alexametrics
32.1 C
Banjarmasin
Wednesday, 25 May 2022

Bimbel Sepi, Gara-gara Aturan Baru SBMPTN?

Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dalam Seleksi Bersama perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun ini ternyata mempengaruhi minat siswa untuk mengikuti program les SBMPTN di tempat bimbingan belajar (Bimbel).

Kepala Go Smart Cabang Banjarbaru, Rohmalita mengungkapkan, jumlah siswa yang mengikuti program bimbingan SBMPTN di tempat mereka tahun ini berkurang akibat kebijakan UTBK. “Tahun ini hanya 33 orang. Padahal, sebelumnya siswa kami bisa sampai ratusan,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, aturan baru membuat siswa mereka berkurang lantaran Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) gelombang I dilaksanakan hanya beberapa hari setelah UNBK. “Mepetnya waktu, membuat siswa yang mendapatkan jadwal tes di awal gelombang satu tidak sempat ikut bimbel,” jelasnya.

UTBK sendiri dilaksanakan dalam dua gelombang. Untuk gelombang I pada 13 April sampai 4 Mei 2019. Sedangkan, gelombang II pada 11 hingga 26 Mei 2019. 10 hari setelah tes, peserta akan menerima hasil UTBK. Hasil itulah yang digunakan untuk mendaftar SBMPTN.

Rohmalita menuturkan, dari 33 siswa yang mengikuti program bimbingan SBMPTN di Go Smart sebagian besar memilih Fakultas Kedokteran. “Ada juga yang memilih Fakultas Teknik, ekonomi dan Kedokteran Gigi,” tuturnya.

Disinggung mengenai biaya bimbingan belajar, dia menyampaikan untuk program SBMPN setiap tahunnya tidak sama. Khusus untuk tahun ini bimbel yang berlokasi di Jalan Panglima Batur,Banjarbaru itu mematok biaya dua sampai tiga jutaan.

Selain Go Smart Banjarbaru, minimnya siswa yang mengikuti program SBMPTN juga dirasakan bimbel Primagama Cabang Banjarbaru. Kepala cabang mereka, Maya Sari menyebut tahun ini siswa mereka hanya 13 orang. “Waktu UTBK gelombang I sangat mepet, UNBK selesai 8 April. Sementara UTBK dimulai 13 April,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, 13 siswa yang mereka terima dalam program bimbingan SBMPTN paling banyak memilih Fakultas Kedokteran. “Tapi saya sarankan memilih fakultas harus sesuai dengan nilai UTBK yang mereka terima. Karena, kalau nilainya sedikit akan kalah dengan peserta lainnya di SBMPTN,” ungkapnya.

Primagama Cabang Banjarbaru sendiri tahun ini mematok biaya Rp3 juta untuk siswa yang ingin mengikuti program bimbingan SBMPTN. “Siswa terbanyak lulusan Ponpes Darul Hijrah Putri. Ada tujuh orang dari sana,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dalam Seleksi Bersama perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun ini ternyata mempengaruhi minat siswa untuk mengikuti program les SBMPTN di tempat bimbingan belajar (Bimbel).

Kepala Go Smart Cabang Banjarbaru, Rohmalita mengungkapkan, jumlah siswa yang mengikuti program bimbingan SBMPTN di tempat mereka tahun ini berkurang akibat kebijakan UTBK. “Tahun ini hanya 33 orang. Padahal, sebelumnya siswa kami bisa sampai ratusan,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, aturan baru membuat siswa mereka berkurang lantaran Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) gelombang I dilaksanakan hanya beberapa hari setelah UNBK. “Mepetnya waktu, membuat siswa yang mendapatkan jadwal tes di awal gelombang satu tidak sempat ikut bimbel,” jelasnya.

UTBK sendiri dilaksanakan dalam dua gelombang. Untuk gelombang I pada 13 April sampai 4 Mei 2019. Sedangkan, gelombang II pada 11 hingga 26 Mei 2019. 10 hari setelah tes, peserta akan menerima hasil UTBK. Hasil itulah yang digunakan untuk mendaftar SBMPTN.

Rohmalita menuturkan, dari 33 siswa yang mengikuti program bimbingan SBMPTN di Go Smart sebagian besar memilih Fakultas Kedokteran. “Ada juga yang memilih Fakultas Teknik, ekonomi dan Kedokteran Gigi,” tuturnya.

Disinggung mengenai biaya bimbingan belajar, dia menyampaikan untuk program SBMPN setiap tahunnya tidak sama. Khusus untuk tahun ini bimbel yang berlokasi di Jalan Panglima Batur,Banjarbaru itu mematok biaya dua sampai tiga jutaan.

Selain Go Smart Banjarbaru, minimnya siswa yang mengikuti program SBMPTN juga dirasakan bimbel Primagama Cabang Banjarbaru. Kepala cabang mereka, Maya Sari menyebut tahun ini siswa mereka hanya 13 orang. “Waktu UTBK gelombang I sangat mepet, UNBK selesai 8 April. Sementara UTBK dimulai 13 April,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, 13 siswa yang mereka terima dalam program bimbingan SBMPTN paling banyak memilih Fakultas Kedokteran. “Tapi saya sarankan memilih fakultas harus sesuai dengan nilai UTBK yang mereka terima. Karena, kalau nilainya sedikit akan kalah dengan peserta lainnya di SBMPTN,” ungkapnya.

Primagama Cabang Banjarbaru sendiri tahun ini mematok biaya Rp3 juta untuk siswa yang ingin mengikuti program bimbingan SBMPTN. “Siswa terbanyak lulusan Ponpes Darul Hijrah Putri. Ada tujuh orang dari sana,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/