alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Saturday, 21 May 2022

Gara-gara Terbakar, Lahan Parkir Puskesmas Kayu Tangi Lebih Luas

BANJARMASIN – Setelah terbakar hebat pada 8 Mei silam, pelayanan Puskesmas Kayu Tangi di Jalan Cemara Raya dipindahkan ke sebuah ruko di Jalan Adhyaksa. Warga yang hendak berobat diminta bersabar. Karena masih ada beberapa alat kesehatan yang belum bisa digunakan.

“Contoh alat pemeriksaan gigi. Rusak karena tersemprot air pemadam. Sekarang masih diservis,” terang Kepala Tata Usaha Puskesmas Kayu Tangi, Megawati, kemarin (11/6).

Selain pelayanan kesehatan yang tak maksimal, dia juga mengeluhkan ruko yang terlalu sempit. Tenaga puskesmas saja berjumlah 49 orang. Ketika pasien sedang banyak-banyaknya, tampak penumpukan di dalam ruko.

Ini pula yang dirasakan Hindun, warga Jalan Cemara Raya yang datang untuk berobat. “Antreannya lebih lama. Mau bergerak juga susah. Agak sempit,” keluhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Machli Riyadi memastikan bangunan puskesmas yang lantak terbakar akan dibangun ulang. “Anggarannya sudah tersedia. Tapi belum dilelang,” ujarnya.

Dia menjamin, puskesmas yang baru bakal lebih bagus. Karena posisi bangunan digeser agak ke belakang. Agar memberikan ruang parkir yang lebih luas. Mengingat pada bangunan lama, sulit sekali bagi pasien untuk memarkir kendaraannya di sana.

Dampaknya mengenai musala yang berada persis di belakang puskesmas. Terpaksa, tempat ibadah itu harus dibongkar dan dipindahkan. Demi mewujudkan rencana pembangunan tersebut.

Machli memastikan, warga sekitar telah diajak berdiskusi. “Sudah disampaikan kepada masyarakat. Musala itu harus mundur. Lagipula musala itu memang berdiri di atas tanah pemko,” ujarnya.

Ruang parkir sempit itu pula yang selalu mengganjal upaya Puskesmas Kayu Tangi untuk meraih standar akreditasi utama. “Barangkali, setelah dibangun ulang, Puskesmas Kayu Tangi bisa meraih standar akreditasi utama,” harapnya. (mr-154/at/ema)

BANJARMASIN – Setelah terbakar hebat pada 8 Mei silam, pelayanan Puskesmas Kayu Tangi di Jalan Cemara Raya dipindahkan ke sebuah ruko di Jalan Adhyaksa. Warga yang hendak berobat diminta bersabar. Karena masih ada beberapa alat kesehatan yang belum bisa digunakan.

“Contoh alat pemeriksaan gigi. Rusak karena tersemprot air pemadam. Sekarang masih diservis,” terang Kepala Tata Usaha Puskesmas Kayu Tangi, Megawati, kemarin (11/6).

Selain pelayanan kesehatan yang tak maksimal, dia juga mengeluhkan ruko yang terlalu sempit. Tenaga puskesmas saja berjumlah 49 orang. Ketika pasien sedang banyak-banyaknya, tampak penumpukan di dalam ruko.

Ini pula yang dirasakan Hindun, warga Jalan Cemara Raya yang datang untuk berobat. “Antreannya lebih lama. Mau bergerak juga susah. Agak sempit,” keluhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Machli Riyadi memastikan bangunan puskesmas yang lantak terbakar akan dibangun ulang. “Anggarannya sudah tersedia. Tapi belum dilelang,” ujarnya.

Dia menjamin, puskesmas yang baru bakal lebih bagus. Karena posisi bangunan digeser agak ke belakang. Agar memberikan ruang parkir yang lebih luas. Mengingat pada bangunan lama, sulit sekali bagi pasien untuk memarkir kendaraannya di sana.

Dampaknya mengenai musala yang berada persis di belakang puskesmas. Terpaksa, tempat ibadah itu harus dibongkar dan dipindahkan. Demi mewujudkan rencana pembangunan tersebut.

Machli memastikan, warga sekitar telah diajak berdiskusi. “Sudah disampaikan kepada masyarakat. Musala itu harus mundur. Lagipula musala itu memang berdiri di atas tanah pemko,” ujarnya.

Ruang parkir sempit itu pula yang selalu mengganjal upaya Puskesmas Kayu Tangi untuk meraih standar akreditasi utama. “Barangkali, setelah dibangun ulang, Puskesmas Kayu Tangi bisa meraih standar akreditasi utama,” harapnya. (mr-154/at/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/