alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 14 August 2022

Maju Pilkada, Hermansyah Bakal Minta Restu Megawati

BANJARMASIN – Hermansyah memang gesit. Ancang-ancang menghadapi Pilkada 2020, dalam waktu dekat Wakil Wali Kota Banjarmasin itu berangkat ke Jakarta. Meminta restu kepada Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Puteri.

“Saya ingin berkoordinasi dengan pengurus pusat. Sekalian mau bertemu Ibu Mega,” katanya, kemarin (17/6).

Sejauh ini, Herman belum benar-benar tegas. Apakah bakal mencalonkan diri sebagai wali kota atau wakil. Jawaban itulah yang dia cari-cari ke Jakarta. “Itu juga yang dikonsultasikan,” ucapnya

Dari hati yang terdalam, Herman memang ingin menjadi wali kota. Tapi dia tak mau keras kepala. Apalagi terlampau nafsu menduduki posisi nomor satu di kota ini. Dirinya manut saja dengan arahan partai.

“Karena politik ini dinamis. Jadi wali kota atau kembali jadi wakil, terserah maunya partai. Atau, bisa juga saya diminta untuk berkiprah di kepengurusan pusat,” tuturnya.

Meski begitu, Herman optimis dengan rencana pencalonannya. Kalau nantinya memang mencalonkan diri sebagai wali kota ataupun kembali menjadi wakil, dia berjanji bakal habis-habisan.

“Saya akan minta Ibu Mega turut berkampanye untuk saya. Termasuk para menteri juga,” tuturnya.

Anggap saja tekadnya menjadi wali kota sudah bulat dan mendapat restu dari Megawati. Lalu siapa yang dipilihnya sebagai wakil? Atas pertanyaan ini, Herman tak mau buru-buru menjawab.

“Saya belum mencari pasangan. Apakah dari kalangan birokrasi atau parpol,” ucapnya.

Sama seperti Ibnu Sina, Herman juga ingin tetap profesional. Sebagai wakil wali kota, dia wajib menuntaskan pekerjaan hingga akhir masa jabatan. “Intinya, saat ini saya ingin fokus. Pilwali masih satu setengah tahun lagi,” tukasnya.

Soal gunjingan pecah kongsi, Herman menanggapi santai. Dia tak membantah, tak pula membenarkan. Lagi-lagi jawabannya diplomatis. “Dikatakan pecah kongsi, kalau nanti mungkin. Kalau sekarang, kami masih bersama untuk menyelesaikan amanah di pemko,” ungkapnya.

Sulit untuk Bersama Lagi

APAPUN keinginan Herman, koalisi PDIP dan PKS di periode ini terancam bubar. Ketua DPC PDI Perjuangan Banjarmasin, Suprayogi pun angkat bicara.

Secara pribadi, dia ingin menjaga koalisi ini tetap terjalin hingga Pilkada tiba. Artinya, Hermansyah tetap maju mendampingi Ibnu Sina.

“Karena bagi saya, lima tahun belum cukup untuk menuntaskan pekerjaan. Setidaknya, butuh satu periode lagi,” katanya.

Sayangnya, dia pesimis. Melihat fakta keretakan hubungan keduanya. Mau tak mau juga mempengaruhi internal partai masing-masing.

“Melihat kondisi sekarang, rasa-rasanya sulit untuk bersama lagi. Kita tahu sendiri, Pak Herman juga ingin mencalonkan diri menjadi wali kota. Tidak mungkin Pak Ibnu mau menjadi wakil,” katanya.

Tapi Suprayogi enggan terlalu jauh mengomentari polemik itu. Pada intinya, mereka mendukung. Jika ada kader PDIP yang ingin maju dalam Pilwali nanti. Asalkan memenuhi kriteria dan keinginan partai.

“Siapa saja kader PDIP yang ingin maju, kami akan selalu mendukung. Mau yang senior ataupun yang muda. Yang penting, punya peluang besar untuk menang. Karena, partai manapun pasti menginginkan kemenangan,” tuturnya.

Sejauh ini, PDIP memilih menahan diri. Menunggu instruksi dari elit partai di level lebih tinggi. Termasuk menentukan, siapa yang akan turun dalam pertarungan di Pilwali nanti.

“Agustus nanti ada kongres di Bali. Mungkin setelah itu akan ada arahan terkait sikap politik PDIP di Pilwali,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris DPW PKS Kalsel Awan Subarkah enggan berkomentar banyak. Terkait masa depan koalisi tersebut. “Sekarang kami masih berkoalisi,” ujarnya singkat. (nur/fud/ema)

BANJARMASIN – Hermansyah memang gesit. Ancang-ancang menghadapi Pilkada 2020, dalam waktu dekat Wakil Wali Kota Banjarmasin itu berangkat ke Jakarta. Meminta restu kepada Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Puteri.

“Saya ingin berkoordinasi dengan pengurus pusat. Sekalian mau bertemu Ibu Mega,” katanya, kemarin (17/6).

Sejauh ini, Herman belum benar-benar tegas. Apakah bakal mencalonkan diri sebagai wali kota atau wakil. Jawaban itulah yang dia cari-cari ke Jakarta. “Itu juga yang dikonsultasikan,” ucapnya

Dari hati yang terdalam, Herman memang ingin menjadi wali kota. Tapi dia tak mau keras kepala. Apalagi terlampau nafsu menduduki posisi nomor satu di kota ini. Dirinya manut saja dengan arahan partai.

“Karena politik ini dinamis. Jadi wali kota atau kembali jadi wakil, terserah maunya partai. Atau, bisa juga saya diminta untuk berkiprah di kepengurusan pusat,” tuturnya.

Meski begitu, Herman optimis dengan rencana pencalonannya. Kalau nantinya memang mencalonkan diri sebagai wali kota ataupun kembali menjadi wakil, dia berjanji bakal habis-habisan.

“Saya akan minta Ibu Mega turut berkampanye untuk saya. Termasuk para menteri juga,” tuturnya.

Anggap saja tekadnya menjadi wali kota sudah bulat dan mendapat restu dari Megawati. Lalu siapa yang dipilihnya sebagai wakil? Atas pertanyaan ini, Herman tak mau buru-buru menjawab.

“Saya belum mencari pasangan. Apakah dari kalangan birokrasi atau parpol,” ucapnya.

Sama seperti Ibnu Sina, Herman juga ingin tetap profesional. Sebagai wakil wali kota, dia wajib menuntaskan pekerjaan hingga akhir masa jabatan. “Intinya, saat ini saya ingin fokus. Pilwali masih satu setengah tahun lagi,” tukasnya.

Soal gunjingan pecah kongsi, Herman menanggapi santai. Dia tak membantah, tak pula membenarkan. Lagi-lagi jawabannya diplomatis. “Dikatakan pecah kongsi, kalau nanti mungkin. Kalau sekarang, kami masih bersama untuk menyelesaikan amanah di pemko,” ungkapnya.

Sulit untuk Bersama Lagi

APAPUN keinginan Herman, koalisi PDIP dan PKS di periode ini terancam bubar. Ketua DPC PDI Perjuangan Banjarmasin, Suprayogi pun angkat bicara.

Secara pribadi, dia ingin menjaga koalisi ini tetap terjalin hingga Pilkada tiba. Artinya, Hermansyah tetap maju mendampingi Ibnu Sina.

“Karena bagi saya, lima tahun belum cukup untuk menuntaskan pekerjaan. Setidaknya, butuh satu periode lagi,” katanya.

Sayangnya, dia pesimis. Melihat fakta keretakan hubungan keduanya. Mau tak mau juga mempengaruhi internal partai masing-masing.

“Melihat kondisi sekarang, rasa-rasanya sulit untuk bersama lagi. Kita tahu sendiri, Pak Herman juga ingin mencalonkan diri menjadi wali kota. Tidak mungkin Pak Ibnu mau menjadi wakil,” katanya.

Tapi Suprayogi enggan terlalu jauh mengomentari polemik itu. Pada intinya, mereka mendukung. Jika ada kader PDIP yang ingin maju dalam Pilwali nanti. Asalkan memenuhi kriteria dan keinginan partai.

“Siapa saja kader PDIP yang ingin maju, kami akan selalu mendukung. Mau yang senior ataupun yang muda. Yang penting, punya peluang besar untuk menang. Karena, partai manapun pasti menginginkan kemenangan,” tuturnya.

Sejauh ini, PDIP memilih menahan diri. Menunggu instruksi dari elit partai di level lebih tinggi. Termasuk menentukan, siapa yang akan turun dalam pertarungan di Pilwali nanti.

“Agustus nanti ada kongres di Bali. Mungkin setelah itu akan ada arahan terkait sikap politik PDIP di Pilwali,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris DPW PKS Kalsel Awan Subarkah enggan berkomentar banyak. Terkait masa depan koalisi tersebut. “Sekarang kami masih berkoalisi,” ujarnya singkat. (nur/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/