alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Kamis, 19 Mei 2022

DICARI…! Sopir Angkot Penyabar Untuk BRT Banjarmasin

BANJARMASIN – Setelah bertahun-tahun mandek, pemko akhirnya memulai peremajaan angkot alias taksi kuning. Penggantinya berupa Bus Rapid Transit (BRT) dari jenis mini bus. Penggantian angkot akan dilaksanakan secara bertahap.

Kepala Dinas Perhubungan Banjarmasin, Ichwan Noor Chalik mengatakan, warga kota membutuhkan angkutan massal yang nyaman. Plus sejalan dengan kemajuan zaman.

“Kita tahu sendiri, sekarang sedikit sekali orang yang mau naik angkot. Karena memang tak senyaman pada masa lalu. Itu sudah 20 tahun yang lalu,” ujarnya, kemarin (10/6).

Direncanakan, pada tahap awal Dishub mengadakan 10 unit BRT. Diluncurkan pada Oktober nanti. Senyaman apa angkutan ini? Ichwan memberikan gambaran. Selain baru dan gres, mini bus ini akan dilengkapi fasilitas WiFi gratis.

“Kalau penumpang merasa nyaman, tentu akan banyak yang menggunakan transportasi massal ini,” tuturnya. Asal tahu saja, harga per unitnya Rp300 juta. Setidaknya, pemko telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp3 miliar.

Sebelum pengadaan, Dishub telah menuntaskan tiga kajian. Pertama, kajian trayek atau koridor. Bakal ada 13 koridor yang dilayani. Melalui jalan-jalan utama di Banjarmasin.

Kedua, penentuan tarif. Namun, Ichwan belum bersedia membocorkannya. “Perkara tarif, nanti dulu. Belum bisa kami sebutkan sebelum launching,” jelasnya.

Kajian terakhir, soal penambahan armada. Pada tahun 2020, direncanakan penambahan 20 mini bus. “Nanti diusulkan dalam pembahasan APBD perubahan,” tukasnya.

Lalu, bagaimana nasib para sopir angkot? Dishub sudah menyiapkan solusi. Mereka digandeng untuk mengoperasikan BRT. Direkrut ulang oleh Dishub.

“Tentu ada kriterianya. Tidak terlalu muda, jangan juga terlampau tua. Pastinya harus sopir yang memiliki watak penyabar,” bebernya.

Dari data Dishub, tercatat kurang lebih 300 angkot di kota ini. Tapi yang masih beroperasi tersisa 100 armada saja. Jika nantinya BRT beroperasi, angkot yang masih bagus, akan dialihkan untuk angkutan pelajar dan kaum difabel. (nur/at/ema)

BANJARMASIN – Setelah bertahun-tahun mandek, pemko akhirnya memulai peremajaan angkot alias taksi kuning. Penggantinya berupa Bus Rapid Transit (BRT) dari jenis mini bus. Penggantian angkot akan dilaksanakan secara bertahap.

Kepala Dinas Perhubungan Banjarmasin, Ichwan Noor Chalik mengatakan, warga kota membutuhkan angkutan massal yang nyaman. Plus sejalan dengan kemajuan zaman.

“Kita tahu sendiri, sekarang sedikit sekali orang yang mau naik angkot. Karena memang tak senyaman pada masa lalu. Itu sudah 20 tahun yang lalu,” ujarnya, kemarin (10/6).

Direncanakan, pada tahap awal Dishub mengadakan 10 unit BRT. Diluncurkan pada Oktober nanti. Senyaman apa angkutan ini? Ichwan memberikan gambaran. Selain baru dan gres, mini bus ini akan dilengkapi fasilitas WiFi gratis.

“Kalau penumpang merasa nyaman, tentu akan banyak yang menggunakan transportasi massal ini,” tuturnya. Asal tahu saja, harga per unitnya Rp300 juta. Setidaknya, pemko telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp3 miliar.

Sebelum pengadaan, Dishub telah menuntaskan tiga kajian. Pertama, kajian trayek atau koridor. Bakal ada 13 koridor yang dilayani. Melalui jalan-jalan utama di Banjarmasin.

Kedua, penentuan tarif. Namun, Ichwan belum bersedia membocorkannya. “Perkara tarif, nanti dulu. Belum bisa kami sebutkan sebelum launching,” jelasnya.

Kajian terakhir, soal penambahan armada. Pada tahun 2020, direncanakan penambahan 20 mini bus. “Nanti diusulkan dalam pembahasan APBD perubahan,” tukasnya.

Lalu, bagaimana nasib para sopir angkot? Dishub sudah menyiapkan solusi. Mereka digandeng untuk mengoperasikan BRT. Direkrut ulang oleh Dishub.

“Tentu ada kriterianya. Tidak terlalu muda, jangan juga terlampau tua. Pastinya harus sopir yang memiliki watak penyabar,” bebernya.

Dari data Dishub, tercatat kurang lebih 300 angkot di kota ini. Tapi yang masih beroperasi tersisa 100 armada saja. Jika nantinya BRT beroperasi, angkot yang masih bagus, akan dialihkan untuk angkutan pelajar dan kaum difabel. (nur/at/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/