alexametrics
31.5 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

Terungkap! Jasad Pria Tergeletak di Seberang ULM Lalu adalah Korban Penganiyaan

BANJARBARU — – Setelah dua bulan jadi misteri. Jasad pria yang ditemukan tergeletak di Jalan A Yani Km 35,8 tepatnya di seberang Kampus FMIPA ULM Banjarbaru dan samping diler Suzuki Banjarbaru bulan Maret lalu terungkap.

Satuan Reskrim Polres Banjarbaru menetapkan korban, Hairillah (30) adalah korban penganiayaan. Sebagaimana semula korban sempat disebut-sebut mengalami laka tunggal.

Dua tersangka ditetapkan kepolisian. Yakni Rizky dan L, warga Banjarbaru. Mirisnya L merupakan berstatus anak di bawah umur.

“Setelah diselidiki oleh rekan-rekan dari Reskrim ada unsur pidana penganiayaan. Dikembangkan dari saksi dan barang bukti, dipastikan korban telah mengalami penganiayaan, bulan laka tunggal,” kata Kapolres Banjarbaru, AKBP Kelana Jaya melalui Kasubag Humas AKP Siti Rohayati.

Untuk mengetahui kronologis kejadian. Pihak kepolisian turut menggelar rekonstruksi kejadian pada Rabu (12/6) siang. Terdapat 52 adegan yang langsung diperagakan dua tersangka serta saksi-saksi.

“Secara garis besar antara korban dan tersangak terjadi cekcok di Lapangan Murjani. Akhirnya tersangka tersinggung dan mengejar korban menggunakan sepeda motor hingga di depan diler Suzuki. Di sinilah penganiyaan terjadi,” cerita Siti.

Lanjutnya, tersangka menggunakan sebuah batu besar untuk melumpuhkan korban. Yang mana saatb itu korban tengah mengandarai kendaraan juga.

“Tersangka sehabis mengonsumsi minuman keras. Mereka memukul kepala korban dengan batu besar hingga terjungkal dari motor dan tumbang. Setelah itu tersangka kabur. Salah seorang kita tangkap di Malang (Jawa Timur),” katanya. (rvn/ema)

BANJARBARU — – Setelah dua bulan jadi misteri. Jasad pria yang ditemukan tergeletak di Jalan A Yani Km 35,8 tepatnya di seberang Kampus FMIPA ULM Banjarbaru dan samping diler Suzuki Banjarbaru bulan Maret lalu terungkap.

Satuan Reskrim Polres Banjarbaru menetapkan korban, Hairillah (30) adalah korban penganiayaan. Sebagaimana semula korban sempat disebut-sebut mengalami laka tunggal.

Dua tersangka ditetapkan kepolisian. Yakni Rizky dan L, warga Banjarbaru. Mirisnya L merupakan berstatus anak di bawah umur.

“Setelah diselidiki oleh rekan-rekan dari Reskrim ada unsur pidana penganiayaan. Dikembangkan dari saksi dan barang bukti, dipastikan korban telah mengalami penganiayaan, bulan laka tunggal,” kata Kapolres Banjarbaru, AKBP Kelana Jaya melalui Kasubag Humas AKP Siti Rohayati.

Untuk mengetahui kronologis kejadian. Pihak kepolisian turut menggelar rekonstruksi kejadian pada Rabu (12/6) siang. Terdapat 52 adegan yang langsung diperagakan dua tersangka serta saksi-saksi.

“Secara garis besar antara korban dan tersangak terjadi cekcok di Lapangan Murjani. Akhirnya tersangka tersinggung dan mengejar korban menggunakan sepeda motor hingga di depan diler Suzuki. Di sinilah penganiyaan terjadi,” cerita Siti.

Lanjutnya, tersangka menggunakan sebuah batu besar untuk melumpuhkan korban. Yang mana saatb itu korban tengah mengandarai kendaraan juga.

“Tersangka sehabis mengonsumsi minuman keras. Mereka memukul kepala korban dengan batu besar hingga terjungkal dari motor dan tumbang. Setelah itu tersangka kabur. Salah seorang kita tangkap di Malang (Jawa Timur),” katanya. (rvn/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/