil Walikota Pilkada serentak 2020. “Baik secara lisan atau tertulis kita belum menerimanya untuk tahapannya (penjaringan) bagaimana di Pilkada serentak ini,” katanya.

Tetapi ia juga mengakui, beberapa pihak sudah ada yang membuka komunikasi dengan Nasdem. “Dan itu sah sah saja dalam dunia politik,” tambahnya.

Namun Baskoro tak mau menyebut, siapa saja pihak-pihak yang datang kepada partai dengan perolehan empat kursi di pileg tadi. (rvn/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/