alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 14 August 2022

Bikin Kampung Ramah Difabel di Pelambuan

BANJARMASIN – Kota ini masuk daftar 10 pemenang Global Urban Mobility Challenge 2019. Diumumkan di Leipzig, Jerman, pada 22 Mei lalu. 

Global Urban Mobility Challenge adalah kompetisi dunia. Menantang lembaga apapun untuk membuat sebuah konsep dalam bentuk proposal. Temanya mobilitas perkotaan.

Yayasan Kota Kita bersama Pemko Banjarmasin dan Kaki Kota Banjarmasin membuat proposal. Mereka mengangkat soal peningkatan mobilitas lewat infrastruktur fisik dan sosial inklusif disabilitas. Diajukan Desember 2018 lalu.

Objeknya adalah Kelurahan Pelambuan. Tepatnya di Gang Mulia dan Gang Sederhana. Karena di sanalah penyandang disabilitas terbanyak di kota ini. Jumlahnya 200 orang dari total keseluruhan sekitar 3.897.

“Intinya, melalui proposal ini, kami ingin menunjukkan bahwa kota ini berupaya menjadi kota yang ramah difabel,” kata Direktur Eksekutif Kaki Kota Banjarmasin, Muhammad Syahreza

Proposal itu membuat juri kepincut. Lantaran dianggap tepat sasaran. Karena kesuksesan itu, Transformative Urban Mobility Initiative (TUMI) sebagai penyelenggara akan memberikan sebesar 200 ribu euro. Atau sekitar Rp3 miliar. “Sekarang kami masih menyusun rencana bersama SKPD terkait di Pemko Banjarmasin untuk menggunakan bantuan itu sesuai dengan proposal yang kami buat,” katanya.

Sesuai dengan proposal, uang itu akan digunakan untuk membuka akses yang memudahkan penyandang disabilitas. Seperti akses ke kecamatan, kelurahan, puskesmas, atau SLB terdekat.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menyebut dana bantuan itu nantinya akan digunakan untuk menjadikan kampung ramah difabel di kawasan Pelambuan. Seperti membuat trotoar ramah difabel, guiding block, hingga separator. Rencananya bakal dimulai Juli nanti.

“Ini tidak ada lelang. Karena sumber dana berasal dari bantuan negara Jerman. Kami hanya memfasilitasi perizinan dan pendampingan teknis melalui Dinas PUPR Banjarmasin,” sebutnya.(nur/dye/ema)

BANJARMASIN – Kota ini masuk daftar 10 pemenang Global Urban Mobility Challenge 2019. Diumumkan di Leipzig, Jerman, pada 22 Mei lalu. 

Global Urban Mobility Challenge adalah kompetisi dunia. Menantang lembaga apapun untuk membuat sebuah konsep dalam bentuk proposal. Temanya mobilitas perkotaan.

Yayasan Kota Kita bersama Pemko Banjarmasin dan Kaki Kota Banjarmasin membuat proposal. Mereka mengangkat soal peningkatan mobilitas lewat infrastruktur fisik dan sosial inklusif disabilitas. Diajukan Desember 2018 lalu.

Objeknya adalah Kelurahan Pelambuan. Tepatnya di Gang Mulia dan Gang Sederhana. Karena di sanalah penyandang disabilitas terbanyak di kota ini. Jumlahnya 200 orang dari total keseluruhan sekitar 3.897.

“Intinya, melalui proposal ini, kami ingin menunjukkan bahwa kota ini berupaya menjadi kota yang ramah difabel,” kata Direktur Eksekutif Kaki Kota Banjarmasin, Muhammad Syahreza

Proposal itu membuat juri kepincut. Lantaran dianggap tepat sasaran. Karena kesuksesan itu, Transformative Urban Mobility Initiative (TUMI) sebagai penyelenggara akan memberikan sebesar 200 ribu euro. Atau sekitar Rp3 miliar. “Sekarang kami masih menyusun rencana bersama SKPD terkait di Pemko Banjarmasin untuk menggunakan bantuan itu sesuai dengan proposal yang kami buat,” katanya.

Sesuai dengan proposal, uang itu akan digunakan untuk membuka akses yang memudahkan penyandang disabilitas. Seperti akses ke kecamatan, kelurahan, puskesmas, atau SLB terdekat.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menyebut dana bantuan itu nantinya akan digunakan untuk menjadikan kampung ramah difabel di kawasan Pelambuan. Seperti membuat trotoar ramah difabel, guiding block, hingga separator. Rencananya bakal dimulai Juli nanti.

“Ini tidak ada lelang. Karena sumber dana berasal dari bantuan negara Jerman. Kami hanya memfasilitasi perizinan dan pendampingan teknis melalui Dinas PUPR Banjarmasin,” sebutnya.(nur/dye/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/