alexametrics
32.4 C
Banjarmasin
Wednesday, 25 May 2022

Mantan Walikota Banjarmasin Rintis Dinasti Politik

BANJARMASIN — Mantan Wali Kota Banjarmasin, Muhidin sedang merintis dinasti politik dari keluarganya. Menantunya, Harry Wijaya didorong menjadi Ketua DPRD Banjarmasin. Sementara putrinya, Karmila digadang-gadang menjadi calon wali kota pada Pilkada 2020. 

“Karmila memperoleh banyak suara pada Pileg kemarin. Terutama di Banjarmasin. Maka Karmila akan kami calonkan sebagai wali kota,” tegas Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Kalsel itu. 

Pada Pemilu kemarin, anak sulung Muhidin itu mengikuti pemilihan Anggota DPRD Kalsel. Nama Karmila mencuat setelah meraih suara terbanyak dari PAN untuk Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Banjarmasin. 

Hasil manis juga diperoleh sang suami, Harry. PAN memborong kursi terbanyak di DPRD Banjarmasin. Sebelumnya, Ananda dari Partai Golkar, bahkan mengaku takkan heran jika kader PAN bakal menggusur dirinya dari posisi ketua dewan kota. 

Masalahnya, Karmila adalah orang baru di dunia politik Banua. Apakah tak terlalu berisiko? “Mengapa saya memilih anak sendiri. Otomatis saya bisa memberikan nasehat secara langsung. Tak mungkin seorang anak tidak menurut kepada orang tua,” jelasnya. 

Muhidin bahkan memastikan akan menggunakan segenap pengaruh yang dimiliknya. Demi menyokong sang anak memenangi Pilkada. “Jika memilih Karmila, artinya sama dengan memilih saya,” tambahnya. 

Dia bahkan sudah memikirkan siapa pendamping Karmila sebagai calon wakil wali kota. Dia menegaskan takkan menggandeng sesama tokoh parpol. “Saya tidak mau dari partai. Maunya dari birokrasi pemerintahan saja,” tegasnya. 

Nama Nurul Fajar Desira pun mencuat. Saat ini Fajar menjabat sebagai Kepala Bappeda Kalsel. Sebelumnya, Fajar menjabat sebagai Kepala Bappeda Banjarmasin. Sudah menjadi rahasia umum, ketika Muhidin menjabat sebagai wali kota, Fajar merupakan anak emas. 

“Bisa pejabat pemko, bisa pula dari pemprov. Bisa saja Fajar. Kalau Fajar mau. Apalagi dia sudah berpengalaman di pemerintahan,” jelasnya. 

Lalu, bagaimana tanggapan Fajar? Dia memilih bungkam. “No comment. No Comment,” ujarnya ketika dikonfirmasi Radar Banjarmasin. 

Jika itu soal Karmila, maka sekarang soal Harry. Sekretaris Muhidin, Muhammad Faisal Hariyadi merupakan penyumbang suara terbanyak untuk PAN. Namun, bukan berarti jabatan Ketua DPRD Banjarmasin bakal jatuh ke tangan Faisal. 

Sebab, Muhidin telah menjatuhkan pilihan kepada sang menantu. Kesepakatan antara Muhidin dan Faisal telah dibuat jauh-jauh hari sebelum Pemilu digelar. “Kursi ketua tentu kepada menantu. Itu sudah dibicarakan dengan Faisal. Dia menerimanya dengan ikhlas,” ujarnya. 

Tentu saja, semuanya baru hitung-hitungan politik. Tapi jika terwujud, masyarakat Banjarmasin akan menyaksikan sebuah dinasti politik. 

Bagaimana Muhidin menanggapinya? Dia tampak sungguh santai. “Faktor kebetulan. Mengalir begitu saja. Ketimbang mencari dan membantu orang lain. Mending membantu orang sendiri,” pungkasnya. (mr-154/fud/ema)

BANJARMASIN — Mantan Wali Kota Banjarmasin, Muhidin sedang merintis dinasti politik dari keluarganya. Menantunya, Harry Wijaya didorong menjadi Ketua DPRD Banjarmasin. Sementara putrinya, Karmila digadang-gadang menjadi calon wali kota pada Pilkada 2020. 

“Karmila memperoleh banyak suara pada Pileg kemarin. Terutama di Banjarmasin. Maka Karmila akan kami calonkan sebagai wali kota,” tegas Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Kalsel itu. 

Pada Pemilu kemarin, anak sulung Muhidin itu mengikuti pemilihan Anggota DPRD Kalsel. Nama Karmila mencuat setelah meraih suara terbanyak dari PAN untuk Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Banjarmasin. 

Hasil manis juga diperoleh sang suami, Harry. PAN memborong kursi terbanyak di DPRD Banjarmasin. Sebelumnya, Ananda dari Partai Golkar, bahkan mengaku takkan heran jika kader PAN bakal menggusur dirinya dari posisi ketua dewan kota. 

Masalahnya, Karmila adalah orang baru di dunia politik Banua. Apakah tak terlalu berisiko? “Mengapa saya memilih anak sendiri. Otomatis saya bisa memberikan nasehat secara langsung. Tak mungkin seorang anak tidak menurut kepada orang tua,” jelasnya. 

Muhidin bahkan memastikan akan menggunakan segenap pengaruh yang dimiliknya. Demi menyokong sang anak memenangi Pilkada. “Jika memilih Karmila, artinya sama dengan memilih saya,” tambahnya. 

Dia bahkan sudah memikirkan siapa pendamping Karmila sebagai calon wakil wali kota. Dia menegaskan takkan menggandeng sesama tokoh parpol. “Saya tidak mau dari partai. Maunya dari birokrasi pemerintahan saja,” tegasnya. 

Nama Nurul Fajar Desira pun mencuat. Saat ini Fajar menjabat sebagai Kepala Bappeda Kalsel. Sebelumnya, Fajar menjabat sebagai Kepala Bappeda Banjarmasin. Sudah menjadi rahasia umum, ketika Muhidin menjabat sebagai wali kota, Fajar merupakan anak emas. 

“Bisa pejabat pemko, bisa pula dari pemprov. Bisa saja Fajar. Kalau Fajar mau. Apalagi dia sudah berpengalaman di pemerintahan,” jelasnya. 

Lalu, bagaimana tanggapan Fajar? Dia memilih bungkam. “No comment. No Comment,” ujarnya ketika dikonfirmasi Radar Banjarmasin. 

Jika itu soal Karmila, maka sekarang soal Harry. Sekretaris Muhidin, Muhammad Faisal Hariyadi merupakan penyumbang suara terbanyak untuk PAN. Namun, bukan berarti jabatan Ketua DPRD Banjarmasin bakal jatuh ke tangan Faisal. 

Sebab, Muhidin telah menjatuhkan pilihan kepada sang menantu. Kesepakatan antara Muhidin dan Faisal telah dibuat jauh-jauh hari sebelum Pemilu digelar. “Kursi ketua tentu kepada menantu. Itu sudah dibicarakan dengan Faisal. Dia menerimanya dengan ikhlas,” ujarnya. 

Tentu saja, semuanya baru hitung-hitungan politik. Tapi jika terwujud, masyarakat Banjarmasin akan menyaksikan sebuah dinasti politik. 

Bagaimana Muhidin menanggapinya? Dia tampak sungguh santai. “Faktor kebetulan. Mengalir begitu saja. Ketimbang mencari dan membantu orang lain. Mending membantu orang sendiri,” pungkasnya. (mr-154/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/