alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Selasa, 17 Mei 2022

Pengamat: Tak Lebih Baik dari Ibnu Sina, Mending Mundur

BANJARMASIN – Laman situs pollingkita.com menggelar survei. Pertanyaannya, siapa yang layak menjadi calon Wali Kota Banjarmasin? Hasilnya mudah ditebak. Sang petahana, Ibnu Sina masih paling unggul.

Hingga pukul 18.00 Wita kemarin (11/6), Ibnu memperoleh 371 suara dari 875 responden. Disusul bos Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman dengan 202 suara. Kemudian ada Syaipul Adhar yang memperoleh 76 suara.

Sisanya, dibawah angka 70. Berturut-turut yaitu Ketua DPRD Banjarmasin, Ananda; anak mantan wali kota Muhidin, Karmila; politisi Partai Gerindra, Muhammad Yamin dan Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah.

Tentu saja ini baru voting online. Perkara siapa yang layak mencalonkan diri pada Pilkada 2020 nanti. Namun, jika semua atau separuh nama itu benar-benar maju, maka harus bersiap melawan sang petahana.

Dosen politik dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Jamaluddin memiliki analisis sederhana. Para penantang harus bermental petarung. Dan tentu memiliki modal yang cukup untuk menggoyang dominasi petahana.

Ketua Prodi Magister Ilmu Pemerintahan FISIP ULM itu menambahkan, setidaknya ada dua kunci keunggulan Ibnu. Pertama, sudah dikenal pemilih. Kedua, sudah memperlihatkan bukti kinerja.

Nah, kedua poin inilah yang mesti dikalahkan. “Jika dirasa kandidat-kandidat yang digadang itu bisa melawan dua kunci tersebut, boleh juga,” ucapnya.

Perlawanan yang dia maksud bukan menyamai. Tapi melebihi apa yang dipunyai Ibnu. “Misal, merasa lebih terkenal. Atau, lebih banyak karya yang bermanfaat dibandingkan petahana,” sebutnya.

Kalau tidak, dia menyarankan, lebih baik niat mencalonkan diri itu diurungkan saja. Intinya, penantang mesti memiliki sesuai yang lebih baik ketimbang petahana. Tanpa itu, bakal sangat sulit untuk memenangi Pilkada. (nur/at/ema)

BANJARMASIN – Laman situs pollingkita.com menggelar survei. Pertanyaannya, siapa yang layak menjadi calon Wali Kota Banjarmasin? Hasilnya mudah ditebak. Sang petahana, Ibnu Sina masih paling unggul.

Hingga pukul 18.00 Wita kemarin (11/6), Ibnu memperoleh 371 suara dari 875 responden. Disusul bos Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman dengan 202 suara. Kemudian ada Syaipul Adhar yang memperoleh 76 suara.

Sisanya, dibawah angka 70. Berturut-turut yaitu Ketua DPRD Banjarmasin, Ananda; anak mantan wali kota Muhidin, Karmila; politisi Partai Gerindra, Muhammad Yamin dan Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah.

Tentu saja ini baru voting online. Perkara siapa yang layak mencalonkan diri pada Pilkada 2020 nanti. Namun, jika semua atau separuh nama itu benar-benar maju, maka harus bersiap melawan sang petahana.

Dosen politik dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Jamaluddin memiliki analisis sederhana. Para penantang harus bermental petarung. Dan tentu memiliki modal yang cukup untuk menggoyang dominasi petahana.

Ketua Prodi Magister Ilmu Pemerintahan FISIP ULM itu menambahkan, setidaknya ada dua kunci keunggulan Ibnu. Pertama, sudah dikenal pemilih. Kedua, sudah memperlihatkan bukti kinerja.

Nah, kedua poin inilah yang mesti dikalahkan. “Jika dirasa kandidat-kandidat yang digadang itu bisa melawan dua kunci tersebut, boleh juga,” ucapnya.

Perlawanan yang dia maksud bukan menyamai. Tapi melebihi apa yang dipunyai Ibnu. “Misal, merasa lebih terkenal. Atau, lebih banyak karya yang bermanfaat dibandingkan petahana,” sebutnya.

Kalau tidak, dia menyarankan, lebih baik niat mencalonkan diri itu diurungkan saja. Intinya, penantang mesti memiliki sesuai yang lebih baik ketimbang petahana. Tanpa itu, bakal sangat sulit untuk memenangi Pilkada. (nur/at/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/