alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Berebut Tuan Rumah Pencak Silat, Kalsel Bersaing dengan Bali

BANJARMASIN – Menyadari peluang merebut tiket ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 Papua akan sulit, Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (Pengprov IPSI) Kalsel mencoba mencari peluang jalan singkat.

Yakni, dengan mengajukan diri menjadi tuan rumah babak Pra Kualifikasi PON (Pra PON) 2019. Namun demikian, upaya menempuh peluang jalan singkat ini juga diprediksi tidak mudah. Pasalnya, ada provinsi lain yang juga memiliki ambisi yang sama, yakni Bali.

 

Ketua Harian Pengprov IPSI Kalsel, Djumadri Masrun menuturkan pihaknya sudah meminta agar Kalsel menjadi tuan rumah Pra PON 2019 Wilayah III. Sayangnya, Pengurus Besar (PB) IPSI Pusat masih belum memberikan jawaban.

“Makanya, sampai sekarang kami belum tahu jadwal tepat pelaksanaan Pra PON 2019. Hal inilah yang sedikit menghambat kami dalam mengajukan Kalsel sebagai tuan rumah Pra PON 2019,” sebut pria yang akrab disapa Pak Djum ini, kemarin (18/6).

Untuk Pra PON 2019 Wilayah III ini akan diikuti oleh pesilat dari DKI Jakarta, Jateng, Jatim, Bali, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, termasuk Kalsel.

“Provinsi yang bersedia jadi penyelenggara atau tuan rumah Pra PON 2019, maka berhak atas tiket ke PON XX 2020 untuk beberapa nomor pertandingan tertentu. Makanya, kami sangat menginginkan Kalsel jadi tuan rumah Pra PON 2019,” sebutnya.

Namun demikian, Pak Djum tak meragukan kemampuan pesilat Kalsel yang bakal tampil di Pra PON 2019. “Kalaupun nanti bukan Kalsel yang jadi tuan rumah Pra PON 2019, saya tetap optimistis para pesilat Kalsel akan meraih tiket ke PON XX 2020. Apalagi, ada opsi baru, bahwa yang lolos ke PON XX 2020 Papua, bukan hanya pesilat juara, tapi pesilat runner up juga berhak,” sebutnya.

Di sisi lain, Pak Djum juga tak menampik ada persaingan untuk menjadi tuan rumah Pra PON 2019. Yakni, provinsi Bali yang juga berambisi menggelar Pra PON 2019.

“Bali saya akui merupakan saingan berat. Tapi, mudah-mudahan ada dukungan dari Pemprov Kalsel, supaya impian menjadikan Kalsel sebagai tuan rumah Pra PON 2019 bisa terwujud,” tandasnya.(oza)

BANJARMASIN – Menyadari peluang merebut tiket ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 Papua akan sulit, Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (Pengprov IPSI) Kalsel mencoba mencari peluang jalan singkat.

Yakni, dengan mengajukan diri menjadi tuan rumah babak Pra Kualifikasi PON (Pra PON) 2019. Namun demikian, upaya menempuh peluang jalan singkat ini juga diprediksi tidak mudah. Pasalnya, ada provinsi lain yang juga memiliki ambisi yang sama, yakni Bali.

 

Ketua Harian Pengprov IPSI Kalsel, Djumadri Masrun menuturkan pihaknya sudah meminta agar Kalsel menjadi tuan rumah Pra PON 2019 Wilayah III. Sayangnya, Pengurus Besar (PB) IPSI Pusat masih belum memberikan jawaban.

“Makanya, sampai sekarang kami belum tahu jadwal tepat pelaksanaan Pra PON 2019. Hal inilah yang sedikit menghambat kami dalam mengajukan Kalsel sebagai tuan rumah Pra PON 2019,” sebut pria yang akrab disapa Pak Djum ini, kemarin (18/6).

Untuk Pra PON 2019 Wilayah III ini akan diikuti oleh pesilat dari DKI Jakarta, Jateng, Jatim, Bali, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, termasuk Kalsel.

“Provinsi yang bersedia jadi penyelenggara atau tuan rumah Pra PON 2019, maka berhak atas tiket ke PON XX 2020 untuk beberapa nomor pertandingan tertentu. Makanya, kami sangat menginginkan Kalsel jadi tuan rumah Pra PON 2019,” sebutnya.

Namun demikian, Pak Djum tak meragukan kemampuan pesilat Kalsel yang bakal tampil di Pra PON 2019. “Kalaupun nanti bukan Kalsel yang jadi tuan rumah Pra PON 2019, saya tetap optimistis para pesilat Kalsel akan meraih tiket ke PON XX 2020. Apalagi, ada opsi baru, bahwa yang lolos ke PON XX 2020 Papua, bukan hanya pesilat juara, tapi pesilat runner up juga berhak,” sebutnya.

Di sisi lain, Pak Djum juga tak menampik ada persaingan untuk menjadi tuan rumah Pra PON 2019. Yakni, provinsi Bali yang juga berambisi menggelar Pra PON 2019.

“Bali saya akui merupakan saingan berat. Tapi, mudah-mudahan ada dukungan dari Pemprov Kalsel, supaya impian menjadikan Kalsel sebagai tuan rumah Pra PON 2019 bisa terwujud,” tandasnya.(oza)

Most Read

Artikel Terbaru

/